[Playlist-Fict] #1: Michi To You All

toyouall

xianara presents

#1: michi To You All

a song-based story, with Super Junior Lee Hyukjae and Lee Jieun/IU | AU, Angst, Fantasy, Sad, Tragedy |  Ficlet/Songfict | Teen and Up | beside the poster and story-line i own nothing

June, 2015©

If you lost your way, I would probably become your guide

I had a way to make sure. You’d have to trust yourself from now on. – Michi~To You All~ by Aluto (2nd Ending’s NARUTO Shippuden)

part of Playlist-Fict

Happy Reading

Hyukjae menatap penuh duka punggung mungil yang menekuk di depannya. Tangannya gatal karena ingin mengusap dan memeluknya, menenangkannya.

Dingin dirasakan, seolah sweter yang membungkus tubuh kekarnya tak kunjung memerangkap kalor yang cukup.

Kepada wajah Jieun yang tersenyum, wajahnya yang marah, suara lengkingnya, Hyukjae sungguh mendambakan itu semua. Namun kini, awan kelabu pembawa hujan itu menyelimuti langit hati gadisnya. Semuanya berubah menjadi pekat.

Perlahan namun pasti, pemuda itu melongkapi lantai menuju Jieun. Hyukjae mengambil tempat yang kosong di sampingnya. Tangan Jieun yang nampak kurus memenjara wajahnya yang memerah, menyembunyikan air mata, membiarkan Hyukjae tidak melihat wajah sendunya.

Telapak tangan kukuh Hyukjae pun membelai pundak Jieun yang layu, sambil memeluknya. Suaranya yang rendah pun menggaung di telinga si gadis, membisikkan ucapan penguatan.

“Aku memang kehilangan jalanku untuk bersamamu. Tetapi jangan pernah khawatirkan aku di sini.”

Jieun bergeming. Seolah ucapan Hyukjae tak pernah berhasil menyebrangi zona akustis hingga sampai ke telinganya. Sedu sedan yang berhasil diredam itu kini meraung seperti sirine kebakaran. Pelan, memang. Namun sungguh menyayat hati siapa saja yang mampu mendengarnya. Seolah hanya elegi yang mengisi udara kosong di hidup Jieun selama ini.

Hyukjae merasakan sesak yang berkepanjangan di dalam dadanya. Wajah gadisnya seperti tersesat di dalam hutan belantara. Hyukjae dapat merasakan kesendirian dan kesepian tak bertepi yang kini ditanggung sendiri oleh gadis manisnya itu. Apalagi, ketika melihat kondisi fisik dan jiwa si gadis yang sungguh kacau. Sembilu itu kini juga menggores sepotong hati Hyukjae yang untungnya masih tersisa di dalam jasadnya.

“Hei, apa kau tahu?” ucap Hyukjae ketika tangis tanpa suara gadisnya sedikit mereda, “Jika kau tersesat, aku ‘kan memandu jalanmu. Percalah padaku. Lagipula satu-satunya hal yang membekas bagiku adalah suaramu. Lantunan syair yang merdu dan indah yang selalu kau tuju kepadaku adalah penunjukku.”

Namun siapa sangka. Setelah Hyukjae berkata seperti itu, tangis Jieun makin menjadi. Bahkan pelukan sepihak yang diangsurkan pria berahang kukuh dan mata yang lembut itu tidak mampu meredakannya. Tidak sedikitpun. Layaknya kepekaan sang gadis yang dibawa terbang menuju negeri atas angin sehingga ia tak mampu merasa kembali.

Hyukjae tidak habis akal. Bibirnya membentuk sebuah kurva simetris. Senyuman favorit gadisnya.

“Di mana pun, “

“Aku akan meyakinkanmu, “

“Jangan takut.”

“Lee Jieun, kau harus rela melepaskannya ke atas langit. Biarlah, dia tenang di sana. Semua kenangan manis kalian tidak akan hilang begitu saja. Kau harus yakin.”

Jieun – wanita bertubuh mini itu mengangguk. Dia pun tersenyum lemah, seakan menunjukan kepada semua orang bahwa ia masih mampu berdiri pada satu kaki – sedang satu kakinya telah patah dan takkan pernah bisa diperbaikki lagi. Gadis itu mengamati semua anggota keluarga yang ikut berkumpul di area pemakaman kota berupa tanah lapang yang cukup sejuk itu.

Senyum penguatan serempak ditujukan kepadanya, begitu juga dekapan yang dia terima dari ibu mertuanya.

“Aku sudah ikhlas membiarkannya terbang ke langit sekarang.”

Hyukjae dengan setelan sweter rajut cokelat muda yang dilapisi kemeja putih di dalamnya menatap rombongan itun deng khidmat. Senyum seolah tak pernah absen dari atas bibir tipisnya. Matanya tertuju pada gadisnya yang berlakon tegar di sana. Sangat kontradiktif dengan raut sembab yang menjalar di wajah ayunya. Begitu juga dengan sinar kehidupan yang terasa redup dari parasnya.

Oh, apakah saat di langit nanti ia masih bisa menikmati wajah tersenyumnya, wajah marahnya, suara lembutnya, dan sentuhan magisnya?

