[Ficlet] Path of Our Love

pathofourlove

f(x) Victoria Song and Wu Yifan | AU, Angst, Life, Sad-romance | PG 15 | ficlet | disclaimer beside the poster and story-line, i own nothing | ignore the lame cover, anyway v.v |

inspired from That Street by Younha

August, 2015©

.

I cannot do walking alone down that path, without you.

.

.

Karena perpisahan ini bukanlah yang pertama ataupun yang terakhir,

Yifan tidak menyalahkan lampu raksasa yang menyinari petang kala itu. Pun dengan cahaya senja yang mengerlip sembari mengantarkan kepergian sang gadis di pelabuhan. Pada suatu jalan setapak yang memanggil di belakang, si pria Tiongkok tersebut memilih untuk berpaling.

Untuk Victoria seorang, dan bukan lagi Untuk Yifan. Oleh sebab itu, dia pun sadar bahwa dirinya sudah tidak bisa berjalan bersama dengan Victoria.

Demikian kisahnya, seiring dengan salam perpisahan yang dilantangkan oleh Victoria. Sebelum kaki beralaskan sepatu merah jambu pemberian Yifan membelai langkah menuju tangga kapal yang akan membawanya berlabuh ke Negeri Ginseng.

***

melainkan jalan itu, yang mempertemukan kita juga yang memisahkan kita.

Victoria menguatkan pegangan pada tas jinjing cokelat tua yang dibawa. Pun dengan lelehan kristal yang siap tumpah saat itu juga. Jujur saja, sampai saat ini, sepotong hatinya masih tertinggal di tangan seorang pria berahang kukuh bermarga Wu.

Tahu bahwa waktu yang diberikan oleh Tuhan akan berjalan seperti anak panah yang melesat dengan cepat, Victoria tak mau ambil risiko. Ia berlari dengan kencang. Menjatuhkan dua tas jinjing dan menyusuri anak-anak tangga yang menjembatani dermaga dengan kapal yang ditumpangi.

Airmata yang bercucuran tak diacuhkan. Langkah kaki kecilnya terus menuntun dirinya agar segera menemukan sosok jangkung kesayangannya. memeluknya dan tidak akan melepaskannya.

***

Dia mendengar semuanya.

Seruan beserta isak tangis yang menjerit dari gadis yang menjadi favoritnya sepanjang masa. Juga merasakan, hangatnya pelukan yang memenjara punggung ringkih miliknya.

“Vict, kau tidak boleh seperti ini.” tukas Yifan seraya meremas pergelangan tangan Victoria yang melingkari perutnya.

“Aku tidak boleh mencintaimu sebanyak ini, ” jawabnya masih sambil terisak. “begitu? Apa aku tidak boleh untuk kembali pada jalan yang menyatukan aku dan kau?!”

Tertegun, sang pria lekas berbalik dan memegang bahu Victoria. Ditatap kedua bola mata jernih kecokelatan milik sang gadis yang memerah karena dipenuhi airmata. 

“Tidak boleh. Mimpimu itu lebih berharga ketimbang pemuda bodoh sepertiku, Vict. Kau harus mewujudkan mimpimu itu.”

Bohong. Jujur saja, keegoisan yang berdiam diri di dalam Yifan pun tidak rela membiarkan Victoria pergi begitu saja. Namun ada sisi rasional dari logika yang mampu menghalau kebutaan cinta tersebut. 

“Jika kau takut untuk menjadi segalanya bagiku, jangan kejar mimpimu. Jika kau benar menginginkan hal itu, perpisahan sementara ini akan benar-benar menjadi akhir dari segalanya.”

***

Usapan hangat yang menyapu kedua pipi Victoria sontak mengalirkan risau dan gundah yang ikut dirasakan Yifan. Dia ingin menjadi milik Yifan seutuhnya tanpa harus memiliki raga sang pria. Dia hanya ingin menjadi satu-satunya pemilik singgasana hati Yifan, untuk saat ini.

“Dengar, anggap saja ini tidak terjadi. Terus kejar mimpimu dan singkirkan aku dari radar pikiranmu. Aku tidak ingin menjadi pengganggu untuk kesuksesanmu.”

