Starving

new-nyb

Starving

“Makan atau dimakan oleh Suzy?”

Featuring Bae Suzy and Wu Yi Fan a.k.a. Kris Wu | Drabble, Life, failed Marriage-Life, AU

Pria itu menggeliat di bawah lindungan selimut suteranya yang menyelubungi tubuhnya. Sinar mentari pagi di musim dingin yang menghangatkannya membawa ia kembali ke alam nyatanya. Kepala yang pening hebat dan perut dan tenggorokannya yang menyisakan rasa panas, serta bau alcohol yang menguar dari tubuhnya seakan-akan menyadarkan tentang aktivitas yang telah ia kerjakan semalam.

Pria itu mengacak pelan rambut pirangnya yang kusut masai. Ia menyandarkan punggungnya ke kepala kasur yang berwarna cokelat tua itu. Diliriknya kasur sebelah yang tata letak bantal, guling, dan boneka elmo berwarna biru itu beraturan seperti biasanya.

Ia mengambil ponsel layar sentuhnya yang terletak di nakas sebelahnya. Pukul 09:00 AM. Pantas saja mtahari sudah menyongsong setinggi itu. Dan kasur disebelahnya kosong. Ponsel yang tinggal separuh batterynya itu ia letakan kembali di atas nakasnya. Selanjutnya, pria dengan setelan kemeja hitam kusut yang dua kancing teratasnya terbuka itu menyibakan selimutnya dan turun dari kasur yang menaunginya semalaman itu.

Sebuah mantel cokelat yang tergantung di gantungan baju terdekatnya ia ambil dan langsung dikenakan. Ia menelusuri jalan dari kamarnya menuju dapur apartementnya. Ia mendapati seorang gadis dengan setelan hoodie abu-abu kebesaran dengan celana training warna hitam tengah menikmati sarapan di depan layar televisi. Gadis itu saking asyiknya menyuapkan sesendok penuh bubur campuran ayam dan sayuran tak lupa dengan gingseng itu tidak menyadari kehadiran pria yang sedang berjalan menuju kulkas.

“Kau masak sarapan apa?”

Mendapati pertanyaan yang tiba-tiba seperti itu membuat si gadis tersedak. “Ak! Uhuk-uhuk! A-mbilkan aku air tolong!”

Si pria pun langsung mengangsurkan segelas air dingin yang belum ditegaknya. Air yang tinggal setengah gelas itu langsung ditegak sampai habis.

“Bodoh! Kenapa tiba-tiba kau muncul seperti hantu?”

“Terserah. Kau masak sarapan apa?”

“Kau buta? Tidak bisa melihat apa yang sekarang sedang kumakan?”

Kris memusatkan pandangannya pada mangkuk yang ada di atas meja kacanya. Bubur. Jujur, ia tidak suka bubur. Ingin rasanya ia protes di depan muka. Namun, mengingat sifat temperamental Suzy yang kembali menyuapkan sesendok bubur ke dalam mulutnya dengan rakus ini, ia mengurungkan niatnya. Terpaksa pagi ini ia harus sarapan makanan orang sakit itu. Toh, perutnya yang kosong sejak kemarin malam itu sudah meronta-ronta minta diisi.

***

Advertisements

19 comments

  1. Wayahhh so pendek tapi di publish hehee aku juga ada nih macam gini, melukiskan kegalauan gtu… ahaha alright ak publish ah nnti hahaha

    Like

    1. well seperti yang sudah disebut pd komentar2 sebelumnya, drabble ini bukan ff utuh, tapi potongan dri ff ku yang err banget…
      wah ada juga toh?kirain saya situ mah kaga pernah galauu. ayo ayo dipublish biar nanti saya rusuhin jugak 😀

      Like

  2. Hehe……pas asyik2 nya baca, udah engga ada lagi ternyata. Penasaran…….akan seperti apa kelanjutannya, kalau saja ff ini bakal di publish, Seru tu kayanya. :).
    Ya…. Kris namja manis, nurut aja sama Suzy, atau emang dasarnya Kris takut sama Suzy. Haha…….Aigoo…… Suzy jangan galak2 sama Si tampan. Keke………

    Nara gomawoyo.

    *BOW* 🙂

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s