[Ori-fict] College’s Life: Rain Does Matter

rain

an original fiction by xianara

.

.

Senin di pertengahan November terasa dingin. Mendung yang bergelayut di langit sekitaran penyangga ibukota sejak subuh tadi tak kunjung reda. Hujan yang ditakutkan pun akhirnya datang pada kisaran pukul setengah tujuh pagi. Perlahan tapi pasti, rinai hujan di awal hari turun membasahi bumi.

Tepat saat motor matik berwarna putih pabrikan Jepang mendaratkan sepasang ban Torsa di pelataran parkir universitas, hujan turun dengan deras. Rombongan titik-titik air kecil datang bukan untuk kondangan. Raungan kesal banyak keluar dari para mulut manusia kampus yang tidak bisa melaksanakan kegiatan di luar kampus. Sementara bagi para mahasiswa yang masih jauh dari mulut pintu masuk pun bergegas berlarian mencari tempat perlindungan, macam prajurit perang Bharatayudha yang dihantam serangkaian serangan.

Begitu juga dengan puluhan motor di belakang dengan riders yang seperti Marc Marquez dan Valentino Rossi di sirkuit Valencia kemarin; menyusul untuk masuk ke dalam tempat parkir, berebut untuk menempati space kosong khusus parkir yang tersedia.

Desahan berujung ketidaksukaan yang begitu mendalam terhadap proses alam langganan bulan November hingga Mei itu tercecar dari mulut kecil Airin. Sesaat setelah ia menutup bagasi jok pada motor matik putih yang dikreditkan oleh neneknya, ia bergegas menyandang ransel biru tua di punggung. Lalu mengatur haluan menuju barisan anak tangga yang akan membawanya ke lantai di mana kelasnya berada.

Sejenak Airin menjeda langkah pada sepasang sneakers apparel asal Jerman yang dipakai. Airin memutar badannya sehingga menghadap jalan di luar pelataran parkir.

Tetesan air hujan berintesitas sedang menghantam bibir pagar pembatas antara tempat parkir dengan jalanan menurun menuju basement. Pohon peneduh yang ditanam di sepanjang trotoar jalan menuju basement bergoyang seperti boneka balon di depan toko perkakas dekat rumah Airin. Hujan deras itu pun datang disertai angin.

Seketika, aroma khas saat hujan turun berupa bau tanah basah menyambangi penghidu kurang bangir milik Airin. Tanpa sadar, ia menghampiri bibir pagar pembatas yang di depannya belum diisi oleh motor para manusia kampus. Airin seketika bertindak seperti pemeran utama wanita dalam sebuah drama Korea yang sering ia tonton seorang diri.

Dengan mengambil sebuah latar belakang dari hujan turun, Airin merentangkan lengannya ke depan. Kedua mata sejemang Airin pejamkan. Tak butuh waktu lama, hempasan bulir-bulir air hujan langsung membasahi telapak tangan cewek kurus itu. Mungkin, manusia-manusia kampus yang melihatnya berlaku seperti itu akan mengaggapnya gila dan kurang kerjaan.

Namun tak butuh waktu yang lama pula bagi Airin untuk menyudahi tingkah konyol seperti tokoh utama dalam sebuah drama Korea ketika hujan datang itu. Airin kembali membuka kedua matanya kemudian menyadari presensi makhluk tidak astral yang rupanya sudah berada di sebelahnya, sejak waktu yang tidak diperhitungkan.

“Ngapain?” tanya sebuah vois berat bernada heran.

“Ngga ngapa-ngapain.” jawab Airin tanpa menengok ke asal suara karena toh ia juga tahu siapa gerangan si pemilik suara.

“Katanya ngga suka hujan terus tadi apa?”

“Emang perlu banget tahu yang tadi itu apa, Jino?”

“Ngga juga, sih.” tukas pemuda jangkung di sebelah Airin yang diketahui bernama Jino.

Ayunan sneakers Airin membelas derasnya hujan di bulan November. Menuntunnya bergegas meninggalkan Jino yang terpekur di tempatnya. Jino menatap rinai hujan dan Airin secara bergantian. Kemudian dia menggeleng samar.

“Mesti belajar sama Chairil Anwar dulu nih untuk mengerti satu wanita macam Airin. Astaga, ngomong apa gue barusan?” bisiknya pada diri sendiri. Dia tahu-tahu memukul bibirnya ringan. Jino lagi-lagi menggeleng namun kini lebih keras. “Airin, tungguin!”

Langkahnya diseret; matanya dibuat menatap lelangit; kepalanya bergerak ke atas dan ke bawah secara bergantian mengikuti lagu. Tabuhan drum beserta siraman instrument gitar listrik beserta bass dari ON OK ROCK dengan olahan vokal sang vokalis, Taka, menghablurkan akustis di sekitarnya. Bahkan seruan Jino sekalipun.

.

.

Sama halnya dengan menyukai yang tidak membutuhkan alasan; jaman sekarang, bukankah banyak orang yang berkata benci dan tidak suka tanpa alasan?”[]

.

.

16 November 2015, Ruang 603 UNPAM.

.

.

a/n:

saya kangen menulis dan menge-post di sini huhuhu T___T kangen juga sama temen2 di sini T_T berhubung di semester kali ini ada satu matakuliah dengan dosen yang super nyentrik kasih buanyak banget laporan yang mesti dikerjain, banyak waktu berharga saya yg tersita jadinya. huhuhuhuhuuuuu. dan yah maafkan juga atas kualitas tulisan saya yg semakin turun ini T_T

dan behrubung sudah masuk musim hujan, Dreamers jaga kesehatan ya! perbanyak minum vitamind an selalu sedia payung sebelum hujan! god bless and have a nice day ❤

Advertisements

4 comments

  1. suka namanya :'”) jino airin.

    waktu baca ini kayak ikut ke dalam suasana cerita yang lagi hujan, padahal di luar lagi terang-terangnya nggak ada hujan turun 😦

    semangat, btw, buat kakak yang lagi banyak tugasss! 🙂

    Liked by 1 person

  2. Enggak tahu kenapa, suka aja sama segala hal berbau hujan. Menenangkan. Tapi gasuka juga klo hujannya lebat ples disertai geluduk (lalu aku meracau tijel) Kakak anak sastra kah? Tulisannya senpai sekali kuterhanyut dalam cerita 👍

    Btw, barangkali kalo berkenan, minta visit + follbacknya boleh? Makasih yaa sebelumnya 😁

    Liked by 1 person

    1. wah kalu aku malah kebalikannya; aku ngga begitu ‘apet’ sama hujan 😀 ngga tau kenapa juga. wkwkwk
      aku anak ibu-bapak kok :3 kamu bisa aja lha; padahal aku ngerasa tulisanku itu menurun kualitasnya lho skrg,wkwk.
      owkay, i ll do it now, pleasurely 😀 makasih ya sudah sempetin mampir 😉

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s