[Ficlet/Song-Fict] All For You

tumblr_n0vi3p1DhM1qceubco1_500

December 2015©

All for You

Miss A Bae Suzy, Red Velvet Bae Joohyun/Irene and EXO Kim Junmyeon/Suho

AU!Sibling, Family, Hurt/Comfort, AngstRomance, Little bit Sad, slice of Life | ficlet, song-fiction (from Sing For You by EXO) | general |

.

…Lagi-lagi, derai tawa mengisi zona akustis yang meruang bersama kami kala itu. Senyuman kompak menghiasi wajah kami. Seolah-olah hari esok akan selalu ada, kami menghabiskan senja musim dingin dengan mengobrol yang ditemani sebungkus heotteok yang diam-diam dibawakan Kak Junmyeon untuk Kak Joohyun….

.

.

.

Kepingan salju yang membanjiri kota semenjak penghunjung Desember mengantar langkah kakiku menuju bilik Kak Joohyun dalam rumahsakit di sudut Yongsan.

Rembesan air yang menempel di sekujur jaket wol pemberian Kak Joohyun, aku letakkan di tempat yang semestinya. Pintu kayu bercat putih mengilat yang tertutup itu kemudian terbuka kembali, mengantarkan sosok Kak Junmyeon dengan sebongkah senyuman tulus yang jarang absen dari atas wajahnya.

Pemuda berkulit kelewat putih itu menyapaku yang baru kembali dari hari terakhir sekolah sebelum memasuki liburan musim dingin. Dengan sapuan jemari yang singgah sebentar di puncak kepalaku, Kak Junmyeon pun segera menghampiri Kak Joohyun yang terbaring di atas ranjang. Kakak perempuan yang sangat aku sayangi itu menyambut Kak Junmyeon dengan kerutan di bibir; tanda kalau ia sedang merajuk.

“Kamu telat 10 detik, Junmyeon-a.” komentar Kak Joohyun tanpa menatap kekasihnya itu.

Aku yang sedang mencuci tangan di wastafel lantas tersenyum geli. Bakat bermain opera atau apalah itu, milik Kak Johhyun kembali salah tersalurkan. Pada basuhan air hangat yang menyapa lapisan pori-pori kulit tanganku, senyum aku kembangkan. Sejenak menikmati lakon jenaka yang Kak Joohyun rencanakan. Merelakan sang waktu beranjak untuk melatari momen antara kami bertiga dalam ruangan persegi berukuran 10×10 meter ini.

Sori, aku tidak akan membuat alasan untuk yang satu itu.”

“Karena sudah telat, bukankah Kak Junmyeon pantas menerima hukuman? Benar ‘kan, Kak?” tanyaku bernada retoris, ikut memainkan peran si bensin yang menuangkan dirinya dalam kobaran api. Kurva yang membentuk dengan jenaka berusaha disembunyikan Kak Joohyun lantaran ekspresi Kak Junmyeon yang mulai menunjukan roma tidak enak.

“Tentu saja. Bukankah seorang Kim Junmyeon adalah seseorang yang tidak menolerir keterlambatan? Huh?”

Rasa bersalah Kak Junmyeon semakin membesar. Dengan gerakan kikuk, ia membelai tengkuk kepala.

“Wah, kalian berdua benar duo combo yang berbahaya. Baiklah, aku menyerah; kalian menang.”

Tawa jenaka lagi-lagi berkumandang dalam kamar rawat Kak Joohyun. Aku yang sudah berada di samping Kak Joohyun lantas ber-high five dengannya. Awalnya, cemberut juga mewarnai paras milik Kak Junmyeon namun lambat laun pria itu pun ikut-ikutan tertawa bersama kami. Bahkan derai tawanya terdengar lebih geli daripada kami.

“Jangan pernah meremehkan kami, Kak. Kak Joohyun dan aku adalah Ace di keluarga Bae, omong-omong.” pamerku seraya menggamit lengan kiri Kak Joohyun dengan hati-hati.