Di sana, Lee Jieun adalah insan yang sangat penting bagi Hyukjae. Hatinya terasa dewasa ketika bersama dengan gadis yang dikenalnya sejak masa kuliah dulu. Pelangi, embun pagi, tetesan hujan di saat fajar, semuanya terperangkap di dalam kedua ain gadis itu. Bagaimana mungkin keindahan itu bisa menghilang dalam sekejap mata saja? Mustahil, bahkan bagi orang-orang yang kehilangan cahaya sekalipun.

“Di mana pun, dari ujung suraimu ke suaramu hingga ke bibirmu, aku akan selalu meraihmu.”

Senyuman itu tidak memudar meskipun tubuh Hyukjae mulai transparan. Lambat laun, tubuhnya serasa seperti kapas, ringan.

“Di mana pun, semuanya untukmu. Semuanya untukmu.”

Dan, Hyukjae pun kini sudah bersatu bersama langit. Cahaya itu pun kini beralih, menelusup ke kedua manik Jieun yang mengembun. Air mata itu tidak boleh jatuh, harus tetap di tempatnya. Sampai suatu saat nanti, keduanya bisa bersama kembali.

TAMAT.


a/n

*rehat sejenak dari The London’s Journal* mari melipir ke project baru saya lagi~

rencananya, saya bakal bikin project playlist-fiction dari beberapa lagu-lagu yang selama ini mengisi sunyi di kedua telinga saya, tsaaaah, dan Michi To You All [back-sound blog ini, kebetulan,hehe]  ini adalah realisasinya. Haha. Dan, playlist-fict ini tidak akan memiliki masa tenggang; akan selalu update dengan sendirinya; tergantung lagu2 apa yang lagi saya paporitin.haha

dan, kebetulan, setelah vakum follow-up Naruto selama lima tahun, saya mulai ngikutin tuh anime lagi sekarang.haha, gak sengaja nonton lagi, sih……dan, setelah ngubek2 lagi ost favorit Naruto, ketemu deh lagu ini. haha. Dan, tidak menutup kemungkinan akan banyak ost Naruto yang akan saya pakai nantinya, haha…

last, terimakasih bagi para Dreamers budiman yang sudah merelakan waktu untuk baca ff ini ❤ love to you all ❤

Advertisements

6 comments

  1. aku baru ngeh kalo ini backsong naruto hahaha padahal udah baca yang vers 1nya wkwkwk…
    lemot ga ketulungan ya gini nih.
    aku juga dulu suka naruto tapi semenjak tv yang nayangin naruto ilang aku jadi ga pernah nonton lama banget itu.
    okay back to ff
    suka sama couplenya. ceritanya juga suka.
    paling suka sama yang ini “Di mana pun, semuanya untukmu. Semuanya
    untukmu.” gatau kenapa pas baca selalunya keinget sama ini heheh

    Like

    1. hehe, gapapa 😀 santai aja..
      iya, ceritanya aku lagi flesbek ttg naruto :3
      wah, kalo aku berenti nntn naruto grgr urusan perasaan(?) *susah dijelasin, haha*
      eniwei, makasih sudah suka sama ff abal2 ini 😉

      Like

  2. sebenernya waktu itu udah tulis komen disini, tapi tiba2 malah koneksi putus, akhirnya aku balik lagi kali ini, pengen komen yang ini meski tau ada versi suzy tapi yang ini aja aku mau komen karena ff ini yang pertama kali aku baca/abaikan intro cenderung curhat ini/

    okeh, mari dimulai session komennya

    huwaaaaaaaaaaaaaaaaa, men ini si soulmate sehidup semati mas abang donghae bersama si soibnya mba nona suzy ini tuhhh bener2 yaaaa/intinya ini bagus/
    dulu waktu awal2 bacanya ff suju pas mas hyukjae disandingkan dengan oc kepikirannya malah si Jieun ini, iyaaa secara tidak langsung aku sudah jadi shipper mereka dan ff ini mengingatkan kembali ke momen itu meski sekarang IU sendiri deket sama Hyunwoo yang mukanya ngga beda jauh sama Wooyoung aka Jason, tapi pas main drama sama Kim Soohyun yg bertajuk “Producer’ kok aku jadi ngeship samdong dengan pilsuk, TAPI sekali lagi FF ini kembali membawaku Ke EUNHYUK-IU couple hahahahaha

    dan palylist tuh, duhhhh another common of us, iyesss gue juga suka naruto sejak sd, dan apal banget ini ost yang sakura galau di kali itu kan gambarnye?? hahaha emang kita tumbuh di era yang sama jadi pasti menemukan hal2 yang sama pula hahaha

    intinya, tetap semangat non Ana hohohoho~~~~

    Liked by 1 person

    1. hahaha, another commen-drabblish from you :* thankseu udh mampir 😀
      yah, tadinya aku jg pgn pakai samdong di sini, secara feeling mereka d drama itu emg ngehits tapi berhubung aku gabisa lepas dr mantera hyukjae, yah lagi2 deh, jieun itu kupasangkan sama si hyukjae 😀
      haha, back to the time we were so young bgt emg kalo ngomongin naruto.hee.haha.. yess, ayo kita ttp semuangat say 😉 😉

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s