[18/7 Series] #7: Rendezvous

RENDEZVOUS

xianara present

#7: Rendezvous

Bae Suzy [miss A] and Oh Sehun [EXO] | AU, Fluff, slight!Romance | Vignette (1336 words) | PG 15 |

THE FINAL EDITION of 18/7 Series

At that night, I was about wondering remembrances. Are you making love live?

Suatu malam yang tak terlalu cerah, langit cenderung tak berbintang. Ada Suzy yang tak bisa berhenti tersenyum. Senyumnya itu beralasan dan bermuara pada satu titik; Sehun.

“Suzy!”

“Sehun!!”

Kedua insan itu kembali bersua setelah sepuluh tahun tak bertemu, waktu yang cukup lama. Suzy nampak tak berubah sama sekali di mata Sehun, senyumnya masih sama, pun dengan cara berbicaranya, hingga bagaimana Suzy memandang dirinya itu pun tetap saja berkesan. Yakni, sebuah pandangan mendamba yang tertutup kabut tipis bertajuk persahabatan.

“Ada kerutan di dekat matamu, “ Suzy menunjuk kerutan itu dengan mengerucutkan bibir, diakhiri kekehan yang terdengar renyah.

“Kau masih saja cantik seperti dulu..” puji Sehun.

“Ei, kau juga masih tampan. Tidak, makin tampan, omong-omong. Aku ‘kan belum selesai berbicara.” kilah Suzy sambil tersenyum manis.

“Kau juga makin cantik, Suzy.”

Pujian demi pujian bernada tulus pun mengucur deras dari mulut keduanya. Lama tak berjumpa membuat keduanya lupa waktu. Satu jam terasa seperti satu menit. Semuanya nampak berkilauan, seperti berlian yang menyeka angkasa yang kelam. Tempo yang bergerak secepat kilat itu pun melipir rasa di antara keduanya.

Apakah ini awal yang patut untuk dilanjutkan?

***

Dengan segelas wine di tangan masing-masing, Sehun mengajak Suzy untuk menjejak langkah ke area balkon resort. Desau angin malam menampar Suzy yang saat itu hanya mengenakan balutan dress longgar tak berlengan yang menjuntai sampai ke bawah lutut.

“Dingin, ya.”

Sehun mengangguk tanda setuju. Sejurus kemudian, blazer yang membungkus kemeja hitamnya pun beralih menyelimuti tubuh Suzy.

“Terima kasih, Sehun.”

Keduanya kembali terdiam. Samar-samar, memori di masa lalu menyeruak ke dalam relung hati masing-masing, berebut tuk saling menempati posisi yang sudah lama mereka tinggalkan.

“Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Sehun, memecah keheningan yang menyelubungi.

“Sangat bahagia. Jantungku rasanya mau meloncat dari tempatnya.” Suzy terkikik. “Bagaimana denganmu?”

“Sama sepertimu. Malahan, sekarang aku telah kehilangan jantungku.” ujar Sehun.

Suzy menyemburkan tawa atas sarkasme pemuda itu lantas menyesap wine-nya sedikit. Sensasi membakar pun melintasi tenggorokannya.

“Aku sangat senang karena aku bisa bertemu denganmu lagi. Sepuluh tahun kau menghilang tanpa kabar, tanpa meninggalkan nomor ataupun email untuk kuhubungi. Hu, menyebalkan!”

“Maaf, “ gumam Sehun. Manik yang kelam itu pun menyapu siluet gadis di sampingnya, membiarkan dirinya terbuai mengamati profil samping Suzy.

“Untuk apa meminta maaf? Memangnya, kau menyesal, eo?” balas Suzy, menyenggol lengan pemuda itu. Tatapannya pun berubah menjadi geram namun perlahan melembut; efek dari Sehun yang merangkul pundak Suzy.

“Apa aku terlihat menyesal? Hm?” Sehun mendekatkan kepala kepada Suzy, yang dibalas cubitan pada hidungnya yang bangir. Sehun memekik kesakitan tetapi tidak bisa untuk menahan kedua ujung bibirnya terangkat, membentuk sebuah keluk berupa senyum.

