[Riddle] Spasi

Untitled-1

Februari 2016©

AU!Siblings, Angst, Bloody-fict, Comfort/Hurt, Dark, Family, Psychology, Riddle, Romance,  Sad, Slash-fict, Tragedy | Ficlet, Song-fict | PG-17 for harsh and violent descriptions

.

Potongan-potongan waktu yang hilang, kenangan cinta yang telah aku buang; mereka semua telah terhapus dan terbuang. Auditory Hallucination (Kill Me, Heal Me OST. Part 1) by Jang Jaein feat NaShow

 

.

.

Kegelapan menelan bulat-bulat separuh bayangan yang tidak kalah hitamnya. Keduanya adalah momentum dari perpaduan cinta dan benci. Jelaga menelusupi tepian dinding kamar yang sudah terkelupas cat hijau metanya. Lengkap dengan dekorasi garukan kuku-kuku panjang tak terawat yang mengalirkan amarah. Menampik murka, aku mengunduh sebaris tawa; menyelaraskan tumpuan kedua siku di atas marmer yang dingin dan licin.

Gelagat terbakar api cemburu mewarnai seluruh permukaan tubuhnya hingga ke sel-sel syaraf tepi. Bahkan di setiap inci pembuluh darah yang melekat secara alamiah itu seperti ditumbuhi benalu yang setiap sekonnya mampu memacu kepingan adrenalin menuju taraf tertingginya. Tak mengherankan jika beberapa suguhan dari atraksi piring dan gelas terbang, perkakas murahan yang hancur berkeping-keping di atas lantai ataupun almari jati yang ambruk dari selnya menjunjung peristiwa malam yang enggan bersarang untuk menghabiskan detiknya kini.

Anehnya perasaanku malah tak bisa bergerak dan hanya terpaku menatap kegaduhan tak bersuara ini.   Begitu mengingatkanku pada hal tak kasat indra yang tersembunyi dalam diriku. Hal itu justru yang kerap membutakanku. Mendistorsi kepingan memori yang sebelumnya sudah tersusun apik menjadi gulungan temali yang mengikat kedua tangan dan kakiku. Membawaku pada fase setengah mati yang panjang dan memilukan. Semuanya terselebung secara sistemik dalam tubuh ringkih yang menguap sisanya ke udara. Mengurungku dalam bilik yang sempit dan gelap, sehingga menyisakan raga yang tak mampu menjungjung hayat dan kini melekat padaku.

Potongan-potongan masa yang memang sudah hilang, mengantarku terlanjur merasa hilang dan jatuh di dalam lubang yang begitu besar dan kelam. Meskipun aku tahu kalau lubang yang menenggalamkanku tak berujung. Di dalam ruang yang tak mengenal waktu itu, semua kenangan yang merampas kesadaranku membawaku pada lorong waktu yang menunjukkan kenangan akan dirinya dan diriku yang terhapus dan terbuang.

Senyum dan legit tawanya menjadi awal histori perjalanan lorong antariksa gelap yang melucuti kesadaran. Hangat juga nyaman dari lekuk jemarinya yang mengisi kehampaan jemariku. Kecupan ringan dari bibir merekah yang hinggap di atas pipiku berubah menjadi sirine pertanda bahaya.

Siku yang sebelumnya menahan beban tubuh tiba-tiba ambruk tak beralasan. Tanpa tahu apapun, aku mencoba untuk berteriak sekuat tenaga. Rasa dari kesakitan hebat nan luar biasa ini akhirnya menjalar sampai ke titik vital dari pusat kesadaran jiwa yang membungkamkan diri. Jiwa yang bungkam untuk tidak mengenang yang terhapus dan terbuang itu.

Tak perlu memakai metafora; jutaan paku berkarat menghujam sekujur tubuhku dan mengoyak-oyak tiap kesakitan yang aku tiupkan melalui jeritan. Menambah jumlah luka sayatan dan koyakan dari serpihan beling yang sebelumnya menjerat. Jantung hati yang dibungkus sepaket pun terbelah menjadi bubuk-bubuk atomik lantaran bombardir samurai bermata angkara murka menjelma sebagai bumerang bagi diriku sendiri. Perih yang aku rasakan bertingkat ketahanan setara dewa. Setan mana pun bahkan malas untuk menyia-nyiakan waktu berbayar yang mereka miliki dipakai untuk memerah kesenangan dari manusia beriman plastik sepertiku. Meniadakan segan bagiku untuk berkata ampun kepadanya.

