[Vignette] Bitterly

bitterly

adapted from my original fan-fiction with the same title

BitterlyKorean version

miss A Bae Suzy and actor Ji Chang Wook|  Alternate-Universe, Fluff, failed-Tragedy, slice of Life | PG 15 | vignette | disclaimer beside the poster and story-line I own nothing!!

original version of Bitterly is here

Happy Reading!!

Kata siapa berduaan dengan pria tampan itu menyenangkan? Kata siapa?! Suzy sangat tidak setuju dengan itu. Tunggu dulu, pria tampan?! Siapa bilang begitu?

Oh tidak, sepertinya seluruh orang di dunia sedang memusuhi gadis berambut panjang itu. Setiap hari, dunia hanya menawarkan ketidakberuntungan padanya. Mulai dari selalu terserempet masalah dengan chef killer, kurang fokus saat bekerja dan hukuman dari ayah yang benar-benar menyiksa. Dia pun sampai pada saat di mana merasa frustasi berat hingga pernah ingin menegak segenggam bubuk lada hitam gara-gara kepalanya yang mau meledak.

Seperti malam-malam biasanya. Sebelum ia diperkenankan meninggalkan pantry oleh atasannya, Suzy selalu dilimpahi tugas-tugas yang tidak masuk akal. Contohnya saja seperti sekarang ini.

Suzy, gadis mungil itu sedang mendapatkan hukuman dari kepala chef di tempatnya bekerja yang terkenal galak. Chef Chang Wook, everybody knows him. Secara, dia itu didapuk menjadi role model di program memasak, miliknya sendiri, di sebuah stasiun televisi swasta ataupun sebagai panelis kompetisi memasak. Tetapi, kali ini kita tidak akan membicarakan kiprah chef sangar itu melainkan bagaimana kronologi yang mesti dijalankan Suzy sebelum diizinkan untuk kembali ke apartemen oleh Chang Wook.

***

Suzy heran bukan main. Pasalnya, dia ‘kan hanya menjabat sebagai cooking helper bukan juru masak tapi kenapa dia musti stay sampai larut malam seperti ini, bersama Chang Wook pula.

Untung Suzy masih ingat kalau pisau yang dipakai untuk mencacah sebaskom penuh bawang merah itu tajam, kalau tidak? Wah, kalau tidak bisa-bisa haluan pisau itu berubah untuk mencincang mulut Chang Wook yang suka berbicara pedas bahkan melebihi cabai jalapeno.

Chef, I think I didn’t something wrong.” ujar Suzy di tengah acara kupas bawang sambil menahan rasa menyengat pada kedua matanya.

“Yup.” Jawab Chang Wook pendek.

Mendapati jawaban pendek seperti itu, Suzy pun mendelik kepada Chang Wook, diam-diam tentunya (siapa pula yang berani mendelik langsung kepada manusia cabai itu?). Kesabaran yang sebelumnya turun drastis itu pun segera dipupuk lagi oleh Suzy. Menghadapi orang seperti Chang Wook mesti ekstra sabar!!

Chang Wook berdiri di samping Suzy. Matanya pun tidak kecolongan untuk memastikan agar gadis itu tidak berhenti melakukan tugasnya barang sedetik saja. Di tengah kegiatan mengawasi Suzy, Chang Wook ikut menyibukkan diri dengan menguliti beberapa butir apel merah dan memotongnya menjadi bagian yang kecil-kecil.

So, mengapa saya masih berada di sini? Setahu saya, acara kupas bawang seperti ini tidak ada di dalam list tugas saya. Chef, I’m sorry for saying this but I think I’m just a cooking helper in this kitchen, so it doesn’t mean that I –

Shut up, can you?”

Dihadiahi teguran culas seperti itu oleh Chang Wook, Suzy tidak merasa terintimidasi sama sekali. Meskipun keduanya terpaut jarak usia yang lumayan besar, Suzy tidak gentar menghadapi kepala chef yang usianya di atas tujuh tahun darinya itu. Malahan, gadis itu sengaja mengentakkan pisau ke atas talenan dengan kencang, yang sontak membuat Chang Wook menelengkan kepala ke arahnya.

“Kau, tidak menyukai tugasmu karena aku yang menyuruh ‘kan.” tembak Chang Wook langsung.