“Kau tidak menyesal – aku bisa melihat itu dari tatapanmu, Presdir Oh. Aku turut senang mendengar kau sudah didaulat menjadi presdir, omong-omong.”

Sehun mengangguk samar, “thanks, Suz.”

Selanjutnya, mengikuti semilir angin yang menerjang, pemuda itu mengeratkan rangkulannya kepada Suzy. Dan membiarkan kehangatan mengalir ketika jemarinya mendapat usapan dari si gadis.

Tiba-tiba, Sehun membuka suara, “apa kau sudah menikah?”

Sebuah tanya yang terlontar barusan, seketika mampu membuat Suzy terdiam. Sehun merasakan gelagat Suzy yang aneh setelah  berkata seperti itu. Sontak, dia pun melonggarkan rangkulan pada bahu Suzy. Gadis itu seperti menjemput rindu pada kedua mata Sehun, membiarkan dirinya menyesapi sebentar kuesioner pria kalem itu kepadanya.

Akan tetapi tatapan rindu itu terasa getir.

***

“Sudah – “ jawab gadis itu dengan santai seraya mengalihkan pandangan dari Sehun, senyum getir lantas tercetak di bibirnya.

“ – bercerai juga sudah. Kau sendiri bagaimana?”

Sehun merasakan asam di balik senyum yang dipasang Suzy. Mulutnya pun terasa kaku untuk digerakkan. Dasar bodoh! Sehun tidak berhenti menghunjam cerca pada dirinya sendiri.

“Oh, m-maaf aku tidak – “

“Kau tidak perlu meminta maaf, aku bercerai ‘kan bukan salahmu.” potong Suzy.

Suzy pun memberanikan diri untuk menyentuh punggung ringkih pemuda itu, menepuknya pelan.

Toh, perceraian bukan sesuatu yang diinginkan setiap orang. Tuhan memang membolehkan untuk itu namun siapa tahu kalau Tuhan juga sangat membenci perceraian meskipun itu satu-satunya jalan keluar yang tersisa bagi kedua belah pihak yang bersengketa.

“Aku turut menyesal.” Sehun menundukkan kepala, menatap lamat-lamat kedua ujung sepatu pantofelnya.

It’s okay, Sehun. lalu bagaimana denganmu?” tanya Suzy balik.

“Aku sudah bercerai – “

Kedua mata itu tidak dapat berpaling darinya. Suzy mencoba menebak air muka pria itu yang terlihat datar. Tak ada riak, tidak mampu terbaca olehnya

“ –  tapi belum menikah.” ungkap Sehun.

Suzy pun mengusap punggung Sehun pelan, seolah meredam rasa nyeri yang biasanya timbul ketika masa lalu yang pahit mulai menyeruak. Suzy mengerti, dia pun enggan bertanya lebih lanjut mengenai hubungan yang dijalin Sehun pada masa tersebut. Bukannya ia tak peduli, hanya saja perkara yang mendera Sehun terlalu rumit.

Sehun merasakan kehangatan pada punggung juga bahunya. Tahu-tahu, Suzy bersender di bahu Sehun, memejamkan kedua mata.

Adakalanya Sehun berhasil menahan setiap gejolak di dalam tubuhnya untuk tidak berada dalam radius sedekat ini dengan Suzy, namun kali ini, Sehun tak kuasa tuk melawan. Jemarinya pun terangkat untuk membelai pipi bak pualam milik Suzy yang terasa dingin di permukaan kulitnya.

Kesenyapan mengisi ruang di antara Sehun dan Suzy. Membiarkan keduanya menikmati sejenak waktu berharga seperti ini, yang mustahil kan terulang. Saat rembulan berbentuk sabit itu semakin tinggi di angkasa, Sehun pun memutuskan untuk mengajak Suzy masuk ke dalam resort.

