[#COLORS Series] Melting

cover

COLORS’ Series

#4 Melting

Previous tracks: One Step, Only You, Love Song

@xianara | Meng Jia and Jackson Wang | AU, Family, Fluff | 427 words count | general | disclaimer: beside the plot and story line i own nothing!

“Es krim lezat! Ayo-ayo! Semuanya ke sini!”

Seruan pedagang es krim keliling mengotori telingaku. Konsentrasiku dalam menyelesaikan soal logaritma pada lembar kerja tugasku seketika buyar. Derap langkah tak sabaran yang memantul dengan lantai kayu di ruang tengah rumahku menambah parameter kekesalanku. Kulirik seorang Jackson yang berlari dengan terbirit-birit keluar rumah. Kuyakin, dia pasti berusaha mendapatkan antrian pertama untuk mendapatkan es krim cokelat pisang favoritnya.

“Tukang es krim sialan!”

Aku menghela napas. Pensil mekanik yang sempat kubuang tadi segera kupungut. Aku mengambil kertas jawabanku lalu melanjutkan kembali tugasku yang tertunda.

Bagus. Lima menit ke depannya aku berhasil fokus sehingga dapat menyelesaikan tiga soal terakhir.

Selesai.

Aku pun merenggangkan tubuhku. Mengerjakan tugas di saat liburan musim panas memang pilihan yang buruk. Aku pun segera menyusun kertas jawabanku yang tercecar ke sana – sini. Tiba-tiba, sosok Jackson muncul di hadapanku sambil menjilati es krim pisang cokelat favoritnya. Uh, lihat wajahnya yang belepotan itu. Menggelikan!

Yaa! Jangan dekat-dekat!”

“Kenapa?” jawab Jackson. Dia pun menatapku lengkap dengan tampang yang super polos.

Aku kesal. Dasar bocah sekolah dasar. Tanpa menatap balik Jackson, aku pun kembali memunguti kertas jawaban dan soal logaritma yang berhasil membuat seluruh syaraf di otakku migrain.

“Nanti es krim-mu meleleh. Dan akan mengotori kertas jawabanku.” jawabku tak acuh.

“Oh, begitu. Tapi aku makan es krimnya cepat, Kak. Jadi tidak akan meleleh.”

“Cepat tapi belepotan. Itu sama saja, tahu.”

Aku menghitung lembar jawabanku. Tunggu, lembar jawabanku kurang satu. Ke mana perginya, ya? Kertas jawaban yang ada di tanganku pun kuperiksa kembali. Siapa tahu kertasnya terselip.

“Kak Jia, ada apa?”

“Kertas jawabanku kurang.”

“Oh. Itu Kak, “

Perasaanku tidak enak. Ya, benar. Intuisiku pun berkata setuju.

“Kak Jia, eung, kau cantik sekali. Kenapa tidak pergi berkencan saja? Kuyakin takkan ada pemuda yang bisa menolak pesonamu.”

Perasaan anehku semakin kuat ketika aku mendengar pujian keluar dari mulut Jackson dengan lancar. Tanda-tanda kalau Jackson berbohong: jika berbicara dia lancar dan tidak menatap tepat kepada orang yang diajak bicara.

Mata Jackson pun tertuju pada sebuah kertas yang terlipat di hadapannya. Aku dapat melihat simbol dari universitasku yang tembus pandang. Beruntung, aku masih bisa menemukannya. Aku pun segera mengambil kertas yang mungkin jawabanku itu. Sebelum aku membuka kertas jawaban itu. Jackson tiba-tiba kabur dari pandanganku. Aku pun melihat stik es krim bekasnya di dekat pensil mekanik milikku. Aneh, ada apa sih?

Ternyata, ketakutanku itu benar. Perasaan aneh itu menjurus pada satu hal.

***

***

***

“JACKSON!!! Kau mengotori lembar jawabanku! Haaa!! Dasar adik durhaka! Sudah kubilang untuk tidak makan es krim di dekatku ketika aku sedang mengerjakan tugas. Lihat, hasilnya?! Lembar jawaban tugas matematikaku!!!

***

***

***

TAMAT

Advertisements

6 comments

  1. hai xianara ^^
    aku iseng mampir ke blogmu dan menemukan colors series ini. aku lagi craving ficnya mbak fei sama jia eh nemu si kunyuk jackson di sini astagaaa
    bagus ini! penokohannya sesuai banget sama karakter mbak jia yg rada2 :p
    btw jackson tuh emang deketan sama si jia ya daripada fei, padahal marganya samaan sama fei. di fic2 jackson sering ngerjain jia gitu soalnya…
    but anyway i love this! XD keep writing.

    Like

    1. uwah dikunjungi sama kak liana?!!! selamat mampir kak ^^ *wait sehabis ini aku akan obrak-abrik lapak kak liana di utopia land 😉 *

      kalau penokohan aku mah masih standar2 kak, belum bisa sedetil kak liana dan penulis di blog mahir lainnya.but i will keep improving 🙂 dan bener banget!! si jackson ini kan teromg-terongannya kakjia, kalo ada kegiatan bareng nempel mulu gitu, rada2 bikin jeles sih,hahah…
      yes, thank you kak, keep writing too for kak liana ^^

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s