Break Even #revision

Breakeven

Bae Suzy, Kris wu, others,

 

Length : One-Shot

Author : xianara

Disclaimer : the story is pure mine combined by the song. And all casts belong to their agency and parents, I don’t mean to own them except the story. Sorry for typos, don’t bashing and happy reading 🙂

*recommended song: The Script – Break Even*

 

 

 

I’m still alive but I’m barely breathing

Just praying  to a God that I don’t believe in

‘Cause I  got time while s/he got freedom

‘Cause when a heart breaks no it don’t break even…

 

Padang ilalang yang sunyi dan senyap menjadi teman sejatiku akhir-akhir ini. Teman yang dengan setia mendengar celotehan ku tentang Dia.

 

Aku tak perlu memohon dan berdoa kepada Tuhan atas kejadian ini tetapi cukup dengan mengutarakan segala keresahan ku kepada ilalang yang bergoyang aku sudah merasa lega.

Aku masih hidup tetapi aku hampir tidak bernafas. Aku hanya berdoa kepada Tuhan yang tidak aku percayai. Karena ketika aku  mendapati diriku sendiri ketika dia merasa bebas dan lepas di saat itulah ketika hati retak sesungguhnya hati ini bahkan tidak retak!

***

Flashback

“Apa yang tengah kau lakukan?” Tanya seorang lelaki yang melingkarkan tangan kekarnya pada perut rata seorang gadis yang tengah sibuk dengan computer di depanya tanpa menghiraukan pertanyaan lelaki ini.

“Hm, aku sedang me-revisi design café milik Soojung. Apa kah kau tahu oppa, kalau banyak sekali permintaan Soojung yang cukup aneh untuk design café nya itu kepada ku. Aish, aku jadi pusing dibuatnya.”

“Ah benarkah? Wah kacau sekali ya Soojung itu, tega membuat Suzy-ku  menjadi pusing begini” tiba-tiba Kris – lelaki itu- mendaratkan kecupan hangat di pipi Suzy,yang sontak membuat kedua pipi chubby itu dihiasi oleh semburat merah. “Sekarang bagaimana? Apakah masih pusing? Hmm?”

Suzy yang mendapat perlakuan tiba-tiba itu dari Kris hanya bisa terkikik geli untuk menutupi rasa jengahnya ketika lelaki itu mengecup lembut pipinya. Ini bukan yang pertama kali nya dia melakukan hal itu kepadaku, tetapi uh aku tak tahu mengapa aku selalu dibuat merasa seakan aku terbang atas perlakuan manis dari nya.

“Hm, aku malah semakin pusing. Huh kecupan mu itu tidak berguna,kkkk” jawab Suzy sambil menghentikan kegiatan me-revisi design café milik sahabatnya itu dan memilih untuk merileks-kan dirinya dengan menggoda Kris – lelaki ter hebat yang Ia miliki saat ini.

“Are u serious? But why do I feel that you really enjoy that kiss,huh?”

“Do you want some more? On the different place? Your lips?” Pertanyaan Kris yang terkesan retorik bagi Suzy hanya mendapatkan respon kikikan dari nya.

Dan dalam sekejap Kris sudah mendaratkan bibirnya di atas bibir Suzy dan melumatnya dengan lembut. Ciuman tanpa paksaan, yap itulah nama nya.

Suzy merasakan ciuman Kris kali ini ‘kembali’ mengingatkanya pada first kiss nya. Dimana keduanya masih sangat belia dan dengan keberanian yang sudah Kris pupuk, Ia mengecup lembut bibir pulm Suzy, tanpa melumatnya dengan kasar tetapi lebih seperti kepada aksi yang menyalurkan kehangatan dan kebahagian yang kedua nya rasakan pada saat itu.

***

Akhirnya hari itu datang!

Hari terbaik dalam hidupnya adalah bagian dari hari terburuk bagi seumur hidupku. Akhirnya dia menemukan wanita yang akan selalu mengutamakan dirinya.  Sementara aku terjaga dia tertidur  tanpa masalah. Karena ketika hati mu retak sesungguhnya hati mu bahkan tidak retak!