Namun satu panggilan rindu menandaskan aroma anyir darah yang tanpa welas asih menggenangi tubuh ini. Satu panggilan itu terdengar tak sampai. Bahkan terkesan menyangkut seperti gulungan kawat yang sulit diurai lantaran terlampau dililit mati. Kemudian aku biarkan suara itu menderu perlahan meski lambat laun terdengar berang.

Menjelang detik yang terampas juga kehidupan tak berarti yang kujalani separuh tanpanya, lenganku dialiri kehangatan tak mewaktu yang berebut menempati ruang-ruang imaji yang bagai tersetel otomatis. Sentuhan itu membiru bagai lazuardi yang membebaskan kelambu. Uap dari udara yang berteriak di atas ceruk leherku membawa kedua nun yang tertutup oleh selimut bening ini mengerjap pilu.

.

.

.

“Cemburu ada juga batasnya. Tapi yang ini terlalu melewati garis dan tak masuk akal.  Silakan hapus dan buang saja dirimu dahulu baru kakakku, Tuan Junmyeon yang Tak Punya Apa-apa.”

Dia mengusap pipiku dan tersenyum kecut. Parang yang bersembunyi di balik punggungnya lantas menikam tepat pangkal leherku; mengubah halusinasi udara dari mulutku menjadi hembusan napasku yang terakhir.

Dan setelahnya yang aku ingat, aku hanya mampu tersenyum tanpa spasi.[]


a/n:

hai hai~~~~

kemampuan menulis saya makin hari makin tergadrasi, serius.. dan jujur, ini saya pertama kali buat Riddle, padahal pengin yang simpel tapi jatuhnya malah (sok) ribet kaya gini 😦 haha… well, dari cerita ini bisa disinggung mengenai siapa yang melakukan apa kepada siapa dan kenapa. so langsung aja, ditunggu analisis S.W.O.T.-nya(haha) di kolom komentar 😀 (kalu ada yang baca juga sih)

anw, buat Dreamers dan teman-teman sekalian semoga semangat terus ya untuk belajarnya, kuliahnya, kerjanya. makin rajin juga. habis itu jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan 🙂 #edisiapaini

dan kepada seluruh teman2 dan kakak2 seperjuangan, terimakasih sudah saling menyemangati satu sama lain. buat komentar2 penyemangat dan kritik juga saran dari teman2 pembaca, terimakasih banyakkk juga yaa (maaf juga beluum sempat saya balas T_T)

yuk semangat terus! fightinggg! 🙂

Advertisements

2 comments

  1. oke jadi sesungguhnya aku ga paham ini apa. bae suji bunuh mas myun krn mas myun nyelingkuhin ibu irene? atau bae suji bunuh mas myun krn suji sistercomplex sama ibu irene (alias ga rela ibu irene dibawa pergi mas myun)? atau mas myun habis bunuh ibu irene (‘buang dirimu baru kakakku’?) sehingga suji kesel dan bunuh dia balik?
    plotnya ga terbaca, maafkan TT
    krn apa?
    1. aku bodoh
    2. bahasamu. SULIT SEKALI. kurang eksplisit
    barangkali perbendaharaan katamu terlalu banyak ya, metafora yg kamu pasang membuat gambaran suasananya makin kabur… aku sampe scroll ke atas utk memastikan kata surealisme ada di jajaran genre dan ternyata tidak. maka pasti settingnya ini nyata: mas myun mungkin terbaring di lantai dgn pecahan2 beling, terus penyiksaannya suji juga okelah lumayan tergambar. tapi yg lain… hm terlalu ribet. aku masih gapapa kalo kamu pake kosakata benda yg nyata utk menggambarkan kekacauan perasaan myun dan suji tapi ini terlalu apa ya… emosional (?) sehingga yg kerasa hanya thrillnya saja.
    ini maafkan kedengerannya pedes bgt. satu hal yg membuatku sedih adlh ketika suatu cerita sdh kubaca berkali2 tapi ttp ga paham TT semoga nanti ada komenan di bawah yg mendekati kbnrn sehingga aku jadi ngerti
    keep writing anyway.

    Like

    1. halo kak lianaaa ^^
      hm, sejujurnya aku juga pas baca ini juga rada ga paham sama tulisanku sendiri; aku gagal ngerti juga. huwaaa T_T
      tapi terimakasih banget atas koreksi dan reviewnya kak liana ‘-‘)9999 semoga ke depannya tulisanku bisa lebih baik lagi 🙂
      keep writing too ^^

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s