“Tapi aku,  “

“Victoria, kautahu tentang jalan yang memersatukan kita?”

Sang gadis mengangguk. Kemudian, segaris kurvalinier tipis menancap di atas bibir Yifan. 

“Aku tidak mungkin mengambil jalan itu tanpamu. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Yang jelas, aku percaya bahwa kau dan aku suatu saat akan kembali dipertemukan oleh jalan itu. Jalan yang hanya bisa ditelusuri oleh jemarimu yang mengisi rongga kosong di jemariku.”

***

Nyanyian burung camar di pinggir laut memecahkan sunyi. Pun dengan tangisan Victoria yang perlahan surut. Bulir-bulir airmata yang membasahi pipi gembil sang gadis, diusap dengan ibu jari Yifan. 

“Tersenyumlah, ” katanya.

Victoria menurut, sejenak dia menaikkan kedua sudut alat tuturnya hingga menghasilkan satu cetakan senyuman manis yang menjadi bius bagi Yifan. Juga, sentuhan hangat di  atas bibir sang gadis, yang menjadi candu mematikan sekaligus penawar segala sembilu yang mengiris hati keduanya.

TAMAT


a/n

actually, it’s my first Kristoria-ff, gatau kenapa jadi kaya gini. huhu…. kalau aneh mohon dimaafkan. bye~ 😀 

Advertisements

6 comments

  1. AKU SUKA BANGET SAMA POSTERNYA~~~~ Kaya bisa menggambarkan ke-angst-annya/?
    Tumben kakak bikin kristoria gini, apalagi yang sad huhu 😦
    Kalo kosakata sih nggak perlu komen lagi, ini udah keren pake banget ❤
    Keep writing kak~

    Like

    1. wkwk, makasih udh suka sm poster yg lame itu, pat :’>
      hehe, AH! GATAU NIH TIBA2 AKU KAYA DAPET WANGSIT UNTUK NULIS DUO CHINA-LINE INI MASA *matiin caps lock* dan yeah, inspirasi ff ini jg datang dr lagune Mbak Younha yg mellow itu :””
      aduh, kamu bisa aja, pat :”” kosakata aku masih standar punya 🙂
      hehe, makasih sudah mampir, pat 🙂 ❤

      Liked by 1 person

  2. aku. baru. mampir. lagi.
    tapi
    KAMU BAWA KRISTORIA! KAMU APAIN KELUARGA CHINA-LINEKU INI *padahal aku lebih sering menistakan mereka di fic romanceku yg super cheesy hadeuh
    dibikinin romance angst pulak. dan bahasa kamu bagus pulak. apa aku gak semakin pengen melempar diriku ke jurang rasa malu yg terdalam? aiiih. aku ikut2 an sakit lho bacanya. pingin gegulungan tapi ntar punggungku sakit semua
    eh tapi aku nemu ini nih: ‘Jika kau takut untuk menjadi milikku segalanya….’ maksudnya apa ya? sorry gak penting banget nanyanya. habis kedengerannya rada aneh di telingaku sih tapi gak bener2 mengganggu kok.
    tapi yg jelas, LIKE!!!!
    keep writing!

    Like

    1. /tarik kak liana dri pinggir jurang rasa malu, dudukin di atas batu rasa haru/
      aduh kakli, bahasaku belum bagus T_T justru aku pengen kaya kakliana kalau nulis ff yang ringkas-ringkas, karena aku sadar bahwa aku ini boros bgt sama kata T_T
      ehehe, yes! setelah ga sengaja lihat foto mereka berdua di era rumpumpumpum dan ngestalk-stalk aku langsung keya, yailahh mereka kok cocok gitu ya??? maksudku, vict jiejie itu cocok dipasangin sama siapa aja dari formasi china-line di koriya :3

      nah, setelah baca itu aku juga ngerasa kaya: ‘iyaya, ini apaan dah? wkwk.’ makasi kak koreksinya. anyway, aku sudah betulin. maksudnya yang benar. mungkin karena aku ambil translate mentah dari lirik lagunya Younha jadi aneh gitu maksudnya, huhu.
      makasih banyak kakli atas LIKE-nya! sipppp!
      kak liana juga semangatt 😀

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s