[Ori-Fict] College’s Life: of Turning Task

alone-beer-boy-guy-street-Favim

January 2016©

an original-fiction by xianara

.

.

.

Menjelang UAS, sudah menjadi tradisi jika sebagian besar mahasiswa dililit oleh tugas. Aroma kopi susu yang diseduh menemani eksistensi sepinggan pisang goreng yang tersaji di antara laptop dan kipas angin mini berwarna kuning. Menggaet cuping cangkir, sepasang netra difokuskan pada jejeran video berdurasi tidak lebih dari dua menit. Setelah berkutat selama satu jam penuh dengan program pengolahan video, pria berkulit sawo matang akibat sering terbakar sinar matahari itu menggaet otak dan jari-jemarinya ke alam rehat. Alih-alih meluruskan punggung yang pegal-pegal, Dharma bersender pada dinding kamar indekos yang terasa dingin.

Ponsel pintar yang terselip di bawah sarung laptop tiba-tiba meledakkan sensori cahaya melalui permukaan layar sentuhnya. Disertai getaran, pop-up notification dari BBM pun menyembul di ujung layar. Sedikit banyak, membaca singkat isi pesan yang datang dari Avira–salah satu perempuan dari salah dua perempuan yang tergabung  dalam kelompok tugas Jurnalistik.

Avira: Closing video-nya dikirim hari Minggu aja, 
ngga apa-apa? Kuotanya ngga cukup soalnya. Sori ya, Kak Dharma.

Menjungkit ujung bibir, ia membalas pesan singkat Avira dengan cepat. Kurang lebih isinya pun menganjurkan supaya gadis itu tidak terlalu memaksa diri dan mengiakan usulannya. Karena deadline tugas Jurnalistik mengenai video peliputan terbilang masih cukup lama, Dharma juga menambahkan kalau hal ini masih bisa diulas kembali bersama yang lain saat hari ngampus lusa.

Drrt!

Balasan dari mahasiswi yang dua tahun lebih muda dari pria itu pun muncul.

Avira: Oke. Btw, thanks atas kerja kerasnya, Kak Dharma.

Lagi, bibir Dharma  menjungkit manis ke atas. Anehnya dari pesan bernada datar yang di atas, perasaan hangat justru menyelubungi hatinya.

Membalas pesan Avira yang satu itu, Dharma justru mengimbuhkan satu sapuan kalimat berperisa keluhan. Sebelum telunjuknya mencucuh ikon pesawat kertas, paket kalimat berisi kata juga frasa Dharma telaah kembali. Sehingga meluluhkan sederet gurauan kecil yang tersadur dalam unsur fonetis di zona akustis. Emoticon memberengut lucu selanjutnya diimbuhkan pada akhir kalimat sebelum titik.

Dharma: Aduh, aku mah mendingan mengerjakan tugas-tugas seperti ini 
daripada membaca dan menganalisis novel. 😀

Dinding kamar indekos di Ulujami, Jumat 22 Januari 2016. Pukul dua belas lewat sekian, tengah malam.[]

Advertisements

3 comments

  1. hah yg anak sastra+jurnalistik kerjaannya begini ternyata. aku garap lpj penyuluhan kesehatan sama penelitian kuman2 *OOT *gadaygnanya
    somehow aku agak gagal paham di mananya bagian ‘turning task’ itu… apa maksudnya turning itu adalah ‘menukar’ waktu utk tugas kuliah sastra jadi tugas jurnalistik?
    tapi bgmanapun aku suka cara kamu menjelaskan setting anak kosan ngerjain tugas ini, sangat original hahahaha. berhubung aku ga pernah ngekos dan ga pernah ada tugas yg dikerjain sampe malam (kecuali pas orientasi) ya ga pernah ngerasain… dan di sini kamu berhasil membuatku ‘merasakan’ itu
    cuman bagian ‘layar ponsel layar sentuh’ itu rada boros ga sih? aku ga ngerti gimana cara ngepasinnya krn kalo bilang ‘layar sentuh ponsel’ pun kyknya ga pas…
    nice ficlet xian! keep struggling, kuliah sastra cuman bentar kok ga pake koass di rumah sakit hahaha

    Like

    1. yeah, tiap jurusan punya ciri khas masing-masing emang 😀 hahaha
      ahh, maafkan atas ketidaknyambungan antara judul dengan isinya kakli :/ ini juga dapet judul seadanya dikarenakan buru2 eksekusi ide ke dalam tulisan, huhu *ini alasannn :D*
      wah iya ya. makasih kak atas koreksi layar ponselnya 😀 sekarang udah dibenerin, hehe.
      aku juga bukan anak indekos sebenarnya 😀 cuma aku pakai aja pengalaman2 temen2ku yang ngekos sebagai ide di sini, hehe dna alhamdulillah ya kalau suasana anak kuliahan indekosnya dapet 😀
      aminn aminn, makasih kak liana semangbatnya 😀
      semangat juga buat kuliahnya Kak Liana, lancar jaya terus ya biar cepat2 mengabdi pada negara sebagai tenaga medis namber wahid 🙂 fightingggg 😀

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s