***          

Flashback

Padang ilalang, tempat yang sama, momentum yang berbeda. Kali ini Suzy dan Kris menghabiskan libur akhir pekan mereka dengan piknik di tengah padang ilalang yang sunyi senyap namun mampu mendamaikan situasi hati.

Mereka yang masih menikmati kedamaian  itu tak jarang sering mendapati diri mereka tertidur. Suzy yang tengah tertidur di pangkuan Kris mendengkur dengan halus seperti anak kucing. Kris yang melihatnya pun tersenyum sayang sambil mengusap lembut puncak kepala Suzy.

Suzy yang tiba tiba terjaga dari tidurnya kecil hanya menatap Kris penuh makna. Mengamati garis wajahnya yang tegas namun dibalik itu terdapat kelembutan yang akan selalu Ia pancarkan kepada Suzy.

Bagian wajah yang paling Suzy sukai dari Kris? Mata lelaki itu. Entah kenapa Suzy akan selalu merasa tenggelam dalam tatapan lelaki itu. Sadar akan dirinya yang di perhatikan oleh Suzy, Kris pun memasang tampang aneh dengan memonyongkan bibirnya dan menjulingkan matanya.

Tawa Suzy pun pecah seketika.

“Puahahahahaha, kau terlihat lebih tampan, no tetapi sangat tampan. Pertahankan wajahmu yang seperti ini ya.” Komentar Suzy sembari mengusap air matanya akibat tawa nya tadi.

“Ah benarkah? Baiklah, aku akan mempertahankanya agar kau merasa senang, Suzy”

Sadar akan tanggapan Kris yang serius, Suzy mendudukan dirinya di sebelah Kris. Lagi, hening menghinggapi mereka berdua. Suzy yang lebih sadar akan situasi ini membuka percakapan terlebih dahulu,

“Kris, kau tahu kan minggu depan merupakan Anniversary kita yang ke-3?”

“Tentu saja aku tahu, adakah hal lain yang ingin kau sampaikan kepada ku? Permintaan?”

“Hm, aku, aku, hanya ingin kau tidak membuat hati kita menjadi retak. Aku ingin kita semakin menguatkan hati kita masing-masing. Hati yang retak adalah tanda dari hati yang rapuh kan? Maka dari itu aku ingin kita menguatkanya bersama. Kau sendiri bagaimana?”

Kris yang dihadiahi permintaan oleh Suzy kini kembali di hadiahi pertanyaan dari nya. Keheningan menjadi prolog jawaban Kris atas pertanyaan Suzy. Yang di Tanya akhirnya menghembuskan nafas untuk memulai mengutarakan jawabannya.

“Suzy, Kau, Kita, Bersama, Menguatkan Hati. Aku juga mempunyai permintaan yang sama seperti mu. Jika seperti itu mari kita lakukan hal ini bersama-sama. Suzy, maukah engkau selalu menguatkan hati mu bersama ku, selamanya?” tiba-tiba Kris menghadap Suzy dan mendapati dirinya berlutut didepan Suzy sembari menggengam hangat tanganya.

Suzy menatap manik Kris dengan sungguh-sungguh. Mencoba mencari ketegasan dan kebenaran dari ajakanya barusan. Tak ada kebohongan yang Ia temukan dalam manik tersebut, tetapi entah mengapa tiba-tiba timbul secuil perasaan ragu-ragu pada hatinya.

Suzy pun mencoba mengusir keraguan dalam hatinya itu dengan memperkuat genggamanya pada Kris. Lalu dengan yakin dan mantap Suzy pun menjawab permintaan Kris tadi

“Mari kita menguatkan hati kita bersama, Aku, dan Kau. Selamanya!”

