[revision edition] HUSH

B9kG8tJIAAEbjDT

HUSH

xianara | Bae Suzy featuring Lee Jongsuk | School-life, AU, Fluff, slight!Romance | Teen and Up | Ficlet

been posted in IFK (ficlet-mix) and KSF (drabble) too. this one can be called as the edisi revisi(?). beside the story i own NOTHING.

Hush, berisik!

recommended song while reading – miss A’s HUSH.

Jongsuk berhenti mencuri pandangan sekilas ke arah pukul tiga – tempat duduk Sooji. Ia sudah tertangkap basah oleh gadis berkuncir kuda itu. Sooji pun menghampiri bocah lelaki yang berjarak satu bangku di samping kirinya. Ia pun menggebrak pelan meja kayu sintetis yang menjadi alas tumpuan siku lelaki itu.

Brak!

“Makalah geografi milkmu sudah selesai. Mana album MAMACITA B versionku?” ucap Sooji sambil meletakkan setumpuk kertas yang sudah dijilid rapi di atas meja Jongsuk.

Pria berkulit cenderung pucat itu pun merogoh laci di kolongnya. Disodorkannya sebuah album milik boyband favoritnya ke gadis itu. “Ini. Kau dapat bonus photocard Heechul. Padahal aku sudah meminta bonus Donghae – sesuai permintaanmu itu – kepada si paman, tapi dia malah – “

“Ya sudah. Tak apa. Heechul tidak apa. Eh tunggu? Barusan kau bilang ‘paman’?  Kau beli di Nongdaemun Underground Market yah? Bukan di SM Store?!” sembur gadis itu dengan tatapan menyelidik.

Jongsuk menelan salivanya. Bodohnya. Harusnya ia tadi mengatakan nona bukan paman. Ia jadi ketahuan kan. Bocah dengan mata sayu itu pun bangkit dari tempat duduknya. Tubuh dengan postur yang sangat tinggi itu berdiri di depan Sooji. Tubuhnya yang menjulang membuat gadis itu jadi hanya sepantaran pundaknya saja.

“Bu-bukan Sooji-ya.” ujar Jongsuk gelagapan. “Tentu saja aku belinya di SM Store Official di Yeouido. Waktu itu yang melayaniku seorang general managernya. Kebetulan dia seorang pria paruh baya, begitu.” jelas Jongsuk dengan suara yang tercekat.

“Kau tidak bohong kan?” tanya Sooji memastikan.

“Tentu saja tidak! Kau kan sudah banyak membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahku. Masa kau kubelikan barang-barang yang ada di Nongdaemun? Bukan gayaku!” Jongsuk mengucapkannya dengan nada yang serius.

Ekspresi gusar di wajah pria itu pun dengan cepat disembunyikan. Tinggal gadis itu yang masih lekat menatap teman satu kelasnya yang sungguh sangat malas dalam hal mengerjakan tugas. Sehingga, menyebabkannya selalu menyewa jasa pembuat makalah tugas dengan Sooji sebagai pemilik tunggal sekaligus karyawannya.

“Ya sudahlah. Terima kasih!”

Sooji melambaikan album ke-7 milik SUPER JUNIOR di hadapan Jongsuk dengan tampang yang bukan main senangnya. Binar matanya pun sangat menggambarkan kalau gadis itu sangat puas sekali. Ia sudah mempunyai enam buah album MAMACITA baik versi A maupun versi B. Termasuk album yang sekarang ada di genggamannya.

Jongsuk jadi tak yakin dengan niat yang sudah ia pupuk sebelumnya. Melihat ekspresi Sooji yang kelewat bahagia memeluk album itu malah membuat ia semakin jiper. Jongsuk menggeleng. Ia harus bisa! ‘Aku kan seorang pria!’

Tiba-tiba pergelangan tangan Sooji dicekal oleh Jongsuk. Sehingga menghentikan kegiatannya yang sedang mengelus hardcover album tersebut. Ia pun tercekat dibuatnya.

“Yaa, ada apa? Lepaskan. Kau aneh!” cecar Sooji serayaa menarik paksa tangannya yang berada di genggaman Jongsuk.

“Sooji-ya, ”

Perlahan Jongsuk pun melonggrkan cekalannya di tangan Sooji. Alih-alih melepaskannya, pria itu malah menautkan kedua tangannya dengan milik gadis itu dengan lembut.

“Kau aneh sekali! Ada apa ini?!”

“A-aku tidak bisa menahannya lagi. Semuanya seperti siap menelanku hidup-hidup. Tenggorokanku seperti tersedak ranjau. Pasokan oksigen juga sering menipis di sekitarku. Bae Sooji, aku menyukaimu!”

Jongsuk mengeratkan genggamannya kepada gadis itu. Ia gemetaran saat menyatakan perasaan yang ia simpan untuk Sooji sejak pertama kali ia melihatnya. Sementara gadis itu dibuat melongo parah akibat conffesion yang tidak ada romantisnya sama sekali. Oh Jongsuk mau mati atau apa?!

“Astaga, apakah aku masih hidup? Rasanya aku mau mati,  ” Sooji berkata dengan suara pelan.

Jongsuk dapat mendengarnya. Ia melepaskan tautannya dengan gadis itu. Pundak gadis itu pun dicengkeram dengan erat di kedua sisinya. Disejajarkannya pandangan sayu miliknya dengan manik cokelat almond muda kepunyaan gadis itu.

“Kumohon jangan tinggalkan aku dulu. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi mesikupun aku telah mati, ” balas bocah itu yang suaranya lebih terdengar seperti angin lalu. Sooji yang mendengarnya segera memasang ekspresi ingin muntah.

“Yaa! LEE JONGSUK! Kau mau kukirim ke mana? Ke surga atau neraka? Tinggal sebut saja!”

“Aku ingin pergi ke suatu tempat, bernama, ” Jongsuk menggantungkan ucapannya.

Sooji berpura-pura tidak peduli mendengarnya walaupun di dalam hati ia juga dag-dig-dug-suer menanti jawaban tak penting itu.

”hatimu.” sambung Jongsuk dengan pasti. Tak lupa ia juga menaruh imbuhan berupa senyuman yang tinggi akan kadar glukosa. Berharap gadis di depannya akan luluh padanya, kali ini saja.

“Hush! Berisik!’

END.


ini edisi revisi.~

bye.~

Advertisements

8 comments

  1. Aigoo……Suzy begitu senangnya kah dirimu mendapatkan Album yang Jongsuk beli di pasaran….haha……… Tengok wajah Jongsuk sok benar kayanya, dan hebatnya+ nya lagi dia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya menggunakan raya mautnya yang garing. Keke……..hasilnya apa coba?…….tak di tanggapi Serius oleh Suzy kan. Haha………..Jongsuk2…….

    Menghibur………Nara Gomawoyo.

    *BOW* 🙂

    Like

  2. Aku reader baru izin baca ya thor,,aigo jongsuk cara mu menyatakan cinta ke suzy gombal bgt,ngak kebayang gimana raut muka jongsuk hehe,,ntah kenapa kalau baca ef ef cast ny couple ini rasa nya cocok bgt,bayang in muka sama ekspresi ny suzy dan jongsuk tu berasa ada sesuatu,,ditunggu ff yang lain ny thor,,semangat

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s