DAY1 – Freely

day1

The Day-Series

DAY1 – Freely

a song-based story with, DAY6 Park Jaehyung / Jae and You

| slight!Canon, Fluff, Friendship, Romance, slice of Life | Teen and Up | ficlet |

September 2015©

.

Tonight, we’ll be together under that sky,

So be free, – Freely.

.

Langkah ragu sejenak menghampiri walaupun jemari milik Jae erat menggamit jemariku. Matanya sontak menangkap raut ekspresi kebingungan bercampur rasa lelah lantaran aku baru selesai latihan teater dari pagi hingga sore. Senyuman singkatnya pun berkata bahwa aku tidak perlu cemas akan hal-hal aneh yang akan dia berikan kepadaku–sebagaimana yang mesti kukhawatirkan ketika diriku bersama pria maniak hashtag ini.

“Aku tahu kamu lelah makanya kamu butuh sesuatu untuk melepas penatmu itu, tahu.” cicit Jae tanpa ada niatan melonggarkan genggamannya.

Sentuhan jemarinya pada puncak kepalaku pun kembali menyadarkanku kalau aku sekarang tengah berada di tengah taman kota pada saat malam hari. Gelap suasana di sekitarku sebetulnya membuatku merasa sedikit tidak nyaman, mengingat aku yang tidak begitu suka akan kegelapan. Berbeda dengan Jae, bocah jangkung itu justru terlihat luwes membelah kepekatan di tengah jalan setapak yang pinggirnya dihiasi oleh jejeran bangku taman berwarna putih dan semak belukar.

“Jae, sebenarnya kita mau ke mana? Aku sudah tidak bisa berjalan terlalu jauh lagi.” ringisku, kemudian memperlambat langkah, “Jae, jangan diam saja. Jawab aku, dong.”

Jae ikut menurunkan tempo langkahnya namun tidak lantas untuk berhenti. Mata berwarna cokelat terang yang dibungkus oleh kacamata silinder itu tersenyum kepadaku, lagi-lagi menenangkan aku yang mulai tidak suka akan rencana kencan akhir pekan ala dirinya, Jae Pria Si Penuh Kejutan. Namun yang dilakukan Jae selanjutnya pun hanya bungkam seperti kucing sakit gigi.

Jalan setapak yang tidak ditemani oleh penerangan setitik pun tidak kuperhatikan. Atensiku justru jatuh pada sepatu kanvas berwarna putih yang kukenakan. Tiba-tiba saja, lengan kurus Jae melapisi kedua mataku yang sontak menghentikan langkah kami berdua. Keterdiaman pria yang jago bermain gitar itu pun akhirnya berbuah suatu ungkapan atau lebih tepatnya seruan, mungkin.

“Kejutan!!”

Mobil karavan yang disulap menjadi sebuah panggung mini dengan hiasan lampu neon warna-warni menyapa kedua irisku setelah Jae membebaskan jemarinya dari kedua mataku. Nyala dari lampu kecil tersebut bagai kunang-kunang yang tengah menari, membuatku lekat menatapnya. Panggung itu pun tidak kosong karena diisi oleh teman-teman Jae dari satu band yang sudah siap siaga di posisi masing-masing.

Gerak refleks yang sebelumnya kumiliki seperti ditarik kembali oleh Tuhan. Aku tidak bisa memberikan respon apapun. Apalagi saat menyadari Jae sudah menerobos ke atas panggung dan menyandang gitar elektrik miliknya.

“Untuk kamu yang berdiri di sana!” Jae menunjukku,  “ya kamu yang memakai kemeja flannel hijau dengan kaus spandex di dalamnya,” tambahnya dengan penjelasan rinci busana yang kukenakan.”dengan senyum termanis dan mampu mengalihkan duniaku!”

Koor menggelikan dari kelima pemuda di atas panggung mengikuti rayuan Jae untukku. Jae masih lekat mengamatiku. Aku yang tidak tahu mesti berbuat apa lagi hanya meringis geli. Kemudian membatu layaknya stupa.

“Tersenyumlah, sudah seminggu ini aku tidak melihat matahari terpeta di wajahmu, “ pintanya. Seiring berjalannya waktu, dentingan piano elektrik yang dipegang oleh Wonpil pun terdengar dan diikuti oleh petikan senar gitar milik Jae.

“Jae, kamu – “

Ucapanku terpotong. Tabuhan drum dari Dowoon menambah laju tempo diikuti permainan instrumen pendukung dari Sungjin, Brian, dan Junhyeok di posisi masing-masing.

Don’t worry about tomorrow, pikirkan saja tentang kita, kamu pasti mengerti! Be free! I just want you to be free tonight!”  seru Jae tanpa ragu.

Senyumku mengembang macam layar kapal pinisi di tengah iringan lagu up-beat yang dipertontonkan oleh keenam pemuda di depanku. Terlebih kepada satu sosok vokal yang sedari tadi tanpa lelah menyunggingkan senyum kepadaku.

Park Jaehyung selalu membuatku merasa nyaman dengan caranya yang sungguh berlebihan namun di satu sisi, sungguh manis. Sejujurnya hanya menghabiskan tiap sekon dengan Jae tanpa berkata sepatah-dua patah kata dengan mata yang saling bersua, aku sudah merasa senang. Bebanku hilang. Penatku melayang.

Kamu sungguh luar biasa, Jae. []


a/n:

kyaaaa, i got another MUSE di kipop ><

semua member itu termasuk bias kali ya, soalnya setelah lebih kenal sama mereka – dnegan ngubek2 profil mereka pastinya – oemji, every of them are flawless and multi-talented, sulit rasanya punya satu bias di DAY6 ❤ </3

Advertisements

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s