[Drabble-Mix] The Manual

the-manual

composed by xianara

featuring EXO Kim Junmyeon, Red Velvet Bae Joohyun, BTS Min Yoongi, miss A Bae Suzy, Actor Lee Minho, and OC | AU, slight!Canon, Fluff, Marriage-life, Romance, slice of Life | drabble-duration per fict | teen and up | disclaimer beside the poster and story-line, I own nothing!!

August, 2015

.

based upon the lyrics of The Manual by Eddy Kim.

.

This beautiful girl, don’t lose her.

.

Enjoy reading! 😀


Junmyeon x Joohyun

  1. Softly, with mood, warmly, tightly hug her

Musim gugur memang belum menampakkan tanda akan segera datang. Namun kembang sakura di sepanjang jalan Yeouido telah siap bermekaran. Memungkinkan banyak mendatangkan pejalan kaki yang sengaja melintasi.

Begitu juga dengan sepasang kekasih bertitel imut yang sedang melintasi pedestrian dalam langkah yang lambat namun seirama. Sang pria, mengantongi genggaman sang wanita di dalam saku jaket levis-nya. Sementara sang gadis yang begitu pemalu tak bisa berkutik kecuali membiarkan sang rona alami bersemu di atas kedua pipi gembil miliknya.

“Joohyun-a, “ panggil Junmyeon, kepada sang gadis yang sedari tadi menubrukkan pandangan pada alas kaki yang dikenakan.

“Ya?”

Keduanya serempak, menghentikan langkah di tengah jalanan kota berselimut malam yang tidak begitu ramai. Yang hanya diisi oleh segelintir lalu lalang para pejalan kaki, juga beberapa kendaraan pribadi yang melintas. Mengingat jam sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam.

Grep!

Tanpa awalan maupun akhiran, Junmyeon memberikan sebuah pelukan hangat kepada Joohyun. Ia mengusap punggung sang gadis, mendekapnya semakin erat. Seolah ingin mengalirkan kehangatan di tengah sisa-sisa musim semi yang masih terlampau begitu dingin.

“Jun-myeon?” Joohyun tercekat. Belum sempat ia berkata apa-apa lagi, sang pria semakin memperdalam dekapan kepadanya.

“Sudah jangan banyak bicara dahulu, Joohyun-a. Mood-ku sedang baik untuk mendekapmu, pada saat ini juga.”

“Apa?”

Bola mata sang gadis membesar. Perasaanya berubah jadi setengah bimbang. Well, untuk memeluk saja diperlukan mood. Lalu hubungan yang selama  ini telah dijalani, apa maksudnya?

“Jangan berprasangka buruk. Aku hanya ingin memelukmu saat ini juga, dengan hangat, dengan erat, dengan mood yang begitu baik. Karena apa?”

“Apa?” cetus Joohyun sedikit jengkel, rupanya.

Sejenak, sang pria melonggarkan pelukan kemudian menyejajarkan pandangan pada obsidian jernih milik Joohyun.

“Karena aku begitu sangat mencintaimu.”[]


Yoongi x Minha

  1. When your soft eyes meet hers, smile

Ombak beserta angin berlomba-lomba menarik perhatian para pengunjung Haeundae. Di tengah puncak sang musim panas, banyak warga yang memanfaatkan jatah liburan mereka untuk berkunjung ke pantai. Begitu juga dengan pasangan Yoongi dan Minha.

Akan tetapi, mood untuk bersenang-senang sang gadis tidak sedang dalam kondisi yang baik. Tentu saja, penyebabnya datang dari perilaku Min Yoongi yang terkadang menyebalkan dan terlalu acuh. Seperti sekarang; di mana Yoongi lupa menaruh topi lebar anyaman kesayangannya saat beres-beres di motel hingga menyebabkan sang kekasih keki separuh mati.

“Aku akan membelikan topi yang baru, kau tenang saja, oke?” tawar Yoongi.

“Tidak, terimakasih.”

Well, aku menyerah. Yoongi hampir mengumpat saking kesalnya. Ini sudah hampir lima belas menit, Minha menganggurkannya seperti pakaian kotor dan enggan untuk membalas ucapan maupun tatapan yang dilayangkan olehnya. Baik, Yoongi mengakui kalau dia memang salah. Tetapi, maksud dan tujuan mereka datang ke Busan ‘kan untuk berlibur bukan bertempur. Catat itu!

