[POETRY] Jangan Kasihani Aku

 Jangan Kasihani Aku

Kasih aku benci

Limpahi aku caci maki

Jangan tinggal di sampingku

Penuhi takdir, lepaskan jiwaku

Hantami aku batu

Kuliti setitik dusta

Pinta semua pintu

Menuju kawah cinta

Berhentilah tersenyum

Mulailah menangis

Jangan hapus peluh

Bebaskan gembok amarah

Hari ini,

Kau menutup mata

Tak sudi melihatku

Besok,

Langit jadi gundah

Merintikan hujan di bumi

Kemarin,

Amarahmu terpancar jelas

Membungkus sang surya

Kau tahu

Dosis kebencian sama seperti Aspirin

Indikasikan aku jadi pening

Aku tahu

Keegoisanku kepada mu

Tak ubahnya agoni

Tololnya hati tumpulnya otak

Nyerinya kau tahan setiap hari

Tanah kuburan yang merah

Menggerus kentalnya darah

Sekuatnya karang di laut

Lebih tangguh deburan ombak

Wahai engkau, sang masa lalu

Sungguh maafkan aku

Cintaku akhirnya membeku

Tak ikut mewaktu berubah jadi semu

Jutaan kata bersatu dalam elegi

Nyanyiannya takkan sampai di telinga

Memitakan hati menemani sunyi

Sudah cukup sampai di sini

Semuanya tentang kita

Sawangan, 22 oktober 2014

p.s.: anak sastra masa ga bisa baut puisi? nah, kebetulan puisi ini dibuat tepat setelah saya habis belajar pengantar kajian sastra. takjub saya sama dosen saya yang paham betul dan hafal semua sastrawan dan karay-karyanya.. saya sadar, saya harus bisa menjadi seperti mereka, ga harus sama sih, tapi seenggaknya saya harus bisa buat satu puisi lah. dan voom! muncullah puisi absurd ini. hahaha

semoga puisi ini kelak bisa jadi bahan kajian kalian^^~

ciaobella~~

Advertisements

2 comments

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s