[Playlist-Fict] #38: Bye bye my blue

38

September 2016

xianara presents

#38: Bye bye my blue

A song-based story with Super Junior Cho Kyuhyun and YOU

Seberapa banyak hal apa yang aku inginkan untuk jadi lebih baik dari ini? Aku tahu kamu juga sama, jadi, apakah aku satu-satunya yang egois?Bye bye my blue by Baek Yerin

.

.

Part of Playlist-fict

.

.

‘Berhenti menatap iri dan dengki pada layar laptop itu, Bro.’

Begitu kata kamu melalui mata yang sayu akibat terjaga semalaman, menyelesaikan tugas laporan analisis yang akan dikumpulkan pagi ini. Jari-jari tanganmu sampai mengeriting karena harus berjibaku dengan tuts-tuts keyboard laptop.

Di lain sisi, Cho Kyuhyun juga tidak kalah mengerikan dari kamu. Rambut setengah gondrongnya kusut masai seperti singa jantan yang melewatkan jadwal untuk creambath. Kantung matannya lebih-lebih lebar daripada kantung induk kangguru.

Tombol enter Kyuhyun tekan dengan penuh rasa bangga dan haru. Kedua tangan ia rentangkan ke udara, merayakan kebebasan dari tugas menganalisis mata kuliah khusus semester genap yang menjadi momok paling menakutkan semasa perkuliahan ini.

“Lihat ‘kan? Pada dasarnya, tugas akan selesai pada waktunya.” ucap Kyuhyun dengan nada bijaksana yang dibuat-buat. Kamu pun tidak dibuat-buat mual akan perkataan dan tingkah laku sok bijak teman satu kamarmu itu.

Lha, ya memang begitu. Tugas akan selesai pada waktunya jika dikerjakan. Ya, kalau tidak diurusi, mau sampai ibukota negara ini pindah ke Pyongyang, tugas mengesalkan ini takkan pernah selesai, Bung.”

“Duh, santai saja.” Kyuhyun menepuk pundakmu ringan.  “Kurang piknik ya?”

“Aku bukan satu-satunya orang yang kurang piknik di sini.” Kamu menjawab cepat dengan nada sewot yang artifisial.

Dan, bukannya menyahut serupa Kyuhyun malah terkikih-kikih pelan. Handuk yang tersangkut di kepala kursi Kyuhyun tarik lalu ia lingkarkan di leher. Matanya yang terlalu lebar untuk ukuran orang Korea selatan itu lalu memejam singkat. Membuka kemudian dengan cengiran lebar ala-ala bocah taman kanak-kanak yang diberi jatah ekstra waktu bermain.

“Baiklah, sepertinya kita memang kudu piknik. Setelah ujian akhir semester, catat waktunya baik-baik, hei!”

“Iya-iya, “

“Paju, tunggu kami di sana!”

Kamu girang sesaat mendengarnya. Ya, kata liburan dan piknik memang menjadi hal yang sensitif dan jika kalangan mahasiswa yang sudah muak maksimal mendengarnya, reaksi seperti Korea selatan menjuarai Piala Dunia tentu wajar terealisasikan.

“Hei, kalau begitu cepat mandi sana! Laporan ini ‘kan mesti di-print dan dikumpulkan pagi ini. Mandinya jangan lama-lama seperti ikan duyung.”

Lha, ikan duyung ‘kan tinggal di dalam air, Bro. Dia mandi setiap hari, kali.”

Mengabaikan tanggapan hipokrit Kyuhyun, kamu langsung menenggelamkan diri dalam empuknya ranjang dan hangatnya selimut yang sudah jera memanggil-manggilmu sejak tengah malam. Tugas sudah kelar, mari ucapkan selamat tinggal pada bulan-bulanan mimpi buruk yang menghantui tiap malam. Hari-hari biru nan mencekam bertajuk pekan ujian berakhir sudah. Jadi, barang sedikit tidur limabelas menit tentu menjadi anugerah.[]

Advertisements

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s