Kris pun merespon jawaban Suzy dengan memeluk tubuh ramping nya lembut. Terpancar kehangatan dan perasaan sayang dari pelukan Kris kepada Suzy. Namun, lagi-lagi perasaan was-was itu kembali singgah di hati Suzy yang tengah di peluk Kris ini.

***

They say bad things happen for a reason

But no wise words gonna stop the bleeding

‘Cause s/he moved on while I’m still grieving

And when a heart breaks no it don’t break even……

 

Banyak orang bilang hal buruk terjadi karena sebuah alasan. Tetapi mengapa aku tidak menemukan alasan atas hal buruk yang menimpa ku ini? Lalu, aku pun juga menemukan bahwa tak ada kata-kata bijak yang mampu menghentikan kesakitan ku ini.

 

 Semua kata-kata bijak di dunia ini hanya bualan. Nyatanya, aku malah tambah tersiksa atas kata-kata bijak yang pernah ku dengar dari seseorang, dulu, di masa laluku.

Karena kau telah beranjak sementara aku masih bersedih akan dirimu. Lagi, dan ketika hati retak sesungguhnya hati ini bahkan tidak retak!

 

What am I supposed to do when the best part of me was always you?

And, what am I supposed to say when I’m all choked up and you’re okay?

Yea, I’m falling to pieces, I’m falling to pieces, I’m falling to pieces………

 

Lalu aku menemukan diriku yang menjadi lumpuh karena mu. Aku tidak bisa melakukan apa apa karena mu. Apa yang harus ku lakukan ketika bagian terbaik dari ku selalu diri mu? Apa yang harus kukatakan di saat aku tercekik untuk memastikan kau baik baik saja? Aku pun turut jatuh berkeping-keping…..

***

Busan, 2011.

One still in love but the other one’s leavin’

‘Cause when a heart breaks no it don’t break even

 

Angin dingin yang berhembus tidak menyurutkan seorang gadis Seoul yang tengah menunggu seseorang di pinggir dermaga, Suzy – gadis itu- pun semakin mengeratkan mantel dan syall nya rapat-rapat untuk menahan angin dingin agar tidak menggoyahkan kehangatan badannya.

 

Sudah lewat 10 menit dari pukul 10:00 pagi waktu Busan. Suzy melirik pernak pernik dan perlengkapan yang telah dia persiapkan bersama Soojung –sahabatnya – dan Jongin –pacar sahabatnya- yang dipaksa untuk membantunya dengan iming-iming dia tidak akan meminta bayaran atas design café yang telah Ia revisi untuk Soojung.

“Cha, persiapan mu sidah selesai, dan sepertinya kami harus kembali ke café. Suzy-ah fighting ne^^!” ucap Soojung yang diikuti gerakan mengepalkan tangan ke udara, tak ketinggalan Jongin juga.

“Iya, terima kasih banyak Soojungie, Jongin. Kalian telah membantu ku banyak sekali.hehe, fighting^^!”

Suzy kembali mengingat percakapan terakhirnya dengan sahabatnya tadi.  Timbul sedikit rasa penyesalan saat dia membiarkan Soojung pergi dan tidak menahanya untuk menemaninya sembari menunggu Kris.

Kenapa meminta ku untuk merayakan Anniversary di dermaga, di Busan pula? Apakah oppa ingin membawaku ke Guangzhou untuk diperkenalkan kepada orang tuanya? Dengan kapal laut? Oh tidak, cukup mabuk darat saja untuk ku.

Suzy pun hanya mengerutkan kening sembari bermonolog ria tanpa menyadari kehadiran Kris yang sudah Ia tunggu dari tadi. Bukanya memeberikan ucapan Anniversary, Kris malah menyodorkan keheningan. Suzy yang tidak menyadari sikap Kris tersebut mengartikanya sebagai ungkapan takjub atas persiapan yang telah Ia siapkan tadi.

“Happy Anniversary yang ke 3 Kris oppa!”

