[Ori-Fict] Cold Rain, Annoying Guy, and Me

46710-Cold-And-Rainy-Days

an original fiction by xianara

berkaitan dengan Bitterly tetapi masih bisa dibaca secara terpisah.

June, 2015©

“Nih!”

Ren memberikan handuk bersih kepada Juna yang berdiri sambil bersedekap di depan pintu kamar tamu. Tatapan pemuda itu datar sekali bahkan tak ada sorot terima kasih. 

Dengan gerakan ringkas, Juna pun menyabet handuk itu dan segera menghilang di balik bunyi bedebam pintu yang ditutup. Helaan napas terdengar, Ren pun menjengitkan kepala dan bergegas merajut langkah guna kembali ke kamarnya.

***

***

Sebenarnya, cewek itu masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia kerjakan. Dia baru saja memberikan sepotong handuk, memang. Handuk itu diberikan kepada Juna, yang sekarang numpang berteduh dan mengeringkan badan di apartment-nya karena kehujanan.

Cowok judes itu ada di kamar tamu apartment-nya, catat itu!

Pintu bercat putih meta itu pun ditutup dengan gerakan pelan. Ren mengamati segala penjuru kamar beraksen putih yang minim perabotan itu dengan tatapan nanar. Hembusan napas kini terdengar berat. Diikuti degup jantung cewek itu yang seperti kena dopping. Jantungnya menggetarkan getaran yang agak janggal. Ren menempatkan tangannya di atas dada seraya menyender di balik pintu. Itu semua disebabkan oleh perasaan insekuriti yang perlahan mengusik hati.

Bayangkan saja, seorang yang jelas-jelas adalah musuh bebuyutan – yang sayangnya adalah boss sendiri – kini berada satu atap dengan Ren. Sudah cukup baginya untuk berbagi udara yang sama di pantry ataupun berbagi tanah untuk dipijak di tempat kerja. Kalau hal malang tersebut terus menderanya, tentu bukanlah pertanda baik.

“Tuh, orang emang ngeselin! Hah, udah gue bilang jangan terobos ujan, eh, dia ngeyel. Tetep aja menerobos hujan yang gledeknya minta ampun. Gledek segede gaban gitu!”

“Dasar ndablek!”

“Cowok saklek!”

“Dikira gue ngga bakal masuk angin apa?!”

“Tuh orang maunya apaan, sih?”

Setelah merasa puas, merutuki Juna dengan kata-kata yang sepadan, Ren pun memulai tuk memaki dirinya sendiri.

“Kenapa gue mau aja ikut sama dia? Ah, gue bego juga!”

Kenapa pula Ren mau saja ikut menerobos derasnya hujan bersama Juna? Dia ‘kan bisa menolak. Tetapi jangan lupakan serangan fajar dari virus bego yang menjajal seluruh syarafnya akibat terlalu lama bersama Juna.

Yap, karena terlampau sering diocehi dan dibombardir kata-kata bego dan diuring-uringkan oleh sikap otoriter macam Juna, efeknya: Ren semakin merasa bodoh. Tentu saja itu beralasan lantaran setiap hari dia mesti menelan lusinan serapah dari bibir cowok yang ngga kenal toleransi itu. Satu orang yang salah, semuanya kecipratan omelan!

Melawan cercaan seorang chef di dapur? Ha, percuma.

Nyatanya cewek itu selalu kalah. Masih terngiang dengan jelas di mana Ren teraniaya sebagai prajurit bawang gara-gara Juna tempo hari. Well, melawan cowok macam Juna ngga butuh berpuluh-puluh tank Angkatan Udara ataupun aliansi TNI dan POLRI; cukup tekad dan keberanian yang tak terbatas. Toh, setiap Ren melawan perkataan Juna secara implisit, ujung-ujungnya juga dia juga yang ditendang untuk mundur. Payah.

Ren mengibaskan kedua tangan, mengipasi wajahnya. Dia pun segera beranjak untuk duduk sebentar di ujung tempat tidur. Ikatan pada rambutnya yang agak longgar pun dibetulkan. Helaan napas lelah terdengar, mengusik kesenyapan malam dan rinai hujan yang masih menaungi langit Jakarta.

Ren merasa cukup –

.

cukup muak dan ingin segera menenggelamkan diri di dalam bak mandi air hangat dan wewangian aroma terapi yang menentramkan. Wangi lavender sepertinya cocok, pikirnya.

Semoga segala terapi psikis itu mampu melarutkan segala problema yang seperti bekicot nemplok di dahan pohon pakis setelah gerimis pada hidupnya. Yang sukses membuat dirinya mengalami degradasi usia sebanyak sepuluh tahun.

Akan tetapi, angan itu buyar seketika mengingat adanya makroorganisme lain yang hidup di apartementnya – yeah, siapa lagi kalau bukan Juna. Akhirnya, cewek itu mengurungkan niatnya, lebih baik mengambil body-shower air dingin!

TAMAT

Advertisements

4 comments

  1. Terus? Juna nginep gt? Hahaha kog ya mau ren nya duuh!!
    Btw terlepas dr juna yg asli, seandainya ini bkn juna chef itu lbh ngefeel lg kkk
    Aah eonni suka suka, ditunggu lanjutannya
    Cerita lain jg, zani deh zani kkk #mlh request

    Liked by 1 person

    1. nah, nginep ga ya? hahaha….
      heung, aku pengennya juga gitu sih eon..tapi apa daya, huhu *noted, limited imejinesyen*
      ahh, itu si zani, ya…hm… aku gatau mesti dilanjutin ky gmn btw, huhu :/

      makasih sudah sempetin mampir kak dina ❤ ❤

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s