[Ficlet/Song-fict] Lean on Me

lean-on-me

xianara presents

Miss A Bae Suzy and EXO Kai / Kim Jongin

AU!Canon, Fluff, Friendship, slice of Life, slight!Hurt/Comfort  | ficlet, song-fict | PG 15 |

October, 2015©

.

‘ . . . Seperti, kamu selalu bisa bersandar kepadanya. Hanya kepadanya. Kamu bisa mengambil barang sejenak paus dengannya. Hanya dengannya.’

.

Enjoy reading~!

.

Ketika semua hal tidak berjalan dengan semestinya, memejamkan sepasang mata berkantung bak mata panda menjadi tidak mungkin bisa dilakukan oleh kamu. Begitu banyak nomor ponsel tersimpan di dalam buku kontakmu. Namun nyatanya kamu tidak bisa menghubungi salah satu dari mereka.

Sebagai insan yang bekerja di bawah sorot sinar gemerlap– seseorang yang memilih platform idol sebagai tempat untuk berpijaksemua hal yang mesti kamu kerjakan bagai pil Paracetamol yang mesti diminum tanpa henti. Lelah bercampur penat kamu rasakan. Napas panjang yang menjelma sebagai keluh kesah pun meledak dari bibirmu.

‘Piip’

Ponsel keluaran platform komunikasi kenamaan asal Amerika mengeluarkan notifikasi bunyi. Ada pesan masuk. Mukamu sontak menyeruakkan rona bahagia, sekilas setelah melihat isi pesan–termasuk si pengirim pesan.

Reruntuhan lelah sehabis menjalankan kegiatan signing sebagai ambassador produk home-shopping di salah satu supermarket ternama negeri ini kemudian hilang tak berbekas. Agaknya atau memang rupanya, di balik setitik noktah cacat dirimu yang menyandang status sebagai idol, kamu masih memiliki satu tempat khusus. Tempat di mana kamu bisa menyingkirkan keluhan. Tempat yang hanya dimiliki oleh satu persona khusus dalam hidupmu.

Aku tahu kamu tidak bisa tidur, Tokki. Cepat turun dari apartment-mu. Kutraktir minum! – K

* * *

“Mereka semua payah!”

Kamu meracau. Dentingan ujung botol berwarna hijau kurang pekat berisi soju yang dituang ke dalam gelas kecil bunyinya hilang ditelan oleh lontaran kata-katamu. Kai, pemuda yang sejalan denganmu–pekerja seni di atas platform idol group–tersenyum kecil, anteng mendengarkan segala keluhanmu.

“Aku ini sudah 22 tahun dan mereka justru masih memperlakukan diriku seperti bocah sekolah dasar!”

Tindak tandukmu jadi agak sedikit kacau. Terkutuk pada kadar toleransi alkoholmu yang terlampau rendah. Tiga gelas muncung soju pun sukses menyandera kesadaranmu. Agak sedikit beruntung–karena aku sendiri tidak begitu yakin–waktu menunjukkan pukul dua, dinihari. Sehingga bisa sedikit dipastikan bahwa hanya segelintir orang yang dapat menyaksikan kamu, seorang gadis penyandang nama Bae Suzy, bertengger di warung pinggir jalan. Dengan setelan kaos lengan panjang abu-abu kera yang dipasangkan celana jeans dan snapback anyar favoritmu beraksen LA Dodgers.

“Lelah sekali rasanya usia di ujung duapuluh tahun ini. Aku tidak memiliki waktu untukku sendiri. Semua waktuku terpakai untuk hal-hal lain yang tidak pernah kubayangkan.”

Kim Jongin atau yang lebih dikenal oleh publik Korea sebagai Kai dari EXO, menaruh sepotong cumi-cumi kering ke dalam mulutmu. Secara tidak langsung, menghentikan keluhan yang gencar dilakukan olehmu bak pelanggan home-shopping yang sedang membombardir ruang customer service. Kamu tidak lekas menurut. Setelah menggigit tentakel si cumi-cumi, kamu meletakannya kembali.

“Kamu tahu? Ketika aku ingin sendiri, yang ada malah aku justru kesepian. Astaga, menyedihkan bukan? Lalu, ketika aku sudah tidak meliliki energi untuk tersenyum, aku justru dipaksa untuk selalu tersenyum. Jongin-a, kamu pasti tidak tahu, ‘kan?”

“Tidak. Aku tahu, semuanya.” pungkas Jongin. Tatapannya memusat pada kamu yang masih mengawang di ambang kesadaran. Selanjutnya, ia menyesap soju dalam gelas yang tinggal setengah. Sehingga mengeluarkan lenguhan dari bibirnya.

