[Playlist-Fict] #8: Laughing Out Loud

8

xianara presents

#8: Laughing Out Loud

a song-based story with, Red Velvet Bae Joohyun, EXO Junmyeon and Choi Sulli | AU, little Angst, Romance, Sad | ficlet, song-fict | disclaimer beside the poster and storyline i own nothing!

August, 2015©

.

Love is gone, there’s nothing I can do
but just laughing out loud like this. – Laughing Out Loud by Standing Egg feat. Ye Seul

.

part of Playlist-Fict

Desahan napas itu kembali terdengar. Berikut dengan tatapan iri yang selanjutnya berganti sendu.

Di sana, lebih tepatnya di seberang sana, di dalam sebuah kafe yang terdapat sepasang kekasih. Pada titik itulah episentrum seorang Joohyun berlabuh, semenjak beberap menit yang lalu.

Keduanya terlihat serasi, tentunya. Sang pria yang tidak terlalu tinggi dan sang wanita yang semampai hingga menyamainya. Keduanya kerap bertatap mata. Menukar canda beralas cinta. Akan tetapi hal-hal manis tersebut justru membuat Joohyun melenguh, tanda tak suka.

“Andai saja waktu itu aku mengatakan padanya, mungkin gadis yang duduk di sebelah itu aku.”

Helaan karbondioksida itu kemudian muncul kembali, diikuti ekspresi wajah yang berangsur ceria – dengan terpaksa. Tanpa membuang waktu lagi, Joohyun pun menyudutkan langkah menuju pintu kafe yang terletak di seberang jalan.

Tring!

Dentingan bel menyapa Joohyun sebelum suara ringan yang khas memanggil namanya, begitu juga suara lembut khas seorang wanita yang menyuruhnya untuk segera menghampirinya. Decit alas sneakers gadis itu yang bertukar irama dengan lantai kayu kafe, membawanya menuju sofa beludru merah yang diduduki pasangan yang diamatinya sedari tadi.

Sang pria dengan eloknya tersenyum seraya mengangsurkan lengannya untuk memeluk wanita di sebelahnya. Seketika, setruk penuh berisi es batu menghantam perut gadis mungil itu. Oh, ini bukan apa-apa, Bae Joohyun. Santai saja.

“Joohyunie, mengapa lama sekali datangnya? Sudah kami tunggu dari tadi, lho.” Ucap si pria kemudian mengangkat jemarinya untuk memanggil  pelayan.

“Ei, mungkin saja Joohyun sedang banyak remidi proposal. Bukankah sekarang kau sudah semester enam, Joohyunie?”

“Maaf aku datang terlambat, Junmyeon-a, Jinri-ya.” selanjutnya, gadis itu pun mengangguk. “Sebenarnya, aku harus mengantar ibu ke klinik dahulu baru bisa datang ke sini. Sekali lagi, maafkan aku, ya?”

Gadis bernama Jinri itu pun mengangguk seraya mengucapkan, “tidak apa, santai saja. Oh ya, kau ingin minum apa?”

***

“Kalian terlihat cocok. Aku jadi senang sekali melihatnya.”

“Kau bisa saja, Temanku. Tapi terimakasih, “

Ucapan itu sebenarnya terpaksa keluar dari mulut milik Joohyun. Saat dirinya untuk menyetujui undangan sore santai bersama kedua sahabatnya itu, sebenarnya dia sendiri sudah tahu konsekuensinya nanti. Makan hati dan makan jantung.

Ekspresinya memang terlihat ceria. Senyum dan tawa tak lepas dari wajahnya. Begitu juga ucapan-ucapan manis untuk hubungan sahabatnya itu. Namun, yang namanya hati seorang gadis, melihat pujaan hatinya yang sudah dilabeli ‘milikku’ oleh orang lain tentu pasti merasa sakit. Terlebih, hati Joohyun bukan sebuah kantong plastik yang bisa didaur ulang dan terurai selama dua tahun. Bukan, hatinya bahkan tidak sanggup untuk yang satu ini.

“Makanya kami juga ingin kau segera menggandeng pasangan, Joohyun-a. supaya kau tidak kesepian.”

“Eh? Aku tidak kesepian, kok.”

“Tapi yang namanya makhluk sosial itu tidak bisa hidup sendiri. Manusia tidak bisa hidup sendiri, ‘kan?”

Joohyun lantas tersenyum sebelum menyendok sepotong cheesecake yang tinggal separuh itu.

“Tetapi manusia masih bisa bertahan melalui kakinya sendiri. Bukan bermaksud individualis melainkan independen.”

***

Setelah bertukar salam di penghujung hari, di depan pintu kafe tempat mereka bertukar canda dan tawa, ketiganya berpisah. Junmyeon yang menggamit lengan Jinri tak lelah melambaikan tangan kepada Joohyun yang sudah berada di seberang jalan; sebelum menghilang dilahap anak-anak tangga stasiun bawah tanah.

