[The London’s Journal] Sprain Spirit

The London’s Journal
tlj-sp

miss A Bae Suzy , Alex-Oxlade Chamberlain, Arsene Wenger, and some Arsenal’s players. | Alternate-Universe, Life, slight!Sport | General | Ficlet

June, 2015©

In football, there is no giving up. Even for their physiotherapist.

part of THIS

Pemuda Inggris itu berteriak kesakitan sembari memegang pergelangan kakinya.

Arsene melihat tidak suka dan langsung memberingkus pandang ke arah gerombolan manusia berseragam training biru donker yang tergopoh-gopoh menghampiri salah satu anak didik remajanya, Alex. Kerutan di atas wajah rentanya mungkin bertambah. Apalagi ketika mendapati kode x dari seorang fisioterapis team-nya di pinggir lapangan hijau.

Sementara itu, di pinggir lapangan, Pemuda Chamberlain itu merintih kesakitan ketika merasakan sensasi dingin dari magic spray yang membahana di atas pergelangan kaki sampai ke tumitnya. Salah seorang fisioterapis tim London Merah itu pun segera membantu Alex berdiri. Setelah menganalisa, dia pun menyimpulkan bahwa Alex mengalami ankle sprain akibat tackle dari salah satu defender Aston Villa yang mendapatkan ganjaran kartu kuning oleh wasit. Ankle sprain atau bahasa medisnya adalah kondisi ligamen penghubung antar tulang yang mengalami peregangan. Sederhananya, keselo.

Kid, sepertinya kau harus absen beberapa minggu dulu.”

“Lagi? Ah, menyedihkan!”

Alex masih mampu berjalan meski tertatih, dibantu oleh masseur pria yang usianya seperti ayahnya di rumah. Sementara itu, sang fisioterapis pun berjalan di samping Alex sambil menenteng beberapa perkakas medis.

“Well, sepertinya, aku harus mengatur kembali jadwal pemulihanmu, Lex.”

“Tentu saja, dan jangan masukan bayam ke dalam program-mu. Aku tidak suka, Suzy.”

Suzy – sang fisioterapis, tersenyum timpang.

Keadaan di Emirates Stadium sontak riuh. Tepukan apresiasi ditujukan oleh para penggemar kepada Alex Oxlade-Chamberlain yang mesti meninggalkan lapangan, tiga puluh menit lebih cepat dari waktu normal. Tampang pemuda Britania itu yang sebelumnya masam kini lebih baik ketika mendapati dukungan dari para penggemar yang men-chant namanya berulang kali. Wanita yang bertugas sebagai fisioterapis di sebelahnya pun mau tak mau tersenyum karena tingkah labil remaja tanggung bernomor punggung 16 itu.

Setenteng perabotan medis berisi perban elastis, magic spray, dan sekantung es batu disampirkan lebih erat oleh Suzy di atas bahunya yang sempit. Beberapa joke pun sempat terlontar dari mulutnya untuk menghibur Alex yang tampak murung.

Ya, bagaimana, tidak murung? Menjelang libur liga, dirinya malah berkutat pada cedera. Ya, meskipun cederanya tidak terlalu parah, tetap saja judulnya cedera. Padahal, baru empat bulan dia kembali merumput bersama tim setelah pulih dari Hamstring yang memakunya selama kurang lebih enam pekan. Walaupun cedera ankle yang dideritanya masih cukup ringan, tetap saja tidak ada untungnya. Sekali lagi, cedera adalah momok yang menakutkan tidak hanya bagi para pemain sepak bola tetapi juga semua atlet.

Bahu pemuda berkulit cokelat itu pun dihadiahi tepukan semangat dari Arsene yang dilewatinya. Segera, dirinya, Alex dan sang masseur serta satu dokter utama pun menghilang di balik lorong menuju ruang ganti pemain.

Usai London Derby melawan Aston Villa kali ini, Suzy harus segera menyelesaikan list program pemulihan Alex dari cedera. Usaha untuk recovery pun wajib dilakukan semaksimal mungkin, mengingat tingkat pemulihan Alex yang cenderung rendah dibandingkan para pemain lain.

Semangat yang membara dari para pemain di tengah lapangan dan para penggemar yang fasih men-chant untuk mendukung Mertesacker dkk. sontak tertular pada hati gadis Asia itu. Tentu saja, sebagai seorang fisioterapis, kebugaran pemain adalah prioritasnya. Dan sekarang adalah waktunya beraksi. Menunjukkan bagaimana keterampilan yang selama ini dibanggakan oleh Suzy dalam mengatasi problema cedera yang menyerang pemain.

In football, there is no giving up. Even for their physiotherapist.      

Cercah senyum di atas bibir tipis itu menguar. Sontak membuat Alex menggeleng ngeri, melihat Suzy yang senyam-senyum sendiri.[]


a/n

saya bukan penggemar arsenal padahal…sebenarnya saya ini los blaugrana gak nanya juga, dan my favourite jugador there is the one and only Gerard pique yang syudah menjadi hot papa tapi gantengs-nya poll, hih gak nanya jugaaa -_- hoho

ide buat nulis mengenai fisioterapis dalam dunia sepak bola ini udah lama nguprek di otak saya dan sempet bercita-cita untuk menjadi fisioterapis sampai mau ambil jurusan itu tapi langsung pupus harapan karena mentok di biaya cuma baru tersalurkan sekarang aja.haha…..

oke deh sekian. Wassalam. Wkwkwk 😀

Advertisements

4 comments

    1. heee, maaf ya kalau kamu belum ngerti. yap, mungkin ini juga karena saya yang kurang pandai mengolah kata 🙂 terima kasih atas suntikan semangatnya 🙂 fighting for you, too 🙂
      ehh, akan lebih baik kalau kamu panggil saya, xian atau xia saja, biar lebih akrab 🙂

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s