[Fiction] Blush

blushBlush.

Presented by xianara || Cast : Bae Suzy [miss A] and Wu Yi Fan || Genre : Marriage-life || Length : 750++ words  || Rate : PG 13 || Disclaimer : the story is purely mine. I don’t own the casts unless their agency or their parents. Don’t ever think to copycate this one and bash each other,. Thanks!

 p.s.: been posten in fanficofmissasuzy.wordpress.com ^^

Making my heart pounds the alarm. Knocking my head to the down-earth. Shaking off my all body’s cell to the fullest. Blushing my cheeks with your lovely ways just the way you are.

To Bae Suzy.


 

Blush.

Yi Fan memandang ke arah Sooji yang sedang sibuk berkutat dengan kumpulan catatan keuangan kantornya yang mengalami surplus.

Rambut hitam legamnya digelung tinggi secara asal-asalan. Meninggalkan anak-anak rambut yang berjatuhan di wajahnya dan beberapa pun menghalangi pandangan mata indah gadis itu. Keningnya pun berkerut ketika perhitungannya kurang sempurna, atau sekedar typo dalam catatannya.

Bibir mungilnya pun mengerucut membentuk pout tatkala telapak tangan lebar Yi Fan mengelus sayang pipinya sambil menaruh kepalanya di bahu Sooji.

“Jauh lebih berguna jika tangan mu itu membereskan catatan ku di atas meja daripada bermain-main dengan pipi ku”

Yi Fan mencium sekilas pipi Sooji “Pipi mu jauh 1000 kali lebih empuk dibandingkan kertas penuh coretan angka-angka gaib itu, kau tahu benar, sayang”

Selanjutnya lelaki jangkung itu beringsut ke arah meja kerja Sooji dan membereskan kertas-kertas yang berserakan tak keruan itu.

Tangan Sooji beralih dari pulpen dan kertas-kertas yang dari tadi ia ajak ‘bermain’ menuju perut ratanya yang mulai membuncit itu. Ia mengelus pelan perutnya sambil tersenyum. Sooji melihat ke arah suaminya yang telah selesai membereskan berkas pekerjaan kantornya itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Galaxy Daddy! Aku ingin makan sate ayam. Ah tidak, maksud ku, anak kita ingin makan sate.” Sooji mengarahkan telunjuknya ke arah perut nya kepada Yi Fan.

“Dear our angel, did not you get of some heaven foods there?after all your mommy munched all uncategorizing foods and beverages lately, you still could not get over this? Uhm..” ucap lelaki jangkung rantauan China itu sambil menghampiri istrinya dan ikut mengelus perut buncit versi mini Sooji dengan penuh kasih sayang. Yi Fan mengecup pelan perut Sooji di akhirnya.

“Uh.. bicara apa kau Fan Fan? Cepat belikan aku  sate ayamnya, sekarang. Ku mohon? Ya ya ya???”

Sooji pun melancarkan aksi aegyo mutakhir miliknya. Bibir yang dipoutkan dengan imutnya. Mata anak kucing yang terlihat sendu namun lucu sebagai pendukungnya. Serta, gesture kedua tangannya yang ia letakan di bawah dagunya sembari membuat gerakan mengeong (?) ala kucing atau kalau kau tidak bisa membayangkan gesture itu, coba ingat gerakan trade mark Dancing Queen milik SNSD itu.

Oh Sooji aegyo mu itu… sungguh..

“Oke. Baik. Cukup. Hentikan itu. Kau ini sudah cute overload sejak lahir tapi tidak dengan aegyo abstrak mu itu sayang” balas Yi Fan sambil membuat gerakan muntah-muntah

“Yaa~ kau meledek ku? Kenapa kau malah membuat gesture muntah-muntah seperti itu? Hoh?”

Pria asli tiongkok yang sekarang sudah resmi berkewarganegaraan Korea Selatan itu memamerkan gummy smile-nya. Ia tahu ia baru saja membuat istrinya  merasa uneasy sekaligus unmood.

Dengan satu gerakan Yi Fan meraih puncak kepala Sooji  dan menaruhnya tepat di atas dada bidang nya.

Deg. Deg. Deg. Deg.  Deg. Deg.

 

Detak jantung berirama dengan ritme dan tempo yang sangat cepat bergemuruh di dada Yi Fan. Seperti drum yang tak pernah berhenti berdentum. Jantung milik Yi Fan bisa diibaratkan seperti itu setiap ia berada di dekat Sooji.

Ia membiarkan Sooji merasakan detak jantungnya itu. Merekam semua gemuruh akan gelora asmara yang ia rasakan terhadap Sooji. Kau tahu? Jantung Yi Fan itu acap sekali berdetak hebat mana kala ia berada di dekat Sooji meskipun mereka sudah resmi menjadi suami-istri.

“Aku tidak meledek mu Soo Baby. Kau jangan menunjukan aegyo mu itu di depan orang banyak terutama pria. Aku takut mereka pasti akan naksir dengan mu. Even though I die I can give it away to any other guys, you know right.”

Darah mengalir dengan cepat menuju kedua pipi chubby Sooji untuk menghasilkan semburat merah akibat dosis ke-chessy-ian suami nya yang overdosis.

“Wo hen ai ni, wo de xiao mao!” (aku sangat mencintai mu my little cutie)

“Wo ye hen ai ni wo de fan fan!!” (aku juga mencintaimu, my fan fan!)

“Ah sate ayam ku, cepat belikan. Aku sampai lupa kan. Hah.” Sooji menepuk pelan dada Yi Fan yang di akhiri senyuman manis  yang efeknya setara dengan vodka dengan kadar alcohol 50%. Memabukan. Sampai-sampai mampu membuat dia jadi agak salah tingkah. Bukan kah sudah ku sebut kan tadi? Walaupun mereka sudah menjadi suami-istri salah satu dari mereka masih suka blushing satu sama lain. Benar-benar..

“Temani aku beli sate ayamnya. Kita makan bertiga bersama calon baby kita di sana. Oke?” usul Yi Fan sambil mencubit gemas pipi Sooji, lalu meraih tangannya dan membawanya untuk dikaitkan pada miliknya.

“Assa!!! Let’s go!”

“Uh kiddo Soo never dies….”

FIN.

Advertisements

14 comments

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s