“Sehun, “ panggil Suzy dengan lengan yang menahan Sehun tuk beranjak. Sehun memilih geming, memandang Suzy yang siap melontarkan sesuatu dari mulutnya yang berkomat-kamit tidak jelas.

“Ya?”

Tanpa bantuan heel, Suzy mungkin akan berjinjit. Namun dalam sekejap, dia mendaratkan sebuah kecupan di pipi Sehun. Kecupan itu ringan, manis, dan hangat. Suzy tak dapat mengalihkan pandangan dari kedua mata Sehun yang memandang takjub.

“Hadiah reunian. Maaf, habis aku tak sempat membawa sesuatu.” aku Suzy.

Sekelumit tanya yang menyeruak pun diabaikan oleh rasa penasaran Sehun. Dia membalas kecupan singkat Suzy dengan sebuah kecupan juga, di bibir. Sehun merasa dirinya terbakar sehingga dia tidak dapat berpikir secara sehat. Semua perasaan mendamba yang hanya bisa menetap jauh di dalam lubuk hatinya dan terpancar di kedua matanya kini tertuang dalam satu aksi.

Sehabis ini, pemuda itu sendiri tak yakin apakah dia atau Suzy yang menjadi setan di sini? Bolehkah dia berasumsi kalau keduanya yang membuat rasa itu hidup? Bisakah asumsi itu melesat menjadi sebuah realita yang berlari dengan bertelanjang kaki di tengah rumput kehidupannya?

Bibir Sehun hanya menyentuh permukaan bibir Suzy yang terasa hangat dan sangat lembut itu tanpa ada keinginan untuk merengkuhnya. Lebih tepatnya, pemuda itu kehabisan keberanian untuk menyesap bibir yang ranum itu. Sensasi aneh menggelitik seluruh saraf tepi Suzy, membuatnya tak dapat melakukan apapun selain merasakan bibir Sehun yang menempel di atas bibirnya.

Merasa cukup, Sehun pun melepaskan tautan itu sebelumnya dengan memberikan tekana pada bibir Suzy yang terasa memabukkan itu. Setelah itu, dia pun menjauhkan kepalanya dari paras Suzy.

“A-apa ini hadiah juga?”

Sehun menggeleng lantas mendekat kembali, memandang sejenak manik yang menyimpan sejuta magis untuk memikatnya itu.

“Ini namanya ciuman.” ujar Sehun. Wine yang tersisa sedikit pun segera dintandaskan sampai habis olehnya. “Memangnya kau tidak pernah berciuman dengan mantan suamimu?”

Suzy memukul kepala Sehun. Namun dia juga tidak dapat menahan rasa kesal itu terlalu lama. Derai tawa pun tahu-tahu mengisi udara di sekitar mereka berdua. Sulit bagi gadis itu untuk menyembunyikan tawa ataupun senyum di atas bibir, apalagi pada kuesioner konyol Sehun barusan. Berciuman? He, tentu saja pernah!

“Kau sebut itu sebagai ciuman? Ha, pantas saja dia meninggalkanmu. You aren’t a good kisser, though.

Mendengarnya membuat Sehun merasakan kedua matanya yang berkedut. Dia pun membiarkan Suzy mengularkan tawa mengejek padanya. Apa barusan dia meremehkanku? He, belum tahu saja dia.

“Oke-oke, aku memang bukan pencium yang err, baik. Aku akui itu. Tetapi, “ Sehun menarik Suzy untuk mendekat, lantas menatap kedua maniknya yang membulat karena perlakuannya yang tiba-tiba itu. “ kau termasuk yang beruntung, Suzy.”

“Kenapa aku?“

Aroma bunga krisan yang dipadupadankan dengan madu meracuni indera penciuman Sehun. Kepalanya memang hampir menempel di cerukan leher gadis itu. Sesungguhnya, dia hanya menyender di atas bahu mungil Suzy lantas beralih menilik paras titisan Hawa itu dengan tatapan yang teduh.

“Selamat untukmu karena telah mendapatkan ciuman, pertamaku.”

