[Playlist-Fict] #1: Michi To You All 2nd version

mtya

#1: Michi To You All

a song-based story with miss A Bae Suzy and INFINITE Kim Myungsoo | AU, Angst, Fantasy, Sad, Supernatural(?), Tragedy | Teen and Up | Ficlet/Songfict | beside the poster and storyline i own nothing

If you lost your way, I would probably become your guide

I had a way to make sure. You’d have to trust yourself from now on.

-Michi~To You All~ by Aluto (2nd Ending’s NARUTO Shippuden)

Part of Playlist-Ficts

Happy Reading

***

Kepada punggung mungil yang menekuk di depannya, tatapan penuh duka itu digelontorkan oleh sepasang ain kepunyaan Myungsoo. Tangannya terasa gatal sekali karena ingin mengusap dan memeluknya, juga menenangkannya. Dingin dirasakan, seolah sweter yang membungkus tubuh kekarnya tak kunjung memerangkap kalor yang cukup.

Kepada wajah seorang Gadis Bae yang tersenyum, wajahnya yang marah, suara lengkingnya, Myungsoo sungguh mendambakan itu semua. Sayangnya, pelangi itu tertutup awan kelabu pembawa hujan hingga menyelimuti langit hati gadisnya. Semua warna ceria itu berubah rona menjadi pekat.

Perlahan namun pasti, pemuda itu melongkapi lantai menuju Suzy. Myungsoo mengambil tempat yang kosong di sampingnya. Tangan-tangan kurus gadis itu memenjara wajahnya yang memerah, menyembunyikan air mata, membiarkan Myungsoo tidak melihat wajah sendunya.

Telapak tangan kukuh Myungsoo pun membelai pundak Suzy yang layu, sambil memeluknya. Suaranya yang rendah pun menggaung di telinga si gadis, membisikkan ucapan penguatan.

“Aku memang kehilangan jalanku untuk bersamamu. Tetapi jangan pernah khawatirkan aku di sini.”

Suzy bergeming. Seolah ucapan Myungsoo tak pernah berhasil menyebrangi zona akustis hingga sampai ke telinganya. Sedu sedan yang berhasil diredam itu kini meraung seperti sirine kebakaran. Pelan, memang. Namun sungguh menyayat hati siapa saja yang mampu mendengarnya. Seolah hanya elegi yang mengisi udara kosong di hidup Suzy selama ini.

Myungsoo merasakan sesak yang berkepanjangan di dalam dadanya. Terlebih diterpa pemandangan wajah gadisnya yang seperti tersesat di dalam hutan belantara.

Myungsoo dapat merasakan kesendirian dan kesepian tak bertepi yang kini ditanggung sendiri oleh gadis manisnya itu. Apalagi, ketika melihat kondisi fisik dan jiwa si gadis yang sungguh kacau. Sembilu itu kini juga menggores sepotong hati Myungsoo, yang untungnya masih tersisa di dalam jasadnya.

“Hei, apa kau tahu?” ucap Myungsoo ketika tangis tanpa suara gadisnya sedikit mereda, “Jika kau tersesat, aku ‘kan memandu jalanmu. Percalah padaku. Lagipula satu-satunya hal yang membekas bagiku adalah suaramu. Lantunan syair yang merdu dan indah yang selalu kau tuju kepadaku adalah penunjukku.”

Namun siapa sangka?

Setelah Myungsoo berkata seperti itu, tangis Suzy makin menjadi. Bahkan pelukan sepihak yang diangsurkan pria berahang kukuh dan mata yang lembut itu tidak mampu meredakannya. Tidak sedikitpun. Layaknya kepekaan sang gadis yang dibawa terbang menuju negeri atas angin sehingga ia tak mampu merasakan apa-apa.

Namun Myungsoo tidak habis akal. Bibirnya membentuk sebuah kurva simetris. Senyuman favorit gadisnya.

Di mana pun,

Aku akan meyakinkanmu,

Jangan takut.