Perasaan kecilku pun sedikit mencelos ketika aku mendapati lengan Kak Joohyun yang terasa begitu ringan dan rapuh dalam genggaman. Menahan airmata yang sedikit menggenangi pelupuk mata, aku pun memaksa sebuah tawa untuk menghibur hatiku sendiri.

“Oh, kamu memang adik kesayanganku, Suzy-a.” puji Kak Joohyun untukku. “Dan kamu, Junmyeon-a, ingat itu baik-baik. Hehe, “ cicitnya sembari membawa kepalaku dalam pelukannya.

Pria berlesung pipi itu mengisi posisi di sebelah kanan Kak Joohyun. Dengan lembut dan begitu hati-hati, ia pun mengisi rongga jemari Kak Joohyun dengan presensi kelima jemari yang begitu kekar dan hangat bagi Kak Joohyun. Tatapan Kak Junmyeon pun melembut seiring dengan berkurangnya frekuensi tawa wanita di sampingnya.

“Ah, nyaman sekali rasanya berada di sini. Benar ‘kan, Suzy-a?” tanya Kak Junmyeon. Lengannya pun mendekap seluruh tubuh Kak Joohyun dan pundakku.

“Hm, sangat nyaman.” balasku acuh.

Yaa, apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu tidak merasa malu, ada Suzy lho.”

“Duh, berhenti bertingkah sok inosen, Joohyun-a. Tidakkah kamu juga menikmatinya?”

Ehei, apa-apaan ini? Jangan libatkan aku dalam kisah romansa kalian, tolong!”

Lagi-lagi, derai tawa mengisi zona akustis yang meruang bersama kami kala itu. Senyuman kompak menghiasi wajah kami. Seolah-olah hari esok akan selalu ada, kami menghabiskan senja musim dingin dengan mengobrol yang ditemani sebungkus heotteok yang diam-diam dibawakan Kak Junmyeon untuk Kak Joohyun.

Tidak peduli terhadap pantangan Kak Joohyun untuk memakan jajanan pinggir jalan, sore itu aku dan Kak Junmyeon bergantian pergi membeli dalgona, ubi rebus, juga satu porsi teokkbeokki. Alih-alih untuk membiarkan roda waktu beranjak, mencetak histori dalam kalbu kami masing-masing.

.

.

The way you cry the way you smile how much it means to me
the words I wanted to say the words I missed the chance to say
I will confess, it may be a little awkward
but just listen I’Il sing for you

Just listen I’ll sing for you

.

.

Saduran mentari senja yang menembus tirai jendela bekas kamar inap Kak Joohyun membiasi pinggir ranjang yang aku tempati. Titik-titik cahayanya yang seperti kunang-kunang oranye menempel di ujung seprai. Musim dingin yang mulai menghilang masanya pun mengantarkan matahari kembali ke peraduan.

Dengan ransel sekolah yang masih menggantung pada punggung, mantel rajut buatan Kak Joohyun yang menyelimuti tubuh, aku duduk di atas ranjang. Menatap kepergian sang matahari menuju belahan bumi yang lain; mendiaminya dengan cahayanya yang terang. Seprai putih yang terpasang rapi aku remas sedemikian kencang. Juga, dengan perlintasan cahaya lampu dari pohon baja yang tumbuh dekat rumahsakit, aku salurkan seluruh rasaku.

Hari ini, pertengahan Februari. Menjelang berakhirnya hari ini terhitung dengan lima jam tigapuluh menit ke depan, aku selalu takut akan perasaan canggung yang bisa jadi timbul kembali. Selalu.

“Suzy-a, kamu masih di sini?”

Mengenal si empunya vois dari tanya bersuara itu, aku mengangguk tanpa menoleh. Ruangan kamar yang sebelumya minim penerangan; hanya terbiaskan lampu-lampu gedung pencakar langit itu pun menjadi terang. Begitu pun dengan ranjang yang sedikit bergoyang, menandakan kalau ada seseorang yang ikut merebahakn diri di atasnya.

“Hari sudah gelap, paman dan bibi pasti mencemaskanmu.”

“Ayah dan ibu tahu kok kalau aku ada di sini. Kak Junmyeon yang seharusnya tidak perlu cemas.”