Suzy terdiam. Namun itu bukan berarti implementasi dari rasa takut kepada Chang Wook. Suzy tidak takut sama sekali terhadap atasannya yang satu ini! Suzy tersadar, bahwa dia memang tidak bisa mengalahkan chef si kepala batu itu tetapi dia yakin kalau dia masih bisa untuk melawan. Ya, meskipun itu hanya seperti,

“Iya, Chef! Saya tidak suka!”

Suzy melempar pisaunya ke atas konter, menantang Chang Wook yang menatapnya dengan tatapan horor. Meskipun matanya terasa sangat perih akibat mengiris bawang merah, Suzy berusaha mati-matian menahan airmata supaya tidak tumpah. Jangan lupakan juga, perlakuan Chang Wook sebagai kepala chef yang semena-mena padanya juga menjadi faktor x penyebab mata dan hatinya yang terasa sangat perih.

Chang Wook pun tahu-tahu menambatkan langkah, mendekat ke arah Suzy. Akibatnya, gadis itu jadi sedikit tersisih ke pinggiran konter. Tatapan Chang Wook pun menghunjam tepat manik Suzy. Chang Wook mencoba untuk menipiskan jarak dengan gadis mungil itu. Pemuda bermata setajam elang itu pun mengunci rapat-rapat manik soklat kepunyaan gadis itu. Lalu ia pun menunduk dan berbicara dengan suara yang pelan tepat di hadapan paras gadis itu.

Well, kalau kau tidak suka, just feel free to say that you quit from this job. Then I will tell your father about this. So, your father will know that is true that you couldn’t really change. You were the same, poor Suzy, poor daughter. Deal?

Setelah mengatakan itu, tak lupa bagi Chang Wook mengimbuhkan sebuah seringai tipis di atas bibir.

Menyeramkan, batin Suzy. Apalagi menyaksikan bagaimana seringai itu tercipta dari jarak yang cukup dekat. Sungguh menyeramkan!

Ya, Chang Wook memang sengaja berbicara tepat di depan hidung jambu air milik Suzy. Bahkan, karena ulahnya itu, Suzy pun sampai merasakan udara yang menyapu pori-pori kulit wajahnya.

“Skak mat?”

Chang Wook menjauhkan wajahnya dari Suzy namun kedua tangannya masih mencengkeram ujung konter. Otomatis, keadaan Suzy masih berada di dalam kungkungan cowok judes itu.

“Anda suka mengancam dan menjatuhkan seseorang ya, Chef.” balas Suzy tak mau kalah dengan penekanan pada kata ‘chef’.

Suzy tahu betul mengapa dia selalu berakhir dalam keadaan terdesak seperti di atas kalau berhadapan dengan Chang Wook. Chef judes itu selalu menggunakan ancaman akan memberitahu ayahnya kalau dia tidak bisa bekerja dengan baik. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu, ‘kan.

Well, ini semua gara-gara hukuman konyol dari ayahnya. Pemilik restaurant di salah satu distrik elit di sentral kota Seoul. Ditambah lagi sikap Chang Wook yang sangat menyebalkan.

Ayah Suzy adalah orang terkolot yang pernah Suzy kenal. Karena rezim feodal yang masih kental di darah ayahnya itu, beliau pun sampai memberikan kuasa kepada Chang Wook untuk mengawasinya selama dihukum bekerja sebagai cooking helper di restaurant itu.

Akan tetapi kalau seperti itu bukan berarti Chang Wook dapat berbuat semena-mena terhadapnya, ‘kan? Menyuruh bawahannya melakukan segala macam pekerjaan tanpa pandang bulu. Well, bukannya sudah dibilang tadi? Chang Wook itu adalah seorang atasan yang suka berbuat semena-mena. Dasar chef otoriter! Titisan komunis! ceplos Suzy dalam hati.

“Ya, kalau kau berpikir seperti itu, “ Chang Wook mencomot potongan apel di atas pinggan ceper dan melahapnya. “I don’t know. You know? I just don’t give a damn.

Suzy mendesis pelan. Seketika, dia pun lolos dari kurungan pria menyebalkan yang kurang mendapatkan ajaran sopan santun itu.