Kamu terdiam. Enggan merespon. Likuid alkohol mengeluarkan hawa panas di dalam tubuhmu. Pening yang mengikat, memukul telak tengkuk kepalamu. Sedikit banyak mengembalikan kesadaran yang sebelumnya raib digasak air beras fermentasi botolan yang menemani kalian berdua.

“Pada dasarnya mereka tidak bisa terlalu lama menahanmu. Perlakuan mereka lambat laun akan berubah, ketika mereka menyadari bahwa kamu bukan hanya sekedar emas. Kamu adalah berlian, permata, ruby, bahkan batu safir. Kamu itu terlampau berbeda dan keren. Bersabarlah sedikit, “

Agaknya, saraf motorismu cakap mencerna perkataan Kai barusan. Ruam merah yang mewarnai kedua pipimu karena soju, implikasinya tersubstitusi oleh suntikan verbal yang dilontarkan oleh Kai. Dadamu seketika berdesir. Sedikit demi sedikit, beban yang sebelumnya bersarang di hatimu pun terangkat.

“Lagipula kamu tidak kesepian, kok. Memang, kamu bawa ke mana fans-mu yang loyal itu? Fans yang sering kamu puji-puji di depanku karena mereka yang selalu mampu menghangatkan hatimu. Kamu adalah Bae Suzy. S U Z Y.” Kai menekan ujarannya, terlebih pada alphabet namamu. “Dan jangan kamu lupakan aku. Aku. Temanmu. ” lanjut Kai, sambil tangan kirinya menepuk dadanya. Menunjukkan dengan jelas makna dari morfem ‘Aku’ yang dimaksud.

“Jongin-a, “ ucapmu agak parau.

“Suzy-a, dengarkan aku baik-baik, ” usut Kai, mengeratkan kedua genggaman pada jemarimu yang terlihat begitu mungil di dalam tangannya. “untuk tersenyum pun, kamu tidak membutuhkan apa-apa untuk melakukannya. Jika ingin tersenyum, ya tersenyum saja. Seperti ini.”

Kai menarik kedua sudut bibirnya; memetakan seulas senyum hangat yang rasa-rasanya mampu mengusir udara dingin di malam musim gugur. Kemudian, ia pun membawa kesepuluh jarinya menuju wajahmu. Pipimu ditangkup. Dua telunjuknya pun lekas menarik bibirmu.

Jika ingin tersenyum, ya tersenyum saja. Dan ucapan Kai pun benar adanya. Tanpa perlu ditarik, kedua ujung bibirmu pun terangkat. Menjelma seulas senyuman. Hari-hari ekstra melelahkan yang pernah kamu lalui perlahan sirna. Kemudian, kamu memahami bahwa ketika kamu mencoba untuk percaya maka semuanya akan jadi baik-baik saja. Sesederhana itu.

Thanks, Jongin-a.”

My pleasure.”

Panggilan ‘Jongin’ yang lebih sering kamu sematkan ketimbang nama panggung ‘Kai’ kepada teman beda agensi itu terasa lebih indah diucap. Seorang sahabat yang jauh mengenalmu lebih lama dan terlanjur dalam tidak pernah gagal sebagai penglipur lara ataupun pelipat ganda sukacita. Seperti, kamu selalu bisa bersandar kepadanya. Hanya kepadanya. Kamu bisa mengambil barang sejenak paus dengannya. Hanya dengannya.

Bersamanya, mau itu Kim Jongin atau Kai, kamu memahami semuanya.

TAMAT.


a/n:

ngga tau kenapa saya jadi malas menulis-_- maafkan juga atas pending-nya beberapa project saya, haha 😦 

anw, fict ini terinspirasi dari digital single-nya Soyu feat 10 CM Kwon Jung Yeol, Lean on Me. so apa ada dari Dreamers yang juga kaya Suzy? 😀

Advertisements

10 comments

  1. Beiby.. my sweety Na.. Cemungudd Honey..
    Tulisan mu selalu keren dimataaku Na, dan aku selalu nunggu karya2mu.. walau akhir2 ini kesibukan sedang merajai diriku,,, ini aja baru pulang dr luar Kota.. trus absen FF yg blm di baca #curhat
    Aku nunggu semua FF mu yg kmrn blm kelar lohh .. semangatt ya sayang,,,and I love this story .. simple but meaningfull 🙂

    Liked by 1 person

  2. Pertemanan yg indah, tapi aku mikir pasti salah satu dari mereka terjebak friendzone, eaaaa baper

    Hahaha kita samaan na, aku juga akhir2 ini kyk capek bgt buat nulis, mungkin krn real lifenya sendiri udah bikin capek huhuhu,
    So semanjgat terus na, untuk RL dan ffnya

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s