Entah, sudah berapa kali gadis itu menghela napas penuh penekanan selama setengah hari ini. Joohyun kemudian tersenyum kecil.

Bukan main hebatnya. Perih yang dirasakannya berkamuflase jadi kekuatan yang menahannya seharian tadi. Tangis yang hampir meluap itu pun sukses disembunyikan oleh  dengung tawa yang tak terbendung.

Begitu juga dengan sekelumit cinta yang selama ini diam-diam dipupuk oleh Joohyun sendirian. Letih rasanya memupuk bibit cinta itu sendirian hingga saat masa untuk berbuah itu tiba dan digantikan oleh kegagalan panen karena kesalahannya sendiri. Sakitnya itu di mana-mana.

Tak hanya itu, ketika cinta yang bersemi itu telah mati, apa yang bisa dilakukannya? Tidak ada. Lagipula, yang bisa dilakukan Joohyun nantinya hanyalah tertawa dengan nyaring. Menertawakan kebodohannya sendiri.

TAMAT

Advertisements

8 comments

  1. SURENE KENAPA JADI SULHO!!!
    maaf
    jiwa shipperku hanya tidak bisa menerima keadaan ini. otakku padahal sdh memikirkan keluarga bahaginya surene dengan yeri sebagai anaknya gitu kan LHA KAMU MENGADUK2 HATIKU LAGI DENGAN SUHO X SULLI INI HUKS padahal sulli kan adiknya suho *keingetan fic lama, mian.
    tapi gapapa. sebagai pembaca aku berusaha menghormati author walaupun sakitnya itu kemana2 :p kamu pinter nulis angst ya. hadeuh ibu irene LOL banget dah *LOLnya sambil nangis tapi* gapapa ibu irene ntar masuho balik2 lagi ke kamu kok *maksa
    *dan plis jangan singgung2 revisi proposal aku sakit hati*
    hehe maap ini aku tengah rolling like a buffalo gara2 broken surene soalnya, sehingga komen jadi gak genah :p
    ini fic baru apa salah satu draf lama yg kamu pos? yg manapun, ini bagus kok utk sebuah angst!
    keep writing!

    Like

    1. huwaaah! KAK LIANA MAMPIR 😀 yesshh
      hehe, gatau juga nih ka. aku kaya jadi ketularan kakak yang doyan menistakan suho dalam sebuah ff / tapi aku kebalikannya, aku lebih suka menistakan Joohyun di sini ^^ hehe /sungkeman karo Mbak ayune Irene 😀 /
      kenapa sulho? yah karena aku ga pinter buat OC jadi lebih pasangin suho sama syulli saja 😀
      yah, kakak bisa aja, aku belum pinter2 amat bikin angst-ga kebalik nih? 😉 kak liana yg pinter ngemas angst dalam bungkusan fantasy malah –
      tapi alhamdulillah ya kalau kakak merasakan feel ansgteu-nya,hehe.
      *ups, miann aku gak bermaksud :/ anyway, SEMANGATT untuk itu eaaa! 😀 /
      ini fic baru kak, hehe. makasih banyak yaaa ❤ 😀
      keep writing too!

      Like

  2. Aku sudah menduga kalo mba irene bakal berakhir menjomblo XD
    Kak xian!! Apa yang anda lakukan ke surene duh duh. angstnya bikin patah hati.
    Tbh, aku baca ini udah lama banget via hp. dan yah di hapeku ga bisa buat komen dan akhirnya lupa deh -,-
    Tapi ini nyesek banget loh kak. bayangin aku di posisinya irene, fake smile and fake laugh gitu. sok tegar tapi sbenernya ancur dalemnya ga mudah ya 😐
    But ibu irene, tenang saja. jika suho sudah laku, mas song mino akan meminangmu /apaan/ XD
    Keep writing kak!

    Like

    1. haloww pater ^^ hehe, gapapaa, santai azaaa

      yeah, yeahh, kamu korban kedua dari terror surene angst ini, haha/dorrr
      nah, itu kan tipikal cewe jaman skrg bgt, pat. kuat di luar, hancur lebur di dalem :””””
      haha, entah kenapa tapi semenjak aku serin baca fict surene dari kalian-kamu dan kak liana- aku jadi kecanduan buat fict mereka berdua T_T kemistri mereka berdua itu kok ya rasanya kuat bgt gitu yaaa :””
      hehe, tapi kayanya Bu Irene bakalan gamon dr suho meski ada mino :p haha
      makasih banyak ya, pat! udah sempetin mampir! 😀
      keep writing too 😉

      Liked by 1 person

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s