Helaan napas tercucuh seiring dengan sapuan jemari Kak Junmyeon pada puncak kepalaku. Sedikit banyak, mengempaskanku kembali pada realita yang sudah semestinya aku jalani.

“Aku tidak pernah merasa begitu berterimakasih sepanjang hidupku; berbeda ketika Joohyun datang untukku. Dia adalah kado terbaik Tuhan untukku.”

Ucapan Kak Junmyeon terdengar begitu teguh; tidak ragu. Nadanya serupa ketika ia sedang berbicara santai dengan Kak Joohyun. Seolah-olah, memang tidak terjadi apa-apa.

Tanpa bisa aku tahan, lelehan keristal mengucur dari pelupuk mata. Perasaan ini begitu menyesakkan, pikirku. Dan menangis mungkin bisa sedikit mengurangi sesaknya. Meski aku seratus persen yakin kalau menangis tidak akan mungkin mampu mengembalikan Kak Joohyun untuk kembali bergabung menikmati senja seperti biasanya, bersama kami.[]

.

.

.

I will apologize so listen I’ll sing for you
just act like nothing happened
I’m really thankful that I have you

The gift that god gave me.. –Sing for You by EXO

Tamat


a/n:

very plotless, alur kecepetan, feeling-nya kurang greget; i acknowledged it guys. but somehow Sing for You ini kalau didiemin aja kayanya sayang banget so that’s why ficlet ini lahir T_T yang merasa tidak puas boleh banget untuk meng-complain di  kolom komentar, saya terima dengan senang hati 🙂

last, thanks for reading and see ya in another ficts!

Advertisements

12 comments

  1. OKE OKE SEMUA BIKIN SING FOR YOU!SONGFIC TUNGGU SEBENTAR LAGI AKU BAKAL BIKIN YANG SEDIIIIH!!!
    *merasa ditinggalkan
    *salah sendiri WeBe kok berkepanjangan
    *sebentar laginya itu kapan
    feel sedihnya kerasa kok xian! TT maksudku ini familynya kerasa di awal lha terus kok.
    mbak joohyun.
    mati.
    haks. sudahlah. lagu ini mana sepi banget emang kan. ya bisa dimaklumi lah dari mana asal angst yg bermunculan.
    cuman ya sedikit hal yg kukeluhkan adalah penggunaan kata2 tak lazim, (vois, zona akustik) tapi masalahnya itu sudah jadi stylemu ya sudah lah ya.
    keep writing xian!

    Liked by 1 person

    1. hahaha 😀
      noo, jangan merasa tertinggal; aku tahu kak liana udah menyiapkan sesuatu yang sangat bombastis dalam rangka winter comeback exo kali ini 🙂 ayo kak yang semangat buatnyaa 😀
      well, sebenernya vois itu bahasa inggris yang aku indonesian (dengan paksa, haha) dari voice dan untuk variasi bahasa aja sih 😀 hehe
      tapi terima kasih atas review-nya tetep ‘-‘)///
      keep writing too kak lianaa

      Like

  2. Dan pada akhirnya mba joo telah………
    duh kan ana, apanya yg plotless, kamu gitudehh sukanya, Ini ngga plotless tauuuu, seriusdeh
    Dan baik suzy dan mas jun, mereka sama2 tegar, aku yg disini malah sek nyesekk
    Tapi tiap liriknya memang begitu real sih jadinya mudah baper :”)
    Ah sudahlah,
    keep writing and stay healthy ya na xoxo

    Liked by 1 person

    1. tapi aku ngerasa ini tuh plotless banget mengingat durasi yang niatnya aku pakai untuk nih laguT_T seriuss.
      T_T
      aww, but thank you for your cherish comments dan 🙂 and so do you, stay prettily health ma sistah 😉

      Like

  3. Sebenernya aku aga ngga mudeng XD XD wkwkwk.. kata” nya sulit d mengerti butuh ketelitian untk membaca…
    Tapi terasa sedih pas bagian akhir bhwa joohyun tdk bsa kembli gitu

    Liked by 1 person

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s