[Ficlet] Rain

rain

miss A Bae Suzy and EXO Oh Sehun with slight!mention SJ’s Donghae and Ryeowook | AU, Fluff, Friendship, Life | Ficlet | General | disclaimer: beside the poster and story i own nothing!

“Apakah pemuda itu sudah janjian dengan takdir?”

.

.

Hujan rintk-rintik datang menghampiri bumi.

Rinai hujan membasahi seluruh dahan dan ranting pohon oak di ujung jalan dekat sebuah kafe bernuansa rumahan dengan aksen gothic, mirip katedral yang ada di Barcelona. Titik-titik air yang berjatuhan pada birai jendela kafe pun menghasilkan melodi alam yang indah untuk  didengar. Gemericik air yang menyentuh trotoar jalan secara bebas. Sensasi dingin yang menelusup. Sungguh indah pagi di hari Rabu ini.

Namun tidak bagi seorang Suzy. Gadis berdarah Korea asli itu sangat anti terhadap hujan. Sejak kecil ia tidak menyukai hujan dengan alasan-alasan yang tiap tahun bertambah.

Hujan itu menyusahkan. Hujan itu basah. Hujan membuatmu tidak bisa berpergian. Hujan membawa serta awan mendung yang menutupi sinar matahari. Setiap hujan datang langit akan berubah menjadi kelabu. Dan ia sangat benci itu semua.

Makanya di saat pagi seperti ini, sebelum ia memulai pekerjaan sebagai pelayan di kafe yang terletak di bagian utara kota Tripoli itu, mood-nya sudah amblas ke liang lahat. Ya, apalagi kalau bukan hujan gerimis yang mengguyur seantero kota terbesar nomor dua di Lebanon itu. Hujan di akhir musim panas. Hujan yang manis.

“Bisa tidak hujannya berhenti?” tanyanya sambil menghadap ke luar jendela yang sedikit berembun. Tangannya sibuk mengelap permukaan meja kayu mahoni dengan telaten. Bibirnya dikerucutkan sebal karena hujan tak kunjung menyanggupi permintaannya.

“Eishhh menyebalkan! Kesal, kesal, kesalll!!”

“Ada apa denganmu, eo?

Sehun – pemuda berkulit albino yang bertugas sebagai barista – datang menghampiri Suzy yang mengentak-entakkan lap pada permukaan meja dengan kesal.

“Tanyakan saja pada ranting yang bergoyang, “

Sehun tersenyum kecil. Jemarinya otomatis menyentuh puncak kepala Suzy dan menepuknya lembut. Suzy menyingkirkan jemari yang lebih besar dari kepunyaannya itu dari atas kepalanya, membereskan tiap helai rambutnya yang agak berantakan letaknya.

“Ada-ada saja. Masih memendam antipati terhadap hujan, ya?”

“Menurutmu?” Suzy mendorong bahu pemuda itu malas. Kegiatan memoles permukaan meja kafe pun sudah selesai. “Sudah sana ke habitatmu! Sebentar lagi jam operasi kafe akan mulai, “

“Iya iya.“

Sehun malah menarik tangan Suzy yang memegang bahunya dari belakang. Pemandangan tersebut akan terlihat seperti mereka yang sedang bermain ular-ularan. Suzy yang menjadi buntut mengikuti Sehun yang menjadi kepala di depan.

“Ih, lepas!”

Sehun enggan membebaskan jemari mungil hangat yang bertengger di pundaknya. Ia justru terkekeh kecil. Pasti gadis yang sebaya dengannya itu sedang mengerucutkan bibir dengan kesal.

“Eh kamu tahu tidak? Seharusnya kamu bersyukur hujan turun di pagi hari seperti ini karena ya dengan adanya hujan banyak pengunjung yang datang untuk singgah sebentar, sekedar untuk menghangatkan badan.  Memesan hot caramel macchiato buatanku, bisa hot chocolate juga. Lalu mereka akan memilih bangku di dekat jendela, “ Sehun menghentikan langkah dan menunjuk jejeran sofa dekat jendela. “dengan memandang ke luar mereka akan merasakan sensasi damai di pagi hari. Panorama pagi saat hujan turun itu, indah, lho.