“Park Minha, maafkan aku, kumohon ya? Aku pasti tidak akan mengulanginya lagi, aku berjanji!”

Mungkin sedikit berhasil, janji yang diumbar oleh Yoongi barusan. Pasalnya, kepala sang gadis sedikit menoleh ke arah Yoongi namun tatapannya masih menusuk.

“Kautahu, Min Yoongi, topi lebar itu adalah favoritku!”

Tanpa membuang waktu, Yoongi segera merapat ke tempat duduk Minha. Menahan bahu sang gadis agar tetap menghadapnya kemudian mengangguk.

“Aku tahu, topi itu hadiah ulangtahun dari Jimin ‘kan? Kakakmu yang err menyebalkan itu?” celetuk Yoongi.

“Kau juga menyebalkan, ah tidak. Tapi lebih menyebalkan!”

Yoongi tergelitik mendengar celoteh sang gadis. Lalu, ia pun semakin mendekatkan jarak pada Minha yang mulai menampakkan gurat wajah menahan malu. Hei, bagaimana bisa Yoongi menempelkan wajah begitu dekat dengan kepunyaan Minha? Di bawah teduhan payung pantai yang begitu besar ini.

“Jadi, bagaimana?” tanya Yoongi sembari mengembangkan seulas senyum yang bisa dibilang sangat manis, untuk ukuran seorang Pemuda Min yang malas tersenyum kalau bukan untuk Minha.

“Apanya?!” gertak Minha, sembari mundur dan menghindari senyuman yang justru datang dari kedua bilah manik hitam kelam Min Yoongi.

Udara terasa semakin panas, begitulah yang tercetak dengan jelas di atas wajah Minha. Pun dengan rona kegelian yang nyata mewarnai paras Yoongi. Sungguh, pria itu malah menikmati wajah kikuk Minha. Jarak antara mereka yang begitu dekat kini pun kembali dipangkas, tentu saja itu ulah Yoongi.

“Kukira kau lebih tertarik pada hal-hal romantis, ‘kan? Jadi, aku tentu bisa menjadi pengganti topimu yang akan melindungimu dari sengatan matahari seperti ini, “ ucapnya.

Siapa saja, tolong Park Minha saat ini.

Begitu Yoongi selesai berucap gombalan picisan kepada Minha, sang pria tidak dapat menahan untuk tidak tersenyum. Apalagi ketika kedua mata mereka saling bertemu. Oh, baiklah. Mungkin usaha sang kekasih patut diapresiasi hingga akhirnya sukses membuat Minha luluh dan lekas-lekas menunju dada bidang Yoongi.

“Dasar perayu!”[]


Minho x Suzy

  1. When you’re walking her home, slow footsteps

With a low voice, confess to her

Gelak tawa beserta guyonan terlampau jayus namun tetap berakhir lucu, mengisi kehampaan tengah malam yang menaungi pinggiran jalan distrik Gangnam. Bunyi derap langkah dari sepasang sneakers berwarna senada – putih tulang dengan aksen bintang berwarna biru tua – juga melantunkan intro pengiring langkah duo pekerja seni ternama Korea selatan tersebut.

Kepada gadis manis yang sepantaran tinggi dengan bahunya, Minho memberikan tatapan penuh minat sekaligus penuh kagum. Angin semilir yang lumayan membuat tulang meregas sontak membungkam celotehan Suzy mengenai rindu kepada Kakak Hunan-nya, salah satu anggota grup tempatnya bernaung, yang sekarang begitu jarang bertemu karena padatnya jadwal yang ia punya.

“Hei, boleh bicara sebentar?” tanya Minho, sembari menunggu sang gadis selesai mengeratkan selendang yang melilit tubuh atasnya.

“Tentu saja, “ jawabnya sambil terkikik geli. “memangnya siapa yang mau melarang?”

Bae Suzy. Gadis kelahiran Gwangju itu selalu begitu, terlampau suka ceplas-ceplos dan bersikap easy-going di usia belia. Sehingga tak jarang, banyak idola berlawan jenis yang tertarik kepadanya meski tidak berani beraksi secara terang-terangan. Namun pengecualian untuk aktor Korea yang satu ini.

