[Playlist-Fict] #15: I

cover (5)

xianara presents

#15: I

a song-based story with Girls Generation Kim Taeyeon

AU, Comfort/Hurt, slice of Life, slight!Canon | ficlet, song-fict | general

Tears you’ve cried, all of the pain you’ve felt
It’s to prepare you for the day you’ll fly even higher
Butterfly, –
I (featuring Verbal Jint) by Taeyeon

.

part of Playlist-Ficts

.

.

Taeyeon bukanlah seorang anak kecil kemarin sore. Dia sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang beranjak dewasa. Surai kebule-bulean yang dimilikinya karena darah Austria yang mengalir dari sang ayah tidak dibiarkan terurai seperti yang lalu. Gadis mungil itu menghias surainya dengan menyatukannya menjadi sebuah kepangan yang mirip dengan ruas di dedaunan.

Langkah kaki kecil Taeyeon menyapu permukaan rumput setinggi mata kaki. Alunan angin dari Barat membawa terbang ekor gaun bohemian yang dipakainya. Namun, hal itu tetap tidak mampu melunturkan senyum yang selalu elok menghiasi bibirnya.

Adapula sensasi yang terasa nyata. Jutaan pasang mata penuh pengharapan tinggi yang menghantui Taeyeon, mungkin itulah yang terjadi di dalam mimpinya. Atau sesuatu yang benar terjadi pada kloningan dirinya di dunia pararel. Taeyeon tidak tahu namun sukmanya merasa tahu.

Seperti kupu-kupu renda bersaya biru muda yang kini hinggap di lengannya. Sayapnya yang indah seolah membawa kenangan yang membuat Taeyeon menjadi seperti sekarang. Macam kanvas elektroknik yang membawanya kembali ke dalam masa lampau, membuatnya kembali mengingat mengenai mimpi-mimpi yang dulu sempat terlupakan. Hari-hari letih yang selalu mengintai kehidupan Kim Taeyeon di benua biru.

Kedua matanya memejam. Dari situ, Taeyeon justru merasakan jutaan bintang menyemburkan cahayanya ke angkasa luas. Dengan dirinya yang mengambil-alih space tak berpenghuni di kolong langit. Merasakan sayap muncul dari punggungnya. Membawanya menjelajah angkasa luas dengan potongan-potongan mimpi yang menerbangkannya.

Andai benar saja itu terjadi. Semuanya benar-benar terjadi. Dia, Kim Taeyeon, memakai pakaian gombrong ala bohemian dengan warna-warna alam. Menari-nari seperti para peri di padang rumput, di bagian utara dari Selandia baru. Angin laut di penghujung senja yang sungguh-sungguh menguraikan kekusutan hidupnya. Juga emiliki kehidupan bebas macam kupu-kupu Ornithoptera.

Oh, Taeyeon membenci kata –andaikan. Karena toh, pada akhirnya ketika seseorang sudah bilang –andaikan, hal yang diandai-andaikan itu tidak akan terwujud.

.

.

Gebrakan tangan kekar pada lapisan meja kayu pinus dari kafe di kota pelabuhan itu pun membuyarkan fantasia Kim Taeyeon.

.

.

‘Brak!’

Wake up, Girl! I do not pay you to sit down and do nothing.

Sorry, I will go now!

.

.

Realitanya adalah ketika Taeyeon memilih sebuah masa di mana ia memejamkan matanya, waktu tidak berhenti–ia terus berjalan bagai roda andong di pinggir pantai. Taeyeon juga tidak serta merta terlahir kembali menjadi seseorang yang baru. Karena, hal-hal sederhana yang dianalogikan secara sederhana pula dengan penuh imajinasi itu hanya sentilan belaka. Apa yang kamu lihat tidak seperti yang benar-benar terlihat. Dan setiap orang pun memiliki penglihatan yang berbeda-beda.

Senyuman kecut juga rasa nyinyir, Taeyeon salurkan pada nampan kayu beserta segelas besar bir yang ia antarkan kepada salah satu pengunjung kafe. Dengan imbuhan senyuman singkat yang Taeyeon suguhkan.

