[Playlist-Fict] #33: Breathe

33

June 2016©

xianara presents

#33: Breathe

A song-based story with Bae Suzy and Hong Eunji/Sylvia | AU!Canon, Drama, Friendship, School-life, slice of Life | Ficlet, Song-fict | PG 13 |

.

Aku melihat diriku yang muda, kata-kata melenyap dalam kesedihan, dan melebur dalam helaan napas. — Breathe by f(x) Luna

.

.

Part of Playlist-Fict

.

Menjelang pagi, kabut tipis khas daerah pegunungan berhamburan datang dan melingkupi celah-celah atomik di balkon kamar Suzy dan Eunji. Kedua sahabat itu terlalu asyik tenggelam dalam obrolan panjang seputar masa sekolah yang sudah memasuki babak final. Tentang tugas-tugas yang tak absen dikerjakan secara kolektif, kasak-kusuk khas anak sekolahan yang dangkal, hingga sekelumit kisah cinta monyet yang selalu bertepuk sebelah tangan.

Derai tawa juga cekikikan mereka bisa dikatakan mengganggu teman yang sudah terlelap di dalam kamar. Namun hal itu semata-mata sepadan dengan hal besar yang akan datang pada waktunya. Seperti jejak-jejak kabut tipis masa-masa muda yang biasa mereka sambangi akan tertelan oleh luapan bising perkotaan yang akan menyambangi usia dewasa mereka. Sungguh, kalian tidak tahu seperti bagaimana hal itu akan terjadi.

“Aku akan selalu merindukan masa-masa kita seperti ini.” Suzy menarik selimut tebal yang menyelubungi tubuhnya dari hujaman cuaca yang membeku. Dia melirik Eunji yang juga melakukan hal yang sama. “Awas saja jika kau benar-benar melupakanku saat tiba di Chicago.”

“Hei, kaupikir aku ini teman macam apa yang sebegitu gampang melupakan tahun-tahun yang sudah kita lewati bersama? Huh?” tukas Eunji sambil menyidak siku Suzy. “Yang jelas, selama kita masih saling memikirkan satu sama lain dalam keheningan meski sejenak, takkan ada lupa-melupakan di antara kita.”

Ouch,  so cheesy.” Suzy berpura-pura sebal sebelum kemudian tertawa geli. “Apapun itu, mari kita jalani saja waktu-waktu yang tak pernah kita tahu kapan akan berhenti mewaktu bersama. Ayo lanjutkan begadangnya!”

Enggan ucapkan selamat tinggal pada hamparan momen-momen yang telah dilalui, keduanya pun menyatu bersama dengan kenangan indah yang sudah melekat antara satu sama lain. Merelakan tiap memori menyebar seperti serbuan kelopak bunga yang menyebar di tiap sudut bibir dalam helaan napas.[]


teruntuk Mimi dan Laila

Advertisements

9 comments

  1. bacanya jadi kangen sama temenku yang dulu suka ngajakin begadang trus sekarang udah gapernah lagi. kayak kehilangan aja karena meski ga lost contact, tapi waktu yang dulu ga bakal balik lagi. hihi good job, keep writing ya kak ^^

    Liked by 1 person

  2. Habis baca ini jd kangen sm temen2…hiks3x…ngena banget… Hampir setiap org merasakan hal seperti itu ketika berpisah…ketakutan kehilangan kenangan lama krn terdesak kenangan baru…

    Like

  3. kaxian kenapa hobi banget buat fiksi yang bikin baper :’) mana sekarang udah kelas tiga, tahun terakhir *curhat* sukses bikin senyum2 sendiri sekaligus nyesek 🙂
    ohya breathe-nya ini kukira lagunya lee hi, ternyata mba luna ~
    keep writing kak! ❤

    Like

    1. ciyatttt ciyattt baper :3 huhuhu, anak kelas tiga ya sekarang. belajarnya harus kudu makin rajin ya. perbanyak momen sama temen, rindu itu pasti akan menerjang. tsahhh. hehe. yashh, lagu fav dari ep-nya mbak Luna<3
      thanksxo, you too^^

      Liked by 1 person

    1. Hai, Devira^^
      aww, jangan baper peuhlis. saya ngga niat begitu padahal. huhu. jangan sedih untuk berpisah dengan sahabatmu, terus dukung dia dari jauh ok 🙂
      dan terimakasih juga sudah baca^^

      Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s