Langkah tanpa jeda namun bertempo lambat mengantar Minho dan Suzy menyusuri distrik elit nomor satu di Seoul. Atribut penyamaran idol yang biasa melekat kala mereka ingin menikmati waktu santai pun luput dari pandangan. Mengenakan busana santai tanpai masker ataupun topi baseball sontak menjadi langkah berani yang diambil.

“Jadi, apa yang mau kaubicarakan? Apa itu sesuatu yang begitu serius atau sebaliknya?”

Pemuda Lee sejenak membungkam langkah, “ini tentang perasaanku,” ungkapnya tanpa tendeng aling-aling. Tanpa prolog yang manis. Tanpa basa-basi yang tidak begitu disukainya. Dan, sukses membuat sang gadis tercekat. “yang kurasakan untukmu.”

Jejak langkah keduanya pun sukses diberi tanda jeda. Minho memutar badan tegapnya kemudian mengamati paras Suzy yang menandakan seribu tanya sekaligus heran. Mungkin juga, deg-degan.

Desau angin ikut menghamburkan dedaunan maple di sepanjang jalan. Minho menyeka sedikit peluh, menyisirkannya ke sisi rambutnya. Kemudian, menabur langkah untuk sedikit mengurangi jarak dengan Suzy yang nampak sibuk mengolah maksud prakata gamblang dari Minho.

Tersenyum. Kemudian dengan suara yang rendah dan begitu dalam, dia pun mengaku dengan begitu jujur dan tulus tanpa kompromi.

“Aku menyukaimu juga menyayangimu, dan mencintaimu dalam waktu yang bersamaan.”[]


TAMAT

a/n:

huwahhh!!! ngga tau kenapa tiba2 jadi nulis tiga drabble kaya gini T_T padahal niatnya cuma bikin satu drabble untuk ngelanjutin play-list fict based on The Manual-nya Eddy Kim tapi ya, ahhh!! ini di luar kontrol diriku! huhuhu T_T

 dan, yaaa, akhirnya setelah sekian lama nulis ff suzy, akhirnya kali ini saya nulis beliau dengan pasangan aslinya, haha, peace eonnie! moga langgeng ya, kakakku 😀 terus soal surene, yahuu! akhirnya bisa jg buat sweet drabble ttg mereka, hoho.

anyway, mohon maaf atas drabble ga genah and amatiran macam ini, Dreamers.

terimakasih and ciaoo ❤ 😀

Advertisements

5 comments

  1. HUAAA…suka sm drablenya.. serasa beneran.. ngebayangin mereka tuh lg jalan sama dengan yg di foto mrk kencan ..kkkk.. hwaiting

    Like

    1. akhirnya xian ngrestuin bapak lee minho sama mbak suji hahahaha. manis lho drabblenya bagian mereka, tapi bapak lee minho kurang keliatan dewasa di sini *bawaan the heirs kali *apa Li apa
      utk surene dan yoongiha–pair IFK ini–no comment. soalnya MANIIIIIIIIIIIIIIS BANGET MAS MYUN MAS YOONGI! dan perwatakan cewek2nya itu lho, menonjol: mbak irene yg malu2, mbak minha yg ketus ala tsundere, sampe mbak suji yg manis nan oblivious…. uh bikin asdfghjkl hah sudahlah mbak irene hanya kepada mas myun seorang *lah, shipper *dua lainnya gimana? *iya moga langgeng kecuali yoongiha soalnya mbak minha ga real :p
      keep writing!

      Like

      1. aku mah udah ngerestuin mas minho dan mbak suzy dari kapan tahu kak 😀 cuma baru dapat ilham untuk nulis mereka saja sih, haha.

        yeah!!! KAK LIANA, DAKU BERHASIL BUAT SWEET FF UNTUK SURENE ❤ ❤ /geplaked/
        alhamdulillah kalau karakterisasi dua yeoja di atas cukup berhasil padahal feelingku takutnya msih kurang gmn gitu kak 🙂
        yosh, kak liana juga ya 🙂 terimakasih sudah mampir! 🙂 🙂

        Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s