What? Aku tidak percaya!” lengking Suzy. Dia pun menjatuhkan rahangnya, membiarkan dirinya menyesapi dalam-dalam makna di balik perkataan pemuda itu barusan. Apakah Sehun sedang ngelaba?

“Bae Suzy, kau sangat beruntung.”

TAMAT.

a/n:

Pertama-tama Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi teman-teman yang menjalankan 🙂

mohon maaf lahir batin, ya, teman-teman 🙂 ! Maafkan segala kesalahan saya baik yang tersurat maupun tidak, maafkan segala pekrataan dalam balasan komentar saya kepada kalian yang luran berkenan di hati, maafkan juga ya atas segala kekurangan yang terdapat pada diri saya selama saya menjadi author di sini. Betewe, this is my first time, going thru the holy’s month with KSF, as an author! So, I just cant believe, and I think that would be awesome!!hehe.

and, whhhooooohooaaaaaaa, #sujud syukur#, di tengah kendala dan UTS kemarin, akhirnya 18/7 Series ini kelar, yeay! Sebenernya project ini tuh tercetus dari awal bulan mei kemarin tapi realisasinya mesti di-delay karena adaptor laptop yang rusak dan sekarang alhamduilillah udah bener lagi.

Kalo boleh cerita nih, untuk menampung ide project ini yang berseliweran di kepala saya, akhirnya saya pun menuangkan semua tulisan itu ke atas kertas modul dan notes sakti saya.haha… kalo diceritain, proses pembuatan project ini bener2 maknyoz, saya akhirnya kembali ke metode konvensional; nulis semua ff di atas kertas pakai pulpen.

Terus, awalnya ide pembuatan ff ini muncul di permulaan minggu bulan mei, sebelum UTS.wksks, emang parah banget saya. Bukannya belajar buat UTS malah sibuk nulis kerangkat cerita di atas modul. Dan parahnya lagi, project ff itu rampung dalam kurun tempo yang kilat, singkat, dan omaigat ai ken biliv!!! Saya sendiri aja gak percaya!!! Secara, saya ini terkenal akan ke-ngaretan soal project ff yang akhir2 ini sering kena delay karena alasan personal. Huhu, apakah saya harus bersyukur karena project ini yang cepat selesai di tengah kendala yang mendera atau menyesal nanti saat pembagian khs?hahaha… but, pada akhirnya saya tetap memilih untuk bersyukur 😀

Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya pun saya tujukan kepada semua pembaca budiman yang rela meluangkan waktu dan meninggalkan sepatah dua patah kata berisi saran kritik dan tanggapan untuk fanficts2 di sini 🙂

terima kasih juga kepada para casts yang sudah menginspirasi saya selama proses pembuatan series ini!! saya semakin cinta kalian semua! Dan berhubung banyak cast baru yang dipakai, saya rasa kecakapan menulis saya pun seperti diasah untuk lebih tajam lagi, hehe….

setelah saya menyelesaikan series ini, saya masih merasakan gelimangan kekurangan yang terdapat pada ff saya. Maka, untuk kedepannya, saya harap dan yakin saya bisa menjadi jauh lebih baik lagi J

menulis memang bukan passion murni saya tetapi menulis itu sungguh menyenangkan!

Sekali lagi, terima kasih semuanya! Semoga hari kalian menyenangkan – bagi yang sedang berpuasa, ayo tetap semangat terus, yehey!!

Akhir kata, terima kasih dan sampai ketemu di project selanjutnya!