***

***

“Bae Suzy, kau harus rela melepaskannya ke atas langit. Biarlah, dia tenang di sana. Semua kenangan manis kalian tidak akan hilang begitu saja. Kau harus yakin.”

Suzy – wanita manis bersurai soklat terang itu mengangguk. Dia pun tersenyum sok kuat, sok tegar, seakan menunjukkan kepada semua orang bahwa ia masih mampu berdiri pada satu kaki – sedang satu kakinya telah patah dan takkan pernah bisa diperbaikki lagi.

Kemudian gadis itu mengamati semua anggota keluarga yang ikut berkumpul di area pemakaman kota berupa tanah lapang yang cukup sejuk itu. Senyum penguatan pun dengan serempak diangsurkan kepada Suzy, begitu juga dekapan yang dia terima dari ibu mertuanya.

“Aku sudah ikhlas membiarkannya terbang ke langit sekarang.”

***

***

Myungsoo dengan setelan sweter rajut cokelat muda yang dilapisi kemeja putih di dalamnya menatap rombongan itun dengan khidmat. Senyuman seolah tak pernah absen dari atas bibir tipisnya. Matanya pun tertuju pada gadisnya yang berlakon tegar di sana. Sangat kontradiktif dengan raut sembab yang menjalar di wajah ayunya. Begitu juga dengan sinar kehidupan yang terasa redup dari parasnya.

Oh, apakah saat di langit nanti ia masih bisa menikmati wajah tersenyumnya, wajah marahnya, suara lembutnya, dan sentuhan magisnya?

Di sana, Bae Suzy adalah insan yang memiliki navigasi teramat penting dalam hidup Myungsoo. Hati pemuda itu terasa dewasa ketika bersama dengan gadis yang dikenalnya sejak masa kuliah dulu.

Pelangi, embun di pagi buta, tetesan hujan di saat fajar, semuanya terperangkap di dalam kedua ain gadis itu. Bagaimana mungkin keindahan itu bisa menghilang dalam sekejap mata saja? Mustahil!! Bahkan bagi orang-orang yang kehilangan cahaya sekalipun, hal itu terasa sukar untuk dijalankan.

Sambil tersenyum, Myungsoo berkata, “di mana pun, dari ujung suraimu ke suaramu hingga ke bibirmu, aku akan selalu meraihmu.”

Senyuman itu tidak memudar meskipun tubuh Myungsoo mulai transparan. Lambat laun, tubuhnya pun serasa seperti kapas, ringan. Tangan pemuda itu terjulur, meski tahu bahwa usahanya takkan pernah sampai, berusaha menjamah siluet Suzy dari kejauhan yang menyilaukan bak berlian.

“Di mana pun, semuanya untukmu. Semuanya untukmu.”

Dan, Myungsoo pun kini sudah bersatu bersama langit. Cahaya itu pun kini beralih, menelusup sepasang manik Suzy yang mengembun. Air mata itu tidak boleh jatuh, harus tetap di tempatnya. Sampai suatu saat nanti, keduanya bisa bersama kembali.

TAMAT

Advertisements

8 comments

  1. Sedih 😥
    Myungsoo meninggal, Suzy jd sedih, kasihan 😦
    Feelnya dapet banget, ikut sedih saat Suzy merasakan kehilangan yg sangat dalam karena Myungsoo meninggal…
    Ceritanya bagus, gomawo author 🙂

    Like

  2. lah, myungpa meninggal? huaaaaaaa uda meninggalpun masik tetep cinta sama uri suzy. jadi irii huhu. Btw salam kenal eonni*sksd, bolehkan manggil eonni? new reader here^^

    Like

  3. aku selalu skip lagu ini tiap kali denger music
    ahh xianara dirimu menambah alasanku untuk mengskip lagu ini ahh cerita ini menyentuh , Suzy Unni kuat Suzy unnie tabah karna abang Suzy selalu ada…
    btw Happy Brithday *telat sepertinya*

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s