Suzy memeluk hangat Kris yang lebih tinggi dari pada dirinya. Setelah beberapa detik terlewatkan, Suzy pun disadarkan dengan respon Kris. Hening. Lagi, keheningan pun sekarang sering mendominasi diantara mereka. Lebih tepatnya Kris lah yang menciptakan dominasi tersebut.

“Suzy…..”

Hanya nama Suzy yang keluar dari mulut pria itu. Hembusan napas pun terdengar dari kedua nya. Lagi lagi keheningan menguasai mereka berdua. Kali ini, perasaan itu kembali menyergapi hati Suzy. Keraguan, was-was, dan kesedihan seketika dirasakan Suzy. Tidak, ini tidak mungkin seperti itu. Ini tidak benar!

“Kris, Oppa, ada apa? Kau tidak lupa dengan hari ini kan? 27 November..? Suzy pun mencoba mengusir perasaan itu dengan melontarkan pertanyaan sekaligus memancing Kris untuk langsung mengatakan apa yang mau Ia sampaikan kepada Suzy.

Ada apa dengan dirinya? Padahal saat di sambungan telpon, nada suara Kris sangat ceria. Ini sungguh aneh…..

“Maaf, aku tidak bisa memenuhi permintaan mu itu. Permintaan mu untuk menguatkan hati kita. Aku tidak bisa, Suzy.” Ucap Kris dengan intonasi yang dibuat rendah namun mampu membuat Suzy shock berat.

Rasanya seperti dihujam oleh ribuan godam palu. Sakit, sungguh sangat sakit. Itulah yang di rasakan oleh Suzy saat mendengar pengakuan Kris. Rasa penasaran, keraguaan, bahkan was-was yang telah mendera Suzy selama ini akhirnya terjawab sudah. Bahwa, perasaan itu muncul karena Suzy seorang perempuan yang sensitive dan mengenali keadaan, namun dia tidak menyadarinya.

“Ma… Maksudmu? Kita tidak bisa menguatkan hati kita masing-masing? Tapi mari lah kita coba sekali lagi Kris. Kau bahkan belum mencobanya, mari kita lakukan lagi, bersama-sama..”

Hembusan  nafas kali ini terdengar dari mulut pria itu yang bercampur dengan uap putih. Dingin diluar namun, lebih dingin hati nya di dalam.

“Suzy, tolong dengarkan aku.

Kris meremas bahu Suzy perlahan, menarik dagu nyauntuk menatapnya lebih intens. Terlihat genangan air mata yang sudah siap meluap apabila terdapat dorongan dari dirinya lagi.

Tapi, Kris tahu, gadisnya itu – iya, Suzy masih gadisnya, untuk saat ini, tidak lama lagi- menahan mati-matian air matanya agar tidak tumpah.

Suzy gadis yang kuat, terlanjur terlalu kuat.

“Kau tahu kan aku  ini tidak pandai dalam berkata-kata? Maaf kan aku, kita tidak mungkin bisa merayakan Anniversary kita yang ke-4 bahkan untuk yang sekarang. Aku, aku tidak mencintaimu lagi!”

Deg!

“Kau pasti sedang bercanda kan? Ahaahahha, aku tahu kau sedang bercanda. Sudahlah  hentikan, tidak lucu Kris” Suzy mencoba menyangkal pernyataan Kris dengan nada ceria yang terlalu dibuat buat.

“Tidak, aku sedang tidak bercanda. Aku tegaskan sekali lagi, aku sudah TIDAK MENCINTAIMU lagi! Aku.. Aku sudah memiliki seseorang yang lebih pantas untuk ku dibandingkan dirimu!”

Cukup. !

Pernyataan Kris kali ini berhasil merobohkan benteng pertahanan Suzy. Setelah sekian lama dia membentengi dirinya sendiri dengan penguatan dan penyangkalan, nyatanya Ia tetap tidak mampu untuk menahanya lebih lama lagi.

