[Playlist-Fict] #27: Together

27

March 2016©

xianara presents

#27: Together

A song-based story with Red Velvet Bae Joohyun/Irene, miss A Bae Suzy, and EXO Kim Junmyeon/Suho | AU!Siblings, Comfort/Hurt, Family, Little bit Fluff, Sad, slice of Life, slight!Romance | ficlet, song-fict, stand-alone (dapat dibaca terpisah dari All For You) | general |

.

Hidup itu memang sulit tapi kita berjalan bersama. Kamu tidak bisa mengubahnya dengan kebahagiaan yang lain. —Reply 1988 OST. Part 7 by Noel

.

.

Part of Playlist-Fict

.

.

Penghujung Desember, jendela kamar rumahsakit diwarnai oleh serpihan salju prisma yang menumpuk di tepi luar birai jendela. Membingkai Bae Suzy dengan kegiatan merajut syal merah jambu dan Junmyeon yang mencari satu baterai televisi yang menggelinding di kolong kasur. Oh, jangan lupakan juga aku yang bersama mereka meski kasur dingin khas rumahsakit menahanku. Sehingga, aku tidak dapat membantu adikku mengurai kusutnya benang wol. Atau menendang bokong Kim Junmyeon supaya dia berbalik dan menemukan baterai yang ia punggungi.

“Syal buatanku tidak sebagus buatan Kakak. Ah, bagaimana ini?”

“Kantin rumahsakit menjual baterai, tidak ya? Suster kepala pasti akan mengamuk lagi karena ini sudah baterai ketiga yang hilang.”

Kedua orang yang bersamaku berangsur mendekati kasur serba putih tempat aku bersandar. Tampang yang kusut itu kemudian bertukar menjadi senyum, memaksaku untuk segera mendekap Junmyeon dan Suzy.

“Makanya kalau aku sedang merajut, perhatikan baik-baik, oke.” pesanku kepada Suzy seraya mencolek hidungnya.

“Merajut itu susah, Kak!” Suzy menyahut tidak terima. Kecewa lantaran syal buatannya terlihat berantakan lantas tak membuat bungsu semata wayang di keluarga Bae menekuk muka. Sambil mengalungkan syal rajut ke diriku, ia berkata, “Meski hasilnya tidak bagus-bagus amat, ada cintaku di dalamnya lho. Kak Joohyun pasti akan merasa hangat jika memakainya.”

Oh adik introvert-ku sudah mengalami kemajuan. Dia yang dahulunya kesulitan menunjukkan perasaannya, kini bahkan menggombal dengan kata-kata manis. Seketika timbul perasaan sedih yang tidak rela lantaran aku tidak bisa menikmati sisi hangat adikku ini lebih lama lagi.

“Dan kamu, Kim Junmyeon. Perlu kamu tahu, kebahagiaan itu tidak hanya berasal dari tayangan Running Man favorit kita. Menontonnya bersama dengan kamu, itu poinnya.”

“Joohyun-a, “ pria hebat yang tidak lekas gugur dari sisiku kemudian memandang tidak percaya. Wajahnya memerah. Sebanyak mungkin, menghadiahiku sebuah senyuman dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Tuhan, tolong bingkaikan ekspresi Kim Junmyeon yang satu ini untukku.

Dan inilah yang meyakinkanku kalau menghabiskan sisa hidup dengan dua orang kikuk seperti Bae Suzy dan Kim Junmyeon, aku tidak mungkin dapat menukarnya dengan kebahagian yang lain.[]

Advertisements

5 comments

  1. MUUUUUUUUUU
    wadaheaven aku squealing bacanya padahal ini fluff sblm mati. ha lucu banget itu masuho nyariin batere padahal ada di deketnya ibu irene ^^ ya terus mukanya merah habis digombalin ibu irene aish mati mati matiiiiii. dan mbak suji juga manis polllll tapi di sini karakter dia introvert ya, agak susah ngebayanginnya…
    anyway, aku baru tau kalo rumahsakit itu ditulisnya gabung… bukan dipisah kah?
    keep writing anyway!

    Like

  2. Ini kedua kalinya kyknya kamu bikin Irene dirumah sakit setelah lagu sing for you, wae ana? waeee??? 😢😢😢
    tapi ngebayangin junmyeon nyari batre itu gemesin banget, sudahlah aku suka speechless klo ceritanya macam ini :’))
    keep writing ya naaa

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s