Pinggiran konter di dekatnya pun dipegang dan dijadikan sebagai tumpuan oleh Suzy. Tangannya yang satu lagi pun dipakai untuk mengipasi wajahnya. Dia kesal, marah, panas, dan jangan lupakan matanya yang rasanya terbakar.

“Wow, that is so kind of you, Chef!!” sindir Suzy.

Thanks.” tukas Chang Wook cepat.

Selanjutnya tanpa tendeng aling-aling, kejadian itu melesat begitu saja. Seperti sinar matahari yang turun ke bumi. Secepat kelopak mata yang mengerjap tuk mengusir debu di pelupuk mata. Sejemang kemudian, pria yang masih memiliki darah Tionghoa itu mendorong Suzy agar balik menghadap konter besi yang di atasnya terdapat sebaskom bawang merah kupas yang belum selesai dipotong oleh Suzy.

Suzy yang terperangah hanya bisa pasrah. Apalagi saat ia merasakan telapak tangan pria itu menuntun jemarinya untuk mengambil pisau iris yang menganggur, guna melanjutkan aksi cacah bawangnya yang sempat tertunda. Suzy pun mencoba melawan dengan membebaskan pelukan pria itu namun usahanya sia-sia karena tenaganya terlampau jauh dibandingkan tenaga Chang Wook yang besar.

Now, let’s get back to work.

Us? I think I’m the only one who cut a large amount of onion here. Please remember that, Chef!!

Shut up, I said!

Sensasi perih kembali menggerayangi kedua kelereng Suzy saat dia harus berhadapan lagi dengan koloni bawang merah yang kurang ajar seperti chef-nya itu. Dia pun mengentakkan tangannya untuk melepaskan tautan Chang Wook yang melakban jemari kanannya. Walaupun demikian, punggungnya masih dapat merasakan tubuh pria itu yang menempel pada punggungnya. Tiba-tiba, insting terliarnya pun menuntunnya ke jalan yang teramat gelap dan panjang. Dasar cabul!

Please, let go out of me, Chef!” pinta Suzy.

Namun, Chang Wook bergeming.

Ah, sial!

Mataku perih sekali, sungguh! Ji Chang Wook!!

Dalam pasal pembunuhan berapa lama sih hukuman yang harus ditanggung pelaku?!!

Berbagai macam pikiran berkecamuk di dalam benak Suzy. Namun itu semua tidak mengubah fokusnya untuk menuntaskan misi pencacahan bawang merah menyebalkan ini secepat mungkin.

Dan keadaan menjadi semakin parah ketika Suzy tak kunjung merasakan kebebasan pada punggungnya dari kungkungan Chang Wook. Padahal gadis itu sudah meminta secara baik-baik agar Chang Wook segera melepaskannya namun dia enggan untuk memberontak kepada pria itu karena percuma. Toh, gadis yang tidak pernah menyambangi gym mustahil bisa menang atas pria judes macam Chang Wook yang gemar menimang-nimang barbel.

Selanjutnya, Suzy tiba-tiba merasakan sesuatu yang menyentuh permukaan bibirnya, kegiatan membebaskan diri dari kungkungan Chang Wook yang diusahakan olehnya itu pun terhenti. Apalagi, ketika menyadari sesuatu yang menempel di atas bibirnya itu adalah sepotong apel dan jemari Chang Wook yang sekilas menyentuh bibir tipisnya.

Suzy seperti orang bodoh ketika merasakan jemari seorang pria yang tanpa sengaja menyentuh bibirnya. Suzy seperti disiram oleh setruk es batu, otaknya membeku dan tidak dapat digunakan untuk merespon suatu ransangan. Well, sepertinya syaraf impulsif gadis itu sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.

When you are cutting onions, you may consume bubble gum or apple to prevent the eyes-sting. Tapi karena saya tidak punya permen karet, try this.

Chang Wook pun menekan bibir Suzy dengan potongan apel yang terasa dingin itu supaya gadis itu membuka mulut. Suzy yang merasa tidak punya opsi untuk menolak terpaksa membuka mulut dan membiarkan Chang Wook menyuapinya. Setelah itu Chang Wook pun segera menjauh dari punggung Suzy, membiarkan si gadis untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya.

“Suzy, “

Suzy mendongak, “ya, Chef?”

“Uhm, just get it done fastly. I don’t like waiting.” ketus Chang Wook dengan tatapannya yang dingin.