Sakit hati dan kecewa. Itulah yang Suzy rasakan. Sakit hati karena mendengar pernyataan Kris yang menohok hatinya dan kecewa karena 3 tahun bersama namun Ia tidak bisa menjadi sosok yang pantas bagi Kris,

Hening. Suzy dan Kris masih tenggelam dalam keheningan. Suzy yang tersadar lebih dahulu mulai menguraikan cengkeraman Kris pada bahunya. Lalu dengan mantap dia mendongakan kepala, mencoba menatap manik mata kesukaanya. Menikmati manik mata favoritnya untuk terakhir kalinya.

 Lalu Ia mencoba mencari kebohongan disana. Nihil. Suzy tak menemukanya di dalam sana.

“Kris, jika itu mau mu. Aku…

“Aku akan menghancurkan hati ku dan hatimu! Tak ada lagi penguatan hati bersama-sama. Cih,  bodohnya diriku pernah mengusulkan ide gila dan konyol itu kepadamu.” Ucap Suzy dengan suara yang bergetar.

Perlahan Suzy melepaskan dirinya dari jangkauan Kris dan menjauh. Lalu, Ia teringat akan kata yang harus Ia sampaikan untuk Kris, yap sepertinya ini adalah balasan atas melontarkan ide konyol nya terhadap Kris satu minggu yang lalu.

“Kris, kau tahu? Sesungguh nya ketika hati mu retak, tidak, hati mu bahkan tidak retak sama sekali!!”

Suzy pun perlahan berlari menjauh dari Kris dan meninggalkan semau persiapan yang telah Ia kerjakan bersama Soojung dan Jongin. Bodoh!

Tak ada anniversary yang ke 3 ataupun ke 4, tak ada lagi piknik bersama di padang ilalang, tak ada lagi vitamin yang mengobati ku ketika aku sedang lelah. Tak ada lagi pria terhebat ku. Tak ada lagi Kris untuk Suzy.

Good bye Kris!

***

Seoul 2014,

Gongxi, Gongxi, Gongxi Fat Cai~~

Alunan lagu-lagu Imlek sudah mulai terdengar di emperan toko di sekitar Incheon. Pernak – pernik khas imlek pun sudah terpajang rapi di setiap toko. Para pemilik toko pun tak segan-segan untuk menyewa aneka boneka imlek lucu untuk mempromosi-kan toko nya.

Sebentar lagi Seollal pantas semua toko mendesain nya dengan interior khas imlek. Ah meriah nya.

Aku pun juga turut merasakan suka cita Imlek kali ini walaupun sendiri. Masih terbayang di ingatanku setiap Seollal pasti aku selalu merayakanya dengan seseorang yang sangat special untuk ku. Kris.

Berbelanja pernak pernik Seollal bersama. Menghias pohon angpao. Dan beribadah ke vihara bersama. Jelas di ingatan ku betapa hangatnya sambutan Ibu Kris setiap aku ikut merayakan Seollal bersama keluarga besar mereka.

Hentikan! Sadarlah Suzy, sekarang sudah 3 tahun, dan kau masih stuck dengan pria itu?! Kemana akal sehatmu!

Setelah melakukan pengontrolan diri, aku pun berhasil menguasai diriku kembali. Ingat aku ke sini untuk urusan pekerjaan jadi bersikap professional. Oke, Suzy Fighting!

Sesuai rencana, aku telah sampai di sebuah rumah makan keluarga “Eurongi”. Saat pertama kali mendengar namanya aku cukup dibuat takjub, karena lucu sekali namanya.

Lalu setelah bertemu dengan permiliknya yang kebetulan merupakan warga China asli, Meng Jia –kebetulan dia juga merupakan fans dari boyband yang sedang naik daun saat ini, dan menamai resto nya agar resto nya tersebut bisa sesukses idolanya-  aku pun cukup mengerti filosofi dari restoran nya sehingga aku pun bisa dengan mudah berkonsultasi denganya mengenai design yang Ia inginkan untuk resto barunya itu.