Atau ini juga berarti, mimpi yang Taeyeon terbangkan masih kurang tinggi. Juga, mata yang ia pakai untuk melihat segalanya sejak ia lahir mesti diperbaharui. Terbang tinggi dengan pembaharuan visi mungkin nanti akan menuntun Taeyeon kepada sebuah inti yang nantinya hanya dimiliki olehnya. Bisa jadi, itu adalah inti dari kehidupan indah yang selama ini dielu-elukan keberadaannya oleh Kim Taeyeon.

‘Brak!’

Kali ini giliran Taeyeon untuk menggebrak meja. Dengan napas yang mantap diambil, ia berjalan dan menghampiri Richard, si pemilik sekaligus bartender kafe. Celemek khas pelayan yang selama ini mengekangnya pun dilepas dengan kasar.

I’m quit!” ujarnya mantap.

What the hell did you do! Hei Kim Taeyeon!”

Sebuah kunci mobil yang jelas dimiliki oleh Richard dengan santai dipindahtangankan oleh Taeyeon. Senyuman manis agak mengejek juga Taeyeon tunjukkan kepada mantan boss-nya itu. Gestur terimakasih, mungkin.

Thanks for this one, Richard!”

No! Hei, you come back!

.

.

Seperempat abad sudah Kim Taeyeon mengarungi kehidupan yang membosankan. Dan kini adalah saatnya ia untuk bebas. Dengan kata lain, ia sudah tidak perlu lagi bertahan untuk hari-hari yang melelahkan. Umpatan yang tidak ada habisnya. Serta kesendirian yang selalu menemaninya. Itu kemarin bukan sekarang.

Langkah ringan dan bebas dari suide-boots sedengkul yang dipakai Taeyeon mencucuh trotoar kota. Ikat rambut yang menggelung rambutnya dilepas; membiarkan rambut pirang semi panjangnya tergerai bak putri di cerita Disney.

Ini adalah saatnya Kim Taeyeon untuk mengeksekusi kisah hidupnya. Membenarkan cerita yang seantero negeri pernah dengar. Kisah di mana angsa buruk rupa yang direbut kebahagiaan dan kebebasannya, memenangkan keduanya kembali.

Seorang gadis tangguh seperti Kim Taeyeon dilahirkan untuk terbang. Untuk segala tangis dan sakit yang sudah dia rasakan, semuanya adalah perisai untuk mempersiapkan hari esok. Hari yang esoknya tidak bisa selalu diprediksi. Hari di mana Taeyeon akan terbang lebih tinggi.

.

.

TAMAT

Advertisements

6 comments

  1. AIIIIIIIIIIII
    demi apa xian kamu jadiin mbak taeng sebagai tokohmu dan ini bagus banget T.T apa yg kau lakukan pada hatiku xian…
    berasa nonton mv-nya hehe, krn pada dasarnya aku gak nonton mv-nya.
    senang bisa menemukan cast kesukaanku kembali di blogmu, belakangan aku nemunya day6-twice melulu hehe. maafkan jadi gak mampir :p
    keep writing xian!

    Liked by 1 person

    1. hahahaha, salahkan indahnya mv dan lagu dari Kim Taeyeon ini saja kak :3 bikin tangan gatel untuk dijadiin song-fict 😀
      hehe, bisa aja kak liana.
      anw, makasih sudah mampir 🙂
      keep writing too ^^

      Like

  2. Maygat maygat maygatt, ini keren binggowwwww
    Salut banget samu kamu na, ini tulisan udah cantik banget dan pas banget ngegambarin mvnya, dan aku ngga ngerti abis ini nasib taeyeon gimana krn secara dia ngambil kunci mantan bosnya lol
    Tapi serius, ini udah paling jempol buat jadi song fict ❤ ❤

    Like

    1. hahahahaha, aku ga kepikiran nasib mbak taenggo nantinya ini :3
      awww makasih banyak dan 🙂 aku ga ngerti juga kenapa mv dan lagu beliau itu bagus dan indah bgt gitu., hehe
      thank you thank youuu

      Like

  3. Hi, udah ngefollow blogmu dari lama tapi baru baca hehehe, sama kenal aku Sher 98Line 🙂

    Aku suka sama penggambaran ceritamu. Gimana si Taeyeon akhirnya berani buat membebaskan diri dari pekerjaan dia karena emang dasarnya dia bisa. Tapi kamu nyeritain gak gamblang gitu, tulisan di bagian-bagian depannya menarik banget, bikin tambah cantik 👍

    Keep writing ya 🙂

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s