GOEZ

xianara presents

goez

Miss A Bae Suzy as Suez and INFINITE Kim Myungsoo as Elgo | Alternate-Universe, Drama, Fantasy, Fluff, slight!Slash | ficlet | PG 15 for bloody scene(?)

disclaimer: beside the poster and story-line I own nothing. been published here

“Berhenti berbicara, bisa tidak?! Panggil aku Elgo. E L G O! Asalku dari Bukit Seperempat Bayangan Kelabu! Sudah puas?”

Gadis berkerudung merah itu menatap ngeri sisa-sisa pembantaian sadis di atas sebuah gundukan tanah basah di dalam hutan terlarang. Selanjutnya, ia menoleh ke arah seorang pria berkalung kapak bermata dua yang kedua bilah matanya berlumuran cairan kental berwarna merah pekat. Terlihat juga beberapa potongan organ dalam yang menyangkut di salah satu ujungnya.

Si pria dengan angkuh meninggalkan kumpulan rubah yang sudah tak bernyawa itu dalam diam. Sementara, si gadis berkerudung merah itu masih membatu di tempatnya.
Kebengisan seseorang, yang entah bisa diklasifikasikan sebagai manusia atau tidak, yang baru saja ia saksikan cukup membuat mentalnya sedikit terguncang. Si pria dengan tak sabaran memungut sebuah keranjang rotan yang terlempar tidak cukup jauh dari tempatnya berdiri, di dekat dahan pohon yang sudah lapuk. Lalu, dia pun memberikannya kepada si gadis. Keranjang berisi kue jahe buatan si gadis selamat. Dengan tangan yang gemetaran, sang gadis menerima uluran keranjang dari pria yang jubah usangnya itu dipenuhi noda darah.

“Te-terima kasih.” ucap si gadis

“Kau mau ke mana?”

“Ya?” si gadis yang sedari tadi menundukkan pandangannya mendongak, menatap wajah pria itu yang terlihat kucel. “A-aku mau ke Hutan Gerfhi arah selatan, ke rumah Nenek Shino.”

“Kalau mau ke Hutan Gerfhi bukan lewat sini. Ck, sepertinya para rubah tengik itu sudah menjebakmu. Mereka telah merubah papan penunjuk jalannya.”

Gadis berkepang dua itu tidak berucap banyak. Ia pun meremas pegangan keranjang mahoni berisi kue jahe buatannya yang sudah tidak hangat lagi. Mulutnya sudah gatal ingin berbicara. Ia tidak ingin berlama-lama berada di tempat mengerikan ini.

“Well, terima kasih karena sudah menolongku. Kalau begitu izinkan aku untuk kembali ke jalur menuju Gerfhi, permisi, “

“Tunggu!” sergah pria itu. “Biar kuantar ke sana. Lagipula kau pasti tidak tahu arah keluar dari hutan gelap ini.”

“Ta-tapi, “

“Tenanglah, aku bukan orang jahat. Aku berteman baik dengan Nenek Shino. Kebetulan aku juga ingin pergi mengunjunginya, “

Si gadis hampir saja menangis saking gembiranya. Wajah bulatnya mendadak merona tanda bahwa ia sangat gembira. Buntut kepang yang bergoyang-goyang di muara kepala gadis itu menjadi efek seru ketika ia tidak berhenti menundukkan kepala berkali-kali, mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pemuda berwajah dingin nan baik hati.

“Terima kasih Tuan! Wah, kau baik sekali!” seru gadis itu. Pemuda itu pun hanya membalas tak acuh.

“Suez, namaku Suez dari Desa Mocho-mojo. Namamu siapa? Asalmu dari mana?”

Pemuda itu berjalan cepat di depan gadis bernama Suez itu. Memilih tidak merespon pertanyaan gadis yang kelewat berisik itu. Suara burung hantu hilang ditelan suara Suez yang menderu dan terkesan tak sabaran kepada pemuda tak bernama dan berwajah sedingin balok es di Kutub Ekliptika – meskipun ia sendiri belum pernah merasakannya.

“Nama? Kau tidak punya nama? Atau kau lupa namamu. Hei!” Suez merangsek maju hingga menyamai langkahnya dengan pria itu. Ia pun menggoyangkan telapak tangan yang dibalut sarung tangan berwarna hijau daun di depan paras pria itu.

“Nama?”

‘Woosshhh!’

“Halo?”

‘Grep!’

Telapak tangan Suez terperangkap dalam genggaman pria itu, yang dua kali lebih besar darinya. Sorotan elangnya sukses membungkam Suez yang ceriwis. Aura gelap nan mencekam seakan-akan memancar dari hembusan napas pada kedua lobang hidung pria di hadapannya.

“Berhenti berbicara, bisa tidak?! Panggil aku Elgo. E L G O! Asalku dari Bukit Seperempat Bayangan Kelabu! Sudah puas?”

Suez mengangguk lemas dan menarik tangannya yang sedari tadi dicengkeram pemuda bernama Elgo itu. Anehnya, rasa hangat yang menguar di telapak tangan gadis itu ikut menghilang kala ia tidak menyentuh telapak tangan pemuda itu. Punggung kurus Elgo terlihat menjauh, buru-buru Suez segera menyusulnya dengan setengah berlari di atas sepatu boot kulit sapi sedengkul miliknya.

“Hei, yaa! Tuan Elgo tunggu aku!”[]


a/n:

saya baru sadar, kalo saya belum pernah nulis pairingan Myungzy di sini…heee, so, kalau jadi writer teruntuk Bae Suzy yang dijadiin kiblat utama cast yeoja-nya emang ga afdol kalo ga penah nulisin pairing yang satu ini. berhubung saya ini termasuk orang yang agak malas, makanya saya pilih me-recycle ulang ff yang pernah dipost di ksf oleh saya sendiri di sini.hehe, so, this is it! the ‘clean version’ of GOEZ! hope u enjoy 😉

love, xx

Advertisements

4 comments

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s