*alamak, panjang betul ini….macam pidato tujuhbelasan saza-_-*

Advertisements

25 comments

  1. asdhjkl;hgssaajajgdjad
    INI SEHUN AMA SUZY TEMEN APA TEMEN SIHHHHH?????
    seriusya, baca ini tuh kayakkk, arghhhhhh, i can’t imagine how hot they are lol//mungkin ini efek udah buka puasa, jadi ngebaca skinship itu kayak huwaaa abizzz//
    bawaanya cuma mau ngomong CIEEEE~~~~
    cie yang abis ngga ketemu 10 taon
    cieee yang sama2 jomblo lagi
    ciee~~~~~~~ /O\
    tapi asli, kirain lo bakal closing dengan mas Yifan Duizhang, ternyata ama si cadhel pekok ngga bisa ngomong “es” akang Thehun kkkk

    btw, congratz Xianara~~~~~, udah nyelesain 7 fanfiksyien secara maraton, anda super sekaliiiii d”O”b, prod tu bi yor fren and rider hikssss

    Oh iya, beydeweii
    HAPPY BORNDAY NA!!!!!!!!!~~~~~~
    moga dirimu makin caem dalam berbagai aspek,
    moga puasanya lancar, amal ibadahnya diterima dan dilipat gandakan dibulan barokah ini 😀
    maaf lahir batin juga, maafkan aku bila ada yang salah berucap atau salah tulis komen yang mungkin menyinggung, i really meant it.
    moga hasil UTSnya caemm nanti, based on your writing, i know you’re kinda smart girl

    duh, aku ngga tau mau komen apalagi, aku tak cakap dlm masalah komen, intinya, HAPPY BIRTHDAY LOVELY~~~~~~~

    Like

  2. ahahaha, hailoooo mbak-mbak dispatch!!! 😀 *dan, panggilan itu kayanya emang cocok buat dirimu, 😀
    hee, sengaja emang aku ga buat yifan-suzy jadi closing, yah, buat pembaharuan mah nteu nanaon lah..
    lagian di final series ini mbak suzy daa mas thehun kubuat yah-jadian-gak-ya-mereka? ah-gak-jadian-kali! ah-bisa-aja-jadian-? ah-kaga-tauu-dah wkwkwk.
    dan, asal ente tau aja ye, ane geli sendiri deh baca fiction yang satu ini: skinship-nya dimane-mane…padahal, mah aku jarang banget nulis fanfiction pake skinship yang masya allah, batalin puasa banget itu, hihi…..
    yeeh, how about me, danikoe??? diriku super bangga bisa jadi sobat-mu di berbagai aspek, macam ngerusuh di komentar dan ngeceng-ngecengan di twitter: adakah yang lebih baik dari itu? kuyakin ada: KAPAN YAH KITA BISA COLLAB BARENG?! 🙂 yes, aing teh nunggu pisan time untuk di atas, bagaimana, neng dani?? ar yu redi?*lho, malah nagih collab?!*

    sebenernya, ada yang lebih keren daripada nyelesiin 7 ff secara marathon, lho >>>>> yang ngebuat mini-series bertajuk wonder-wall yang bikin para readers gregettz! 😀

    ah sebenernya, ultahku masih beberapa hari lagi, dan 😀
    pamali tau ngucapin duluan, ah tapi mah rapopo lah! demi ardanikoe yang terswaywang, mah rapopo 🙂 hehe, anyway thanks for the warm, crazy, adorable, cheerful, and sweet overload wishes, dan! 🙂 daku mah berlinangan air mata sembari cekikikan tengah malem baca komenan maneh :””””””””

    amin, ya rabb. wish you all the precious and worthy things in a life, back, lah my dispatch’s madame-madame 😉 😉
    eung, soal that-smart-thing kayanya musti diralat deh..hehe, cos i’m not that kind of girl, dan…….aku serius, kalau ga caya? ntar gue tunjukkin nilai matematika gue, dari sd sampe SMK kemaren yang errrr banget T___T

    hah, eniwei thanks for the sweet review, thank you i love you so muchhhhhhhh ❤ 🙂
    GBU always and fighting untuk ibadahnya, yeheyyy! 😀

    Like

      1. haha, nunggu apaan, dan? uhuk,uhuk, i smell something iye mah *ah, geer banget nih dedengkot-nya yifan*
        nah, prosedurnya seterah kita berdua, dan.. but gimana kalau kita saling ngelempar kerangka cerita, terus salah satu dari kita ngelanjutin itu?terus sampe kedua belah pihak ngerasa cocok. wk, sebenernya, ane juga ga begitu tahu bener, aku belom pernah collabs, dan~

