[Fiction] Unzipped Bag and Cute Guy

unzipped-bag

Unzipped Bag and Cute Guy

Proudly brought to you by @xianara || Starring:  Bae Suzy [Miss A], IU a.k.a. Lee Jieun, and Lee Seunghoon [WINNER]. || Genre: AU, Fluff. || Length: Ficlet || Rate: General ||

Disclaimer :

Beside the poster and story I own nothing.

Summary:

Ketika tas yang lupa diresleting dan cowok imut bersanding…

.

.

.

Unzipped Bag and Cute Guy

“Hei Soo! Kau tunggu di sini dulu ya. Aku nggak lama kok. Oke.” Pesan Jieun kepada Sooji dengan cengiran tak bersalahnya.

“Coba kalau kamu nggak ngobrol terlalu lama dengan si Wooyoung itu, pasti diktat bahasa mandarinmu nggak ketinggalan.” Cibir Sooji. “Ya sudah sana. Jangan lama-lama awas!”

“Iyaa Baby! Tunggu ya!” Jieun membalas cibiran sahabatnya itu justru dengan menyebutkan panggilan yang paling tidak disukai Sooji.

“Yaa! Jangan panggil aku seperti itu!” teriak Sooji tanpa memperdulikan tatapan orang di sekitarnya yang ditujukan kepadanya.

Sooji melangkahkan kaki berbalut sneakers berwarna merah marunnya ke arah balkon kampusnya yang terbuka itu. Dilemparkan pandangannya ke penjuru kota Seoul yang diselimuti kabut tipis saat itu. Patung Raja Sejong di Gwanghwamun yang gagah nampak dari balkon kampusnya yang terletak di lantai 10 itu.

Angin musim dingin yang menerpa wajah Sooji membuat gadis itu menggigil seketika. Di penghujung desember, angin yang berhembus semakin kencang. Sooji pun segera merutuki kebodohannya berdiri di balkon kampusnya yang memicu dirinya bisa bolos kuliah besok karena masuk angin.

Kenapa Jieun belum balik juga? Kenapa mengambil diktat di perpus yang jaraknya cuma 10 langkah dari tempat aku berdiri itu seperti memakan waktu dari Seoul ke Tokyo? Jangan-jangan, Jieun dan Wooyoung ngobrol lagi di sana. Ak! Anak itu benar-benar.

Sooji memindai ransel hijau tosca dari punggungnya  ke depan dadanya. Ditarik lah resletingnya sehingga ranselnya jadi terbuka. Lalu gadis itu pun merogohkan tangannya ke dalam saku di bagian dalam ranselnya itu. Setelah menemukan apa yang ia cari, yaitu sebuah headset berwarna putih gading, ponsel di dalam saku mantelnya ia ambil.

Kemudian, Sooji mencolok ujung headsetnya ke dalam tempat yang disediakan ponsel layar sentuh perseginya itu. Sooji menarikan jari tangannya diatas layar ponselnya tersebut. Dia memilih menu music. Dalam hitungan detik, alunan intro lagu milik Younha yang  berjudul 그거리 (The_Street) terdengar. Volume lagunya ia setel dalam frekuensi paling tinggi. Sempurna. Dia pun jadi tidak bisa mendengar kicauan orang di sekitarnya. Dalam arti lain, Sooji pun jadi tuli seketika.

Lalu, ia pun beralih meninggalkan balkon kampusnya itu. Ia memutuskan untuk menyusul Jieun yang tak kunjung kembali. Akan tetapi, Sooji melupakan sesuatu. Yah, sesuatu. Sampai seorang pria asing dengan gulungan kertas tak beraturan di genggamannya menyadari itu.

“Nona! Tasnya terbuka!”

Sooji lupa meresleting kembali ranselnya. Membiarkan sang ransel terbuka yang menampilkan tumpukan buku-buku berlabel linguistik dan binder hijaunya. Malangnya si empu ransel itu tak mendengar seruan pria tersebut. Kedua telinganya sudah disumpal headset dengan volume yang super dahsyat sehingga membuatnya dapat diklasifisikan menjadi orang tunarungu.

“Hei Nona! Tasmu itu – “ si pria berhenti meneriaki Sooji. “ – belum diresleting.”

Pantas saja Sooji tidak menghiraukan seruannya. Dia menyadari kabel putih yang menggantung dan bermuara di kedua telinga Sooji. Si pria kemudian berjalan menghampiri Sooji yang  berdiri di depan pagar yang membatasinya dengan tangga di bawahnya. Otomatis posisinya jadi membelakangi si pria itu.

WOOSH WOOSH!

Sooji dikagetkan dengan ayunan telapak tangan di depan wajahnya. Rupanya, si pria tadi yang melakukannya. Sooji kemudian menoleh ke si pria itu. Dicopotnya headset yang meneriaki telinganya dengan lagu milik Wheesung barusan. Si pria yang (err) cukup manis itu ditatapnya dengan mata yang agak memicing sedikit. Baru saja Sooji ingin membuka mulutnya, si pria telah memotongnya terlebih dahulu.

“Nona, tasmu terbuka tuh. Belum diresleting,” Ujar si pria itu menunjuk ke ransel Sooji yang memang menganga daritadi.

“Astaga!” buru-buru Sooji menarik resleting ranselnya. “Eoh, terima kasih.” tambah Sooji.

“Ya, sama-sama. Lain kali hati-hati Nona! Permisi.” Pamit si pria itu meninggalkan Sooji yang membatu menahan malu ditempatnya.

Beruntung, selang beberapa detik, Jieun muncul dari arah perpustakaan. Ia pun dengan senang menggoyang-goyangkan diktat bahasa mandarinnya dari kejauhan. “Lama ya? Maaf. Ada urusan.”

“Err, ya sudah, ayo cepat turun!” Sooji melupakan kekesalannya kepada Jieun. Ditariknya lengan gadis mungil itu menjauhi tempat yang membuat harga dirinya ambruk gara-gara ranselnya itu. “Iya kamu ada urusan. Sama si Wooyoung itu kan.”

“Eh maaf Soo. Abis dia too cute to be true sih..” ringis Jieun kepada Sooji.

Sooji tidak mengindahkan alibi Jieun. Dan memilih menggeret lengan Jieun untuk segera berjalan menuju lift. Mereka berdua pun kemudian menunggu di depan lift. Ting! Pintu lift terbuka. Dengan gerakan cepat dan agak menyerobot, Jieun dan Sooji masuk ke dalam lift tersebut yang akan membawanya ke lantai dasar itu.

YAA! Sooji menemukan pria yang lumayan imut tadi mendekati pintu lift yang masih terbuka itu. Rasa malu yang berhasil ia tekan sebelumnya mendadak muncul lagi ke permukaan. Efeknya, kedua pipi bulatnya itu menampilkan semburat merah muda yang sangat jelas. Sooji pun membuang pandangannya dari pria yang hampir mencapai pintu lift itu.

“Hei Lee Seunghoon! Mau kemana kau?”

Seunghoon – pria dengan setelan mantel hijau giok itu – pun menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah teman prianya yang meneriaki namanya dari kejauhan itu. Seunghoon pun akhirnya mengundurkan niatnya untuk naik lift dan memilih menghampiri temannya itu. Huft. Tanpa sadar, Sooji menghembuskan nafas dengan lega.

Dan, oh, jadi namanya Seunghoon? Manis juga.

KEUT.

Appreciation is a must.

Please leave your review, and thank you ^^

Advertisements

4 comments

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s