Saat memasuki restoran keluarga milik Jia Eonnie, aku sudah disambut oleh dua boneka anjing kutub yang lucu sekali. Jia eonnie yang saat itu sedang berada di meja kasir langsung mengenali ku dan menyambutku.

“Ah, selamat datang Suzy. Ayo silahkan masuk.”

“Terima kasih Eonnie, dan oh maaf saya sepertinya datang tidak pada waktu yang tepat ya?”

“Ah tentu saja tidak Suzy, kau sama sekali tidak menggangguku, lagi pula aku punya cukup banyak pegawai di resto ku ini.

“Yaa, Hwang Zi Tao, cepat kau isi posisi meja kasir yang kosong itu ya. Aku ada tamu

Pegawai yang bernama Hwang Zi Tao itu pun langsung menuruti perintah bossnya tanpa banyak bicara. Lalu saat Ia berpapasan dengan ku, Tao menyunggingkan senyum tipis, yang tentu saja kubalas dengan anggukan.

Setelah sampai di sbeuah ruang VIP, Jia eonnie pun meminta pelayan lainya untuk membawakan minuman untuk ku.

“Jadi, boleh kah kita langsung menuju pembahasan mengenai design restoran anda?”

Aku pun langsung membuka percakapn terhadap Jia eonnie yang sibuk dnegan smartphone nya. Kentara Ia sedang mencoba menghubungi orang melalui benda itu.

“Ya, eoh, tentu saja. Tapi tapi tunggu dulu Suzy, kita perlu menunggu satu orang lagi untuk mendiskusikanya. Dan ya, tidak usah berbicara terlalu formal kepadaku, biasa saja?

“Layaknya dongsaeng ke eonnie nya saja ya?”

Menerima permintaan dari Jia eonnie yang menurutku sangan kekanakan namun aku pun langsung menyetujuinya. Tak tahu kenapa tetapi aku merasa nyaman dengan Jia eonnie sat berbicara banmal kepadanya.

“Benarkah? Apakah anda.. eh maksud saya, Jia eonnie tidak merasa keberatan?”

“Tentu saja tidak Suzy,hehe lagipula biar kita lebih akrab saja ya.”

Mendengar jawaban Jia eonnie yang seperti itu aku hanya bisa terkikik pelan. Lalu karena penasaran aku pun bertanya kepada Jia eonnie mengenai siapa orang yang perlu kita tunggu untuk men diskusikan design resto ini.

“Baiklah, lalu kalau boleh aku tahu siapa orang penting yang perlu kita tunggu? Apakah kita tidak bisa membahasnya hanya berdua saja?”

“Oh tentu saja tidak bisa. Dalam hal ini kita harus mengikut sertakan dia. My husband. Hehe…”

“Ah begitu. Hehe, baiklah

Seketika pintu di ruangan itu berdecit menandakan ada seseorang yang membukanya dan memasuki ruangan tempat dimana aku dan Jia eonnie berada. Karena posisiku yang membelakangi pintu aku pun tidak kentara mengenali siapa pria itu.

“Ah suamiku, kenapa kau lama sekali?” Jia eonnie pun langsung menyambut pria itu dengan pertanyaan yang terdengar mesra,

“Ah, maafkan aku, tadi aku terjebak macet di pintu exit 6, kau tahu kan sekarang ini Seoul sudah penuh sesak dengan banyak mobil.

“Oh, sudah datang ya rupanya……

DEG!

Suara itu, suara baritone itu! Aku mengenalnya. Rasa-rasanya aku pernah, ah bukan tapi aku sering mendengar suara berat itu. Tapi dimana? Kapan? Dan bersama siapa?

Tak perlu waktu lama bagi ku untuk menyadari siapa sosok pemilik suara berat itu, karena tiba-tiba Jia eonnie sudah membawa pria yang disebut suaminyaitu kehadapanku. Lelaki itu,….

“Suzy, perkenalkan suami ku. Kris Wu, kami sama-sama dari Guangzhou. Dan yeobo kenalkan dia Suzy, dia…..

