[Playlist-Fict] #3: Bicycle

3

xianara presents

#3: Bicycle

A song-based story with Super Junior Lee Sungmin and OC | AU, Fluff, slice of Life, slight!Romance | drabble/song-fict | general | beside the poster and story I own nothing!

July, 2015©

You’re my sunshine sunshine, the dazzling sky seems like your background I can’t take my eyes off the beauty. – Bicycle by Jungin feat. Gary

part of Playlist-Fict

Mentari memuncratkan semburat jingga di sepanjang kaki langit dari bagian barat. Kami pun menikmati sejenak momen menakjubkan yang bisa ditangkap oleh mata ini, di taman kota Hangang.

Kami melihat banyak orang di tepi Hangang yang sibuk dengan tangan dan bibir masing-masing. Aku pun tersenyum kepada gadis di sebelahku, yang sibuk merutuki rantai sepedanya yang putus. Bukannya aku tak berniat untuk membantunya, hanya saja aku lelah dan ingin rehat sejenak setelah bersepeda dalam kurun waktu yang cukup lama bersamanya. Toh, kalaupun begitu, aku masih bisa tetap memboncengnya.

Sang matahari pun menutup matanya dengan bisikan yang penuh kerahasiaan. Orang-orang pun mulai membuka penyegel kaleng bir mereka dan meminumnya di atas rumput yang hijau. Gelak tawa pun terpancar di wajah mereka, ya semuanya memang terasa damai di kota ini. Kota dengan sejuta mimpi dan cinta, Seoul.

Setelahnya, aku pun menarik pergelangan tangan gadis yang terus-menerus cemberut di sebelahku, lantas menyuruhnya untuk duduk di atas boncengan. Gadis di belakangku perlahan mulai ceria lagi, yang terdengar gelak tawa bahagianya, karena aku mengayuh pedal sepedaku dengan kencang. Bermaksud untuk mengarungi jalan di pinggir Hangang sampai ke ujung jalan.

***

Yeah, hari yang sangat menyenangkan! Meskipun rantai sepedaku pakai acara putus segala, itu tidak masalah! Yang jelas aku sangat senang hari ini!”

Aku pun merespon buncah kegembirannya dengan menganggukan kepala, tanda setuju, lalu mengusap puncak kepalanya. Ya, hari ini memang menyenangkan, sangat. Setelah lama tidak menghabiskan waktu bersama karena kesibukan bekerja, aku dan dia akhirnya bisa kembali bersepeda, kegiatan rutin kami, di pinggir Hangang.

“Terimakasih untuk hari ini, Sungmin!” dia pun bilang begitu seraya mencubit kedua pipiku.

Aku meringis kesakitan namun tak urung untuk membalasnya dengan menarik hidung lancipnya. Gadis itu pun sontak mengaduh kesakitan sembari meronta-ronta supaya aku tidak menarik hidungnya lagi.

Dia tidak tahu. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatiku, akulah yang paling bahagia di sini. Dia adalah cahaya matahariku, kegembiraanku. Berlatarkan di kolong angkasa khas petang yang memesona, bersama dengannya. Ditambah suara tawanya. Aku tidak dapat memalingkan diri dari keindahan sejati pada dirinya begitu saja.

“Sungmin-a, lain kali kita mesti bersepeda di kaki Gunung Jiri! Kata teman-temanku, pemandangan di sana indah sekali. aku ingin melihatnya! Bagaimana, kau setuju?”

Anggukan menjadi jawaban dari ajakannya.

Assa!! Kita ke Jirisan minggu depan, ya!”[]


i’m still counting and missing you at the same time, lee sungmin ❤

Advertisements

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s