Apocalypsoo [Deleted Part #Suzy]

Fallen // Apocalypsoo

ap1

Apocalypsoo Deleted Part #Suzy

xianara | Bae Suzy | Adventure, AU, Life, Action, Little bit Suspense, | PG 15 | Ficlet | disclaimer: beside the poster and story i own nothing!!!!

warning! tulisan bercetak miring=berbahasa inggris.

Kau sudah buat surat wasiat belum? Sayang sekali aku belum buat, hehehe,

9 months ago from March 24, 2014, Pacific Ocean, 

Keadaan kokpit pesawat dengan jenis jet pribadi itu dibuat kalang kabut. Baik pilot maupun co-pilot berusaha sebaik-baiknya mengendalikan pesawat yang mulai hilang kendali setelah mengalami kerusakan baling-baling di bagian sayap kiri.

Kapten! Roda belakang sepertinya macet!” seru seorang wanita. Tangannya fokus menekan tombol berbagai warna. Tuas pada kendali utama pun juga tak luput dari pengawasannya.

Sial! Ada apa dengan benda ini?!” umpat seorang pria paruh baya berkumis tipis di samping gadis yang menduduki kursi kemudi pilot.

Sumpah Kapten! Aku berani bersumpah demi jarum pentul nenekku! Semua mesin, roda, baling-baling, hingga bagian ekor yang tidak ada sangkut pautnya sudah kuperiksa! Bahkan teknisi dari Isla Mederao juga berkata seperti itu!

Ah! Sekarang baling-baling di sayap kanan ikutan tidak berfungsi!

Tuas utama di genggamannya segera ditarik sekuat tenaga oleh pilot itu. “Bersama-sama. hitungan ketiga. 1, 2, 3!

Kedua manusia itu kembali menarik tuas pengendali burung raksasa itu ke atas. Berusaha meminimalkan hantaman keras yang siap menerjang mereka.

Kapten! Kita harus memberi berita gawat dua belas ini kepada kabin penumpang juga!!

Suzy, itu tidak ada gunanya,

Co-pilot yang dipanggil Suzy itu pun mengeraskan ekspresi wajahnya. Mulutnya pun terasa kaku untuk digerakkan. “Maksud Kapten?

Ini sudah direncanakan. Mematikan kita semua. Bahkan pos dari Isla Mederao pun tidak meroger kita saat kita berada di ketinggian 30.000 kaki. Ini adalah hasil konspirasi dari pihak Penjara Mederao. Mereka tidak ingin aib yang sudah lama terkubur diumbar ke khalayak luas.

Suzy tidak mengerti maksud dari pembicaraan sang kapten yang lebih cocok menjadi ayahnya itu.  “Bagaimana kau tahu?

Itu tidak penting Dear! Kau sudah buat surat wasiat belum? Sayang sekali aku belum buat, hehehe, “ gurau kapten itu seraya menerbitkan kekehan ironis dari mulutnya.

Berarti pesawat kita telah disabotase sebelumnya? Ah sial!!” umpat gadis itu. “Kapten, kita harus menerjunkan mereka secara darurat! Para jurnalis itu harus selamat ‘kan?

Jurnalis dari BBC itu memang harus selamat. Berita itulah yang terpenting.

Ya sudah mari kita lakukan itu sekarang!

Tidak ada waktu lagi. Waktu crash tinggal lima menit lagi,

Suzy memejamkan kedua matanya. Ini tidak mungkin. Kedua tangan yang setia memegang tuas kemudi pun melemas dari pegangannya. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Tiba-tiba wajah ayah dan ibunya yang sudah lama tak ia jumpai melintasi rumah imaji gadis itu. Tidak sekarang! Ia tidak boleh menangis sekarang!

Kepentingan para penumpang adalah prioritas utamanya saat ini. Maut menjemput tak apa. Toh itu sudah menjadi konsekuensi mutlaknya sebagai seorang pilot.

Mari kita selamatkan mereka Kapten! Meskipun itu hanya 0.1 % kemungkinannya dari 100%!” tukas Suzy dengan optimisme yang tinggi.

Kapten Jeviah, yang menangkap rasa percaya diri tertinggi yang pernah ditunjukan rekan terbang yang lebih cocok menjadi anak gadisnya itu pun tersenyum getir. Semangat gadis ini memang tidak bisa dianggap sebelah mata. Namun apa daya. Kemungkinan untuk selamat pada kondisi seperti ini adalah tidak mungkin dari yang paling tidak mungkin.

Suzy, kau tahu ‘kan aku dan ayahmu itu sahabatku sejak bangku kuliah?

Gadis itu mengangguk.

Pesan Richard untukku adalah selalu menjagamu. Aku sudah berjanji kepadanya atas nyawaku oleh karena itu sudah menjadi kewajibanku untuk selalu di sampingmu. Membuatmu tetap hidup,” pria itu lantas melepas sabuk pengaman yang melingkar di tubuh gadis itu.

Suzy menggeleng tak percaya. Kapten Jeviah justru menyodorkannya sebuah parasut berwarna hitam bergradasi kuning di tengah dan pinggirannya. Jadi, ia bermaksud untuk membuangku dari burung raksasa ini? Pesawat mini jet milik BBC di New York berjenis sukhoi ini sudah menjadi partner terbangnya semenjak ia mendapat lisensi menerbangkan pesawat. Tetapi ia malah dipisahkan secara paksa dengan burung baja yang sudah seperti belahan jiwanya ini?

Kapten, tolong jangan lakukan ini padaku! Kumohon, “ pinta gadis itu sambil menggelengkan kepalanya kuat.

Waktu crash tinggal empat menit lagi! Suzy Bae cepat keluar dari sini!

-Apocalypsoo-

Advertisements

3 comments

  1. Aigoo….Suzy di keluaran dari burung raksasa itu. Hehe…. Bagaimana nasib penumpang, dan namja yang tak lagi muda itu. Keke…. Apakah ini ada next nya Nara?

    Ff ini antara di buat tegang sekaligus bikin senyum2 hehe……

    Nara hwaiting…. Gomawoyo.

    *BOW* 🙂

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s