Tenang, tenang, Suzy. Aku harus mengontrol ekpresi wajahku ini. Ayolah aku harus bersikap professional. Kris? Ya aku memang sudah melupakan DIA! Aku pun tidak pernah mendengar kabar terbaru dari Kris, jadi wajar kan kalau aku tidak mengetahui kalau sekarang dia sudah beristri dan istri nya lah yang memintaku untuk bekerja sama denganya. Kenapa? kearena hey aku kecewa kepadanya. Sungguh sangat kecewa.

Aku pun berhasil mengontrol diri ku setelah detik detik terbodoh yang terlewatkan tadi. Kembali, aku pun mencoba bersikap seperti biasa dan tidak mengenali Kris sebelumnya.

Kris mengulurkan tangan untuk mengajak ku bersalaman  tetapi dengan halus kutolak bahwa aku baru saja makan sea food dari restonya ini dan belum sempat cuci tangan.

Jia eonnie yang tidak merasa curiga sedikit pun tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

“Jadi apakah kalian sudah lama menunggu ku? Bolehkah kita langusng memulainya? Yeobo? Suzy-ssi ?” ucap kris

Lihat lah. Ekspresi wajah mu yang kentara sekali seakan kau tidak pernah mengenalku. Ku kira kau akan sulit untuk melupakan ku. Ternyata hal itu pun sangat mudah ya bagimu. Buktinya sekarang kau telah mempunyai Jia eonnie yang telah resmi menjadi istri mu. Jadi, dia lah wanita yang lebih pantas untuk mu dibandingkan diri ku?

Oh sungguh konyol sekali diriku yang pernah menangisi mu! Ternyata 3 tahun kebersamaan kita dibalas dengan 3 tahun setelahnya aku menemukan mu telah menikah.

“Baik, jadi design untuk “Eurongi” ini sudah ku persiapkan dengan matang dan sesuai dengan keinginan kalian berdua……..”

***

You got his/her heart and my heart none of the pain

You took your suitcase I took the blame

Now I’m tryna make sense of what little remains

‘Cause you left me with no love,

With no love to my name…..

 

Sungguh hadiah Seollal terindah yang pernah ku dapatkan. Mendapati Kris sudah menikah dan benar-benar melupakanku. Dia sudah bahagia bersama Jia eonnie, aku harap begitu.

 

Jadi, kau pun telah mendapatkan hati nya dan hati ku tak satupun dari perasaan sakit ini. Kau pun telah menerima koper mu dan aku yang menerima kesalahan ini. Sekarang aku pun mencoba mempertimbangkan apa yang sedikit tersisa. Karena kau meninggalkan ku tanpa cinta untuk diri ku.

***

Aku tak butuh penjelasan dan sepertinya kau pun enggan untuk memberikanya. Jadi biarlah engkau berbahagia dengan yang lain karena aku pun tak bisa memisahkan mu. Ikatan mu denagn dirinya terlalu kuat dan sakral.

Dan aku pun tak ingin menerima karma mu itu. Karena cukup hati ku ku saja yang retak walaupun hati ku tidak tetapi rasanya tetap sakit. Berbahagia lah!

‘Cause when a heart breaks no it don’t break even. – The Script, Break Even.

***

Xoxo!

Advertisements

7 comments

    1. halo^^
      terima kasih sudah drop komen di sini ^^

      dilema….. kris itu merasa dilematis… jadi ceritanya jia itu mengalami trauma yg hebat bgt dan sebagai pengobatannya dia butuh seorang pelindung yg mirip nickhun, dan yah akhirnya kris melakukan pengorbanan itu. huhu T_T maaf ya kalo membingungkan ceritanya.

      Like

  1. hehehe…baru mau tanya kenapa kris tiba – tiba ninggalin sooji..tapi rasanya pertanyaanku udah terjawab dari balasan comment eonnie diatas….kasihan banget uri sooji disini…cuma kayaknya belum puas nih eon pengennya kris juga ngerasain sakit juga kekeke…

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s