[Playlist-Fict] #32: 널 사랑하지 않아

32

May 2016©

xianara presents

#32: 널 사랑하지 않아

A song-based story with SEVENTEEN Lee Jihoon (Woozi) and Kim Mingyu | AU!Canon, Bromance, Drama, failed-Crack, Friendship, Fluff, slice of Life | ficlet, song-ficion | beside the story-line, I own nothing!

.

Aku sangat yakin kamu telah mengetahuinya, perihal aku tidak mencintaimu…— 널 사랑하지 않아 by Urban Zakapa

.

.

Part of Playlist-Fict

.

Matari pagi terbentang begitu dekat melintasi kaca jendela rumah musim panas yang Mingyu tempati. Aroma resapan daun melati memaknai awal hari Sabtu di pekan terakhir pada bulan keempat tanggalan Masehi.

Secangkir teh melati buatan sendiri pun Mingyu sajikan untuk dirinya sendiri. Tak sudi ia rupanya menuangkan cangkir yang kosong lainnya untuk si maniak susu stoberi macam Lee Jihoon yang bertampang kusut dengan mata segaris filamen.

Pria liliput itu menduduki kursi pantry tanpa ancang-ancang. Alhasil, kondisi setengah sadar lantaran terpaksa bangun oleh ‘auman’ si adik Amerika, Vernon dengan obsesi bernyanyi lagu trot, membuatnya sedikit oleng di atas kursi bulat hijau klorofil itu. Dan, Mingyu mencebik tanpa lalu.

“Boleh aku minta segelas tehnya?” Jihoon melirik penuh minat pada satu set teh Inggris kiriman keluarga Joshua yang tinggal di Leicester. Tanpa banyak bicara, pemuda Kim itu pun mengiakan permintaan sang abang. Secangkir teh dengan kepulan asap mewangi pun tersaji untuk Jihoon.

Bibir mungil Jihoon menandaskan terimakasih singkat. Namun sebelum Minggyu balas, pemuda yang lebih tua setahun di atasnya itu menyemburkan teh panas seperti para pemain sirkus Moskow yang sedang beratraksi makan api.

Jihoon meradang dalam hati terhadap pemuda bongsor di seberang yang tertawa secara internal. Dasar bocah invalid. Memaki dalam hati, Jihoon lalu mengais sisa-sisa air liur yang bercampur dengan rebusan daun teh rasa saripati mengkudu, akal-akalan Kim Mingyu.

“Sial. Ini masih pagi padahal, “ rutuk Jihoon. Kemudian ia pun menguliti Mingyu yang masih mengurai tawa lantaran misi para tim hiphop untuk melancarkan agresi kepada tim vokal tak pernah gagal. Terlebih kepada sasaran empuk setingkat permen kapas, abang kesayangan penuh talenta macam Lee Jihoon.

“Jangan tertawa lagi kau, Kim Mingyu. Kaupikir air mengkudu itu sirup panili? Beruntung lidahku tidak copot saat meminumnya.”

Hyeong tidak kekininian saja.”

“Hei, apa maksudnya?”

“Hidup sehat bukan sekedar pilihan tapi kebutuhan. Air rebusan mengkudu itu sangat baik untuk kesehatan jantung dan mencegah hipertensi, omong-omong.” Jihoon mual jika mengingat rasa pahit teramat sangat yang meski hanya sekejap menjamahnya. Lalu, Minggyu pun melanjutkan, “Untuk itu kau harus meminumnya agar tidak semaput dalam menghadapi serangan kami lainnya.”

Gelas melamin berkarakter Larva hampir melayang ke wajah rupawan Minggyu. Namun nurani seorang Jihoon masih mampu menjegal keinginan terliar dan terkuatnya selama ini lantaran impak yang akan diterima setelahnya. Sebuah berita utama di berbagai situs berita terkenal se-Negeri Ginseng. Mingyu bonyok, para fans mengumpulkan koin untuk pengobatannya. Ah bukan headline yang baik. Buruk sekali, iya.

“Kali ini dan sebelumnya kau sudah keterlalulan, Mingyu-ya. Kau memang tidak sayang padaku.” Jihoon berkata dengan ringan sambil mengisi air mineral ke dalam gelas favoritnya itu.

Well, aku sangat yakin kau telah mengetahuinya, Hyeong, jika aku tidak mencintaimu.” pungkas vokal berat Mingyu. “Karena jika aku mencintaimu, aritnya aku homo. Namaku Minggyu, dan aku bukan homo!”

PYAAR!

Adegan selanjutnya tentu bisa kalian terka. Kali ini Jihoon bukan lagi seorang pemain sirkus Moskow yang gagal, melainkan calon pembantai spesies berjenis Kim Mingyu yang sudah ambil langkah seribu ke segala penjuru.[]



KYAAAAAA AKHIRNYA SEVENTEEN MEMULAI DEBUTNYA DI SINI ❤ CONGRATS-HAMNIDA!

oke, saya tahu saya ini emang telat peka terhadap gencatan para bibit muda tujuhbelas ini. T_T saya tuh suka ga tahan sama oppa-oppa berlabel cubangetnanimutsyekalee, macem sungmin, luhan, suga, and now, (another Lee, kkk) woozi ❤

bapak bihun sungguh imut syekale ❤ ga percaya dan mau nangis aja pas tahu kalau dia itu MASIH lebih tua dari saya tapi mengapa OH MENGAPA!! Kamu masih imut lucu emesh emesh syekalee pak </3 dan yeah, uhm, another heart attack untuk kekasih rekan seangkatan, Pak Mingyu ❤ haha. Sudahlah. Ini notes isinya curhatan full semua. Kkkk.

Maafkan atas kerecehan seorang Mingyu dan Woozi yang sentimental di sini, teman-teman. Semoga dimaklumi ya, soalnya yang nulis carat–an sih. Haha. Dank you buat yang sudah baca 😀

Advertisements

2 comments

  1. jatuhnya ke woozi ternyata. makanya kok tumben yg muncul di sini bukan suji hahahaha.
    lucu2! duh larva gelasnya XD bahkan sampe gelas aja imut, memang penciptaannya anak2 17 ini kyknya ada yg salah *wut
    awas typo aja ya, keep writing!

    Like

    1. suka gatahan sama cowok-cowok imut kiyut kiyut gitu abisan. haha. waduh, penciptaan yang salah ini patut disalahkan atau dinikmati ya?hm haha.
      sipp, thank you and sorry for the typo’s review kak’-‘)9
      siappp, keep writing juga kak liana

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s