        Like

  3. kakaak pengennya ada lanjutan gitu kelanjutan kisahnyaaa
    kereen aku suka
    romantis bgtt aaa
    kakak buatin chapternya dong :

    Like

    1. ah, kelanjutannya? bentar dulu….*mikir keras*
      hehe, lihat nanti aja deh.saya ga berani janji akan buat sequelnya *lho, penulis ff macem apa nih?*
      anyway, thanks atas review dan apresiasinya 🙂

      Like

  4. Real ending???
    Huaaaa….
    Perfect story series….
    Tp gantung banget suzy n sehun nya?
    Teman?
    Or….?
    N pasti author mau blng “terserah para pembaca mau ngebayangin mereka jd apa”…
    Wahhhh author sungguh kejammmmm…
    Hihihi…
    Cinta damai thor *angkat jari telunjuk n tengah…
    Ditunggu karya2 yg lainnya…
    Semangat terus ya,utk berkarya…
    *wink…

    Like

    1. haha, iya, ini penutup dari 18/7 series.dan kalau soal ending yang gantung dan banyak ambiguitas memang sengaja dibuat, supaya kalian bebas membayangkan apa yang bakalan terjadi sama mereka :p kesannya saya emang jahat banget apa? aduhh :””””) hehe
      santai aja~
      dan, terimakasih banyak ya sudah mengikuti series ini dari awal 🙂 terimakasih atas review dan suntikan semangatmu 🙂
      semangat untukmu juga ya 😉

      Like

  5. like like like laik ^^ endingnya aku ngbayangin mrka jdian dan nikah wkwkkk,,,xie-xie ^^ sukses trus untuk author xianara dan slm kenal

    Like

    1. terimakasih apresiasinya 🙂
      hehe, tadinya saya juga pgn mereka berdua jadian, tapi, ah yah. biarin mereka kangen-kangenan dulu lah 😉
      yap, salam kenal juga 🙂 betewe panggil xian atau xia aja, embel2 author-nya gausah dibawa-bawa, hehe

      Like

  6. Aaaa~ ternyata Na juga ounya WP pribadi.. Ijin ngubek2 yaaa..
    kebetulan lg cuti sakit #jadicurhat jd pengen baca2 hohoho..
    baru baca 18/7 Series langsung bc yg final..kkk kynya mesti flasback yaa..
    finalnya bikin geregetan,,, XD, semangt yaa

    Like

    1. halooo kak dizty 🙂 wah seneng banget bisa dikunjungi sama kaka yang cantik ini 🙂
      aduh, semoga cepet sembuh, ya kak :^) dan semoga ff-ku bisa membantu memulihkan kaka(?)*haha* 🙂
      hee, gapapa,ka dizty, santai aja 🙂
      siapp, selamat menjelajah 🙂

      Like

  7. HAHA baru sekali ini baca pairing ini, dan ngakak ngikik sendiri sama obrolan mereka yang… cukup berat, menurutku. Cara kakak ngolah dialognya udah bagus, tapi saran ya, kak. Kalo untuk dialog yg dilanjutkan dengan ‘katanya’, ‘ujarnya’, dsb itu akhiran dialognya pakai koma (,)

    Kulihat di sini masih ada beberapa yg keliru hehe. Tapi suka kok alurnya. Oke ini komentar terakhir yaa, nanti kalo ada waktu ubek2 lagi ehehet soalnya besok uda masuk nih :(( *curcol*

    Oke kak xian keep writing!

    Liked by 1 person

    1. halo lagi Niswa 😀
      wah, terimaksih ya sudha berkunjung ke sini 😀
      wah, terimakasih atas koreksinya 😀 jadi dapet ilmu baru lagi nih 😀
      weh, iya, gapapa 😀 haha, selamat mulai sekolah lagi yaaa 😀
      thanks Niswa 😀

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s