Yes, Chef!!”

***

Kalau saja, Chang Wook bukan chef dan atasannya, Suzy pasti sudah membanting Chang Wook ke lantai dan memiting leher pria kolot itu dengan teknik judonya. Kalau saja ayahnya juga tidak memberikan hukuman dengan menyuruhnya untuk bekerja di restaurant ini, Suzy pasti tidak harus mengalami perlakuan menyebalkan ini. Andai saja seperti itu, sudah dipastikan hidup Suzy akan terasa lebih baik daripada ini. Namun kenyataannya? Pahit sekali, melebihi rasa alpukat yang belum masak.

TAMAT.


eaaa, ada korean version dari bitterly.hahaha..

*hilang lagi*

Advertisements

5 comments

  1. Oh ini versi koreanya yah? Semalem baca yg versi ren, udh ngetik pnjg kali lebar tp ga kepost T.T
    Kl changwook mah gpp satu dapur, kl juna ehem….engga deh, apalagi ramsey hosh?!

    Mnrt pendapatku justru yg ngenaaaa bgt yg versi ori fanfict lho xia, mgkn krn juna tu real kyk gt jg krasa banget jengkelinya #narik mba nictagina XD

    Sekalian di sini aja deh komennya, aku suka keberanian dan kepasrahan tokoh ren, dn keselnya brasa smp ke eonni hehe…coba dibanting aja si juna #nyewa papa nya cho sarang, emg bs?? Duh ngayal

    Satu hal lg, eonni suka versi ori ficnya, mhkn krn eonni yg lbh nymn bc cast oc dibandingin dek suzy ga sm myung kl ya, mklm shipper kuat kkkk…sm halnya eonni suka bc saladbowl yg netral ga shipperin siapa2 justru pk oc lbh mengimajinasikan pikiran eonni #ex jill dn kris yifan di sldbwl yg sumpah ngefeel bgt dibandingin pairing sm dek suzy #lg2 ga rela suzy dishipperin sm org lain

    Well kl yg terakhir emg eonni yg bermasalah kkk, ok menjelajah lg ah
    Semangat xia!!

    Liked by 1 person

    1. haloo lagi kak dina 🙂
      yeeap, sejujurnya aku juga hampir sama kaya kak dina, aku lebih suka baca versi original-nya ketimbang versi koreanya *lho*
      kadang aku tuh suka bingung mau pasangin suzy sama siapa, jadinya, gitu mungkin. kurang feeling…
      emang sih, eternal pairing myungzy itu unbreakable bgt meski ada badai segaban pun yang nerjang, haha 😀 ah
      btw, aku penasaran, hal apa yang bisa buat kak dina bisa jatuh cinta setengah hidupsama myungzy?????aku kevooo,haha

      dan, terimakasih syudah berkunjung ke sini, kak dina, i feel so honored ❤

      Like

      1. Myungzy tuh hidup bgt di imajinasi eonni, mau mcm mana brt dating dll ttp aja ga bs move on dr couple imajiner ini, kmrn bikin sunggyu sm boyoung awalnya ngefeel tp cpt ilangnya mood pairingnya
        Sm halnya kyk ken sm hani di the dandys, awalnya suka bgt eh begitu keslimur trs tenggelam lg mood nulis couple ini mskpn nyatanya mrk duet kn, tp mbangun mood mrk susah

        Emg myungsooji plg jjang!! kkkk…

        Tp xia eonni jg ngefeel kog sm couple yg oc macam ori fic xia ini, kmrn diusulin sm rara (sarinarara) buat jadiin barish pdf tp cast oc bukan fanfict, msh blm rela aja, bbr tu myungsooji bgt buat eonni, dan susahnya eonni ga bs lepas dr ff yg bertema keluarga entah fisadari ato ga, efek apa ya?? #mlh curhat XD

        Liked by 1 person

      2. ehmmm, myungzy syudah mendarah daging ya sama kak dina 🙂 🙂

        eh, sarannya bagus juga itu kak 😀 eungg, iya sih perasaan ga rela itu pasti adee bikos kak dina buat ff itu dgn sepenuh hati dan aku bisa ngerasain itu dari setiap chapter-nya yang sukses buat banyak temen2 pembaca related so much 🙂 🙂

        Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s