Suzy meremehkan hipotesis deskriptif pemuda itu.

“Sini kuberitahu, “ gadis itu mendekatkan diri pada daun telinga Sehun dengan berjinjit. “kurangi menonton drama-drama berlebihan, menggelikan, dan kacangan yang dibintangi Jeon Jihyun – idolamu itu! Kau terlalu banyak menonton drama!!”

“Ah, Suzy tidak seru nih!” balas Sehun tak mau kalah. “Aku ‘kan tidak sedang mengutip adegan dari drama yang sering kutonton. Ini kenyataannya. Fakta! Kalau tidak percaya lihat saja nanti!”

Call, lihat saja nanti!”

***

***

Apakah pemuda itu sudah janjian dengan takdir?

***

Suasana kafe yang lima belas menit sebelumnya masih sepi dan hanya berisi selusin pegawai kini sudah dipenuhi oleh esmud-esmud yang menenteng tas kerja atau melampirkannya di bahu. Beberapa ada yang berkelompok sehingga canda dan tawa terdengar. Ada juga keluarga kecil yang menyertakan anak mereka untuk ikut sarapan menu breakfast andalan Kafe Makkiya – nama kafenya.

Tidak ketinggalan juga beberapa yang datang sendirian dan memesan satu cup karton hot coffee ataupun latte dan bergegas meninggalkan kafe, menembus rinai hujan. Atau memilih duduk di atas sofa beludru merah marun yang tersedia di dekat birai jendela. Sayang sekali hujan datang mengguyur. Kalau saja cuacanya terang, di depan pelataran kafe pasti sudah akan tergelar kursi dan meja yang dilengkapi kanopi.

Suzy tidak kewalahan melayani pesanan di pagi hari yang seramai lalu lintas di jalan utama kota Tripoli, ia sudah terbiasa. Senyuman manis melebihi balok gula black coffee tak pernah pudar dari bibir tipis gadis itu.

Ternyata, hujan bisa membawa berkah juga. Yakni, pada kafe tempatnya mengais pundi-pundi rezeki.

Banyak pengunjung yang datang sekedar untuk menghangatkan badan dan mengisi perut kosong dengan roti bagel yang selalu fresh from the oven buatan Chef Ryeowook. Ataupun menyesap latte, caramel macchiato, cappuccino, espresso coffee, ataupun frapuccino racikan Sehun dan Donghae. Juga resep baru dari Sehun berupa luwak white coffee yang diimpor dari Sulawesi.

“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga harimu menyenangkan!” Suzy menyalami para pengunjung yang melewati pintu kafe dengan riang dan  menundukkan kepala sopan. Ia pun tersenyum lebar pada Sehun yang beraksi di balik seragam barista lengkapnya.

“Aku benar ‘kan? Mana traktiranmu? Eo?”

You wish, Sehun-a!” tanggap Suzy saat ia melewati meja barista dan mengambil secangkir kopi arabika yang mengepulkan uap putih, memindahkannya ke atas nampan kayu kokoa yang dipegang. Meninggalkan pemuda jangkung yang mematri sebuah kurva elok di atas bibir tipisnya.

“Kalau kata Super Junior, Raining Spell For Love, “ Sehun berbisik pada dirinya sendiri pelan, “benar ‘kan Hyeong?”

TAMAT

.

a/n:

eya, ini fic dibuat saat ehem~berita suzy jdian keluar.haha, ceritanya mah buat mendukung Suzy di sini yang byk dicerca sama shipper sebelah T_T hee ~

anyway, thanks and see ya, from

xianara-sign

*p.s.: dulu waktu masih jd author alay,haha, masih suka ninggali sign kaya gini, lol 😀

Advertisements

10 comments

  1. hahaha… Note mu yg satu ini buat aku senyum2 ngakak #lohh
    iya aku ingat klo Na selalu pake tanda tangan itu di akhir FF.. trand mark mu Na..kkk..cerita as always yaa..selalu ada makna… komawo Na.. Hwaiting

    Like

  2. Woah aku setuju banget Aku sangat suka hujan Karena menurut aku hujan itu simbol romantis karena di saat hujan/?
    Selain itu hujan juga bisa menjadi berkah tersendiri